
Siang harinya semua keluarga Safa dan para sahabat Safa berpencar untuk pergi ke tempat tujuan masing masing. Orang tua Safa memilih untuk mencari makanan atau sekedar oleh oleh untuk dibawa pulang, sedangkan kakak Safa yang pertama membawa anak dan istrinya untuk melihat penangkaran hiu, dan Heru beserta istri masih betah berada di resort untuk berenang.
.
Dan kini Safa dan Yudha juga para sahabatnya menikmati keindahan pantai. Semua sahabat Safa juga Safa langsung terjun ke air untuk bermain main sambil bercanda.
Sedangkan para lelaki yaitu Yudha Rizky dan Putra bertugas untuk mengawasi para wanita yang asik bermain sendiri itu tanpa mempedulikan trio lelaki. Putra pun kini sudah berteman baik dengan Yudha dan Rizky.
.
Oh ya Put, kamu kuliah ambil jurusan apa.?
Aku ambil jurusan management Mas, ini juga udah mau skripsi.,
Panggil nama gue aja, gue juga nggak setua itu harus dipanggil Mas, risih tauk.,
Bro..bro, lo mau dia panggil lo nama aja,. yang katanya risih dengernya, sedangkan Safa dan temen temen ceweknya aja panggil elo Mas, gimana sih.. protes Rizky.
Brisik lo Ky... Safa dan temannya itu pengecualian., sedangkan dia kan cowok, bedalah..
Bedanya??? Heru aja panggil lo Mas Bro.,
Nahh kalau itu juga udah kebiasaan dari kecil dulu dia panggil gue Mas, secara gue lebih tua beberapa tahun dari dia, dan dibawah beberapa tahun dari kakaknya yang pertama itu..
Ohh gitu.,,jadi lo bro Putra panggil aja Yudha bro atau abang, nahh kan beda tuhh...
Lo pikir gue abang tukang becak apa.,!!!
protes balik Yudha.
aku panggil Bang Yudha aja ya, kayaknya lebih enak juga sopan.. ucap Putra menengahi.
Boleh juga tuh, ohh ya jadi tadi gimana apa lo udah ada gambaran buat masuk kerja dimana.,
Belum tahu sih bang, masih mau cari cari dulu.. mana yang pas buat aku.
Gimana kalau lo kerja sama gue, lo bisa dipercayakan ??!!
Kalau masalah percaya atau enggaknya itu penilaian mereka sendiri bang ke diri aku, soalnya nanti kalau aku bilang bisa dipercaya kita nggak tau nantinya kan., jadi bang Yudha bisa menilai sendirilah nanti, toh kita baru aja berteman kan.,
Iya juga sih, tapi menurut gue lo bisa dipercaya, gampanglah ntar , tapi kalau lo mencoba menghianati gue, lo bakal terima konsekuensinya sendiri.,
Kalau bang Yudha udah kasih aku kepercayaan, aku akan berusaha menjaganya.
Bagus gue pegang itu, nanti kalau lo udah wisuda lo gue kasih kepercayaan buat ngurus hotel baru yang ada di pesisir. Soalnya kalau gue kasih ke Rizky kasian juga dia udah pegang hotel yang di kota juga ngurus resto kafe nanti dia kelabakan sendiri., lo nanti jadi asisten juga sekretaris Rizky.,
Wahhhh, lo boss gue ter the best deh,, tumben lo pengertian sama gue bro.,
Soalnya gue udah ada perjanjian sama bokap gue, takutnya nanti kalau sewaktu waktu gue pergi nanti yang disini terbengkalai lagi.
Emang bang Yudha mau kemana ?
Iya bro, lo udah buat perjanjian apa sama bokap lo.,
Gue bakal ngurus kantor pusat perusahaan bokap gue di bandung. Dan gue akan menetap disana., Ucap Yudha penuh dengan beban berat di setiap katanya.
*Lalu gimana sama Safa bang.? apa bang Yudha tega ninggalin Safa.,? Dia baru saja merasa bahagia bang. Aku lihat Safa benar benar nggak bisa di tinggal bang Yudha..
Kamu pikir aku akan setega itu buat ninggalin Safa??? Enggak akan pernah gue ninggal Safa apa lagi melepaskan Safa, Safa adalah separuh jiwaku, kalau Safa pergi dari gue sama saja gue mati.. Gue bakal ajak Safa untuk ke bandung, dan gue akan menikahi Safa secepatnya, .
Gue dukung apapun keputusan lo bro, dan gue juga akan selalu ada di pihak lo apapun yang terjadi nanti.
Makasih Ky, lo emang sahabat terbaik gue*.,
.
Safa dan para sahabatnya masih asik menikmati air pantai, namun tak berapa lama mata Safa seperti menangkap sesuatu yang aneh, ia pun pergi sendiri menghampiri sesuatu itu di ujung jalan jembatan dari kayu itu yang mengarah sedikit ke tengah laut.
Saat semakin mendekat ternyata itu sebuah tangan yang melambai meminta pertolongan, namun karna kepalanya tenggelam jadi si pemilik tangan tak bisa berteriak.
Safa segera menarik tangan itu namun sepertinya ada sesuatu yang menahan tubuh orang itu yang sepertinya seorang wanita. Tanpa pikir panjang Safa segera masuk ke air dan tangannya berpegang erat pada tiang jembatan kayu itu.
Dan ternyata memang benar, kaki wanita itu terjerat oleh tumbuhan laut. Safa pun membantu melepas jeratan itu dari kaki wanita yang sepertinya agak susah untuk dilepas.
Setelah dengan segenap kesabaran Safa akhirnya bisa melepas jeratannya namun ia sendiri sudah sedikit lemas karna sudah terlalu lama menahan nafas didalam air.
Wanita yang di tolong Safa itu pun juga sama lemasnya dengan Safa namun ia masih bisa meraih tangan Safa sebelum tubuhnya benar benar tenggelam. Wanita itu dengan susah payah meyangga tubuh Safa ke permukaan air agar tak tenggelam.
Tolong..!!!!! Tolong...!!!! Tolong... siapapun tolong kami.!.!!!!
Putra yang mendengar samar samar orang meminta tolong pun segera mencarinya setelah pamit pada Rizky karna Yudha tadi pergi ke resort untuk menggambil ponselnya yang tertinggal.
Tolong..!!!! Tolong kami..!!!
Putra semakin mendekat ke asal suara itu dan betapa terkejutnya ia melihat Safa sudah tak sadarkan diri dengan seorang wanita asing itu.
Ya ampun Safa..!!!
Putra segera menarik tubuh Safa ke daratan, lalu juga membantu wanita asing itu naik karna ia juga terlihat sudah sangat lemas. Dan benar setelah ada di daratan wanita itu pingsan. Putra pun segera berteriak meminta pertolongan.
.
Yudha yang baru saja kembali melihat Rizky duduk sendiri tanpa Putra.
Putra kemana ?
Tadi dengar suara cewek minta tolong dia langsung pergi buat nolongin.,
Oh gitu, terus napa lo nggak bantu Putra, ?
Terus siapa yang bakal awasi cewek cewek itu.,
Yudha pun hanya mengangguk setuju, namun mereka di kejutkan dengan suara Putra yang berteriak meminta tolong.
Tolong..!!!! aduh mbak mbak bangun mbak jangan pingsan dulu,.. ahh bikin susah ajaa.
Tolong..!!!! bang Yudha!! bang Rizky!!! Tolong..!!!!
Dari kejauhan Yudha dan Rizky berlari ke arah Putra, Yudha merasa sangat panik saat kedua matanya tidak melihat sosok Safa bersama sahabat sahabatnya. Yudha menjadi semakin panik dan khawatir saat Putra memanggil namanya meminta pertolongan.
Safa bangun Fa., Putra menekan nekan perut Safa mencoba mengeluarkan air yang ada dalam perut Safa.
Mata Yudha terbelalak lebar ketika melihat Safa sudah tak sadarkan diri bersama wanita asing yang juga sama pingsan.
SAFA... Safa kenapa Put..!!!
Aku juga nggak tahu bang.
Yudha segera mengambil alih Safa dan mencoba memberi pertolongan pertama secepatnya. Yudha menekan nekan perut Safa juga memberi nafas buatan. Usahanya pun berhasil, Safa memuntahkan air laut yang tertelan namun ia tak membuka kedua matanya.
Uhukkk, uhukkk.
Syukurlah dek, dek bangun dek, sadar dek,, Putra lo bawa wanita itu,. Rizky lo awasi cewek cewek sana.
Mereka berdua mengangguki ucapan Yudha, dan Yudha segera membawa Safa agar segera mendapat pertolongan. Begitu pun Putra mengangkat tubuh wanita itu untuk di bawa ke pusat informasi yang ada di dekat resort karna Putra tidak mengenal wanita asing itu.
.
Kini Safa sudah di periksa oleh dokter dan setelah memastikan kondisi Safa baik baik saja dokter segera pamit pergi.
Dek bangun dek,,, jangan buat aku cemas gini dong, .maaf aku nggak udah gagal lagi buat jagain kamu.,
Safa seperti ada yang mengajaknya berbicara pun sedikit demi sedikit kesadarannya kembali.
*Uhmm hausss.,
Sayang kamu udah sadar, kamu hausnya ini minum dulu.
Aku dimana Mas ?
Kamu di kamar sayang, kamu tadi nggak sadarkan diri dan sepertinya kamu tadi tenggelam ya karna kamu ngeluarin banyak air tadi.
Dia udah diurus sama Putra, kamu tuh ya udah tau nggak bisa renang kenapa malah bahayain diri buat nyelametin orang lain sih!! kalau sampai terjadi sesuatu sama kamu gimana? kamu nggak kasian sama bapak ibuk dan keluarga kamu, sama teman teman kamu, terutama sama aku dek,! Kalau sampai terjadi aku nggak bakal bisa maafin diri aku sendiri dek..
Massss, aku itu ikhlas tolong orang, aku akan menolong siapa pun itu yang butuh pertolongan, kalau bukan aku mau siapa lagi yang nolong mbak itu, sedangkan hanya aku yang tahu.
Tapi kamu kan bisa minta tolong yang lain buat ngebantu kan, nggak harus kamu sendiri.
Nggak sempat Mas, yang ada orang itu keburu tenggelam., dan aku pasti akan sangat ngerasa bersalah kalau tidak bisa membantu orang itu sedangkan aku bisa menolongnya.
Kamu tu jadi orang terlalu baik dek,. udah mulai sekarang kalau ada apa apa kamu harus kasih tau Mas atau yang lainnya oke. jangan kamu lakuin sendiri jika itu berbahaya buat kamu, ngerti!
Iya Mas ku sayang*.....
Yudha mendengar kata kata sayang keluar dari mulut Safa menjadi sangat senang sekali.
*Kamu ngomong apa dek ? Aku pengen denger lagi dong.,
Ngomong apa ?
Kamu tadi bilang apa ??? Iya apa ???
Apa an sih, udah ahh aku mau bangun cari anak anak yang lainnya.
Ehhh kamu masih lemes dek, udah istirahat dulu aja, ini juga udah panas terik mereka pasti udah pada istirahat dikamarnya.
Enggak mau pokonya aku mau ke tempat mereka Mas, plisssss..
Hufff ya udah Mas gendong ,kamu nggak boleh jalan dulu masih lemes nanti kamu ambruk lagi.,
Dengan senang hati, tapi gendong belakang ya.,
Baiklah my princess, pangeranmu akan menuruti semua keingananmu.
Hahaha lets go*...
Akhirnya Yudha hanya bisa menuruti keinginan pujaan hatinya yang terus memohon untuk berkumpul dengan yang lainnya. Semua sudah tahu dengan apa yang terjadi dengan Safa, dan kini mereka sudah berkumpul semua untuk menikmati makan siang bersama sebelum rombongan orang tua Safa pulang dari sana. Namun Safa juga mengajak Yudha untuk ikut pulang bersama rombongan lainnya dan hanya menyisakan pasangan pengantin baru yang masih akan menikmati hari hari mereka di karimunjawa selama 5 hari penuh.
Yudha pun lagi lagi hanya bisa mengikuti kemauan Safa, namun karna kapal yang ditumpangi rombongan orang tua Safa tidak cukup muatannya alhasil Safa dan lainnya harus menunggu kapal yang akan menjemputnya di sore hari nanti, Safa pun hanya bisa pasrah dengan keadaan.
Setelah melepas kepulangan rombongan Safa memutuskan untuk mengajak Dhian berkeliling sebentar tanpa mengajak Yudha dan Rizky.
*Mas Yudha, aku sama Mbak Dhi jalan jalan sebentar ya sebelum pulang.
Mas temenin kamu,
Enggak usah Mas Yudha sama Mas Rizky istirahat aja kan nanti kalian bakal nyetir mobil jadi biar nggak kelelahan.
Aku nggak lelah kok, biar Mas temenin ayo kamu mau kemana*.,
Safa diam tak bergeming, mukanya sudah ditekuk pertanda protes.
*Sayang aku nggak mau sampai kamu kenapa napa lagi itu aja.,
Aku kan nggak pergi sendiri Mas, ada Mbak Dhi juga kok yang bisa jagain aku. Aku juga bawa ponsel kalau sewaktu butuh bantuan aku pasti langsung hubungin Mas Yudha*.
Yudha hanya bisa menghela napas berat, dan akhirnya melepas Safa untuk berjalan jalan dengan Dhian.
*Ya udah Mas ijinin kamu jalan sama Dhian, tapi janji kalau ada apa apa langsung hubungi Mas oke.,
Siap...
Cium dulu dong, kan udah di ijinin.
Ihhh apa an sih malu ahh, .
Ya udah salim aja*,.
Safa pun menurut untuk mencium punggung tangan Yudha dan Yudha langsung mencium kepala Safa saat Safa menunduk untuk mencium tangan Yudha. Sungguh pemandangan yang menghangatkan jiwa Rizky, ia pun tak ingin ketinggalan, segera Rizky mengangkat tangannya agar Dhian melakukan sama yang di lakukan Safa.
*Beib...
Apa an,.
Salim juga dong beib,..
Ogah.., suami aja bukan..
Ya kan aku pacar kamu calon suami kamu juga,.,
Nggak mau!!!
Beib.....
Diam...
Beibbbbbbb....
Berisik ahh,.
Sayangggggg*.......
Tidak menjawab dan malah membelakangi Rizky, Rizky pun tak hilang akal, dengan gerakan secepat kilat Rizky mencium pipi Dhian, setelah itu ia tersenyum sangat puas bisa mencuri ciuman di pipi Dhian lagi.,
*Rizky!!!!
Hehe jangan marah beib, habis kamu gitu,.,
ihhhh* ,. Dhian pun dengan gemas mencubit perut Rizky dan membuat Rizky meringis kesakitan..
*Aaaaaawwww sssshhh sakit beib.,
Biar tau rasa, ayo Fa kita jalan,.
Hihihi ayo*,.
Safa dan Yudha merasa terhibur dengan tingkah sepasang kekasih itu yang menurut mereka sangat lucu dan konyol.
.
Safa dan Dhian menikmati pemandangan yang tersaji di depan mata mereka, Safa pun iseng iseng mencari cari kepompong atau keong laut yang ada disekitar pantai. Dan saat mereka asik bercanda ada seseorang yang seperti memangil manggil Safa.,
*Mbakk hei... kamu yang kemarin nyelametin saya kan.,
Ehh iya, mbaknya yang kemarin hampir tenggelam itu ya.
Iya itu saya, kita belum sempat bicara kamu udah keburu pingsan. Oh ya kenalkan aku Sheryl..
Aku Safa mbak,.
Iya salam kenal ya., kamu asli sini atau sedang berlibur.,
Aku berlibur bersama keluarga disini mbak, mbaknya sendiri., ehh nggak keberatan kan aku panggil mbak, sepertinya mbak umurnya diatas saya.,
Sepertinya sih iya hehe, ya udah nggak papa kamu juga udah seperti adek aku umurnya.
Oke, dan ini kenalin sahabat aku mbak,
Hai aku Sheryl,
Aku Dhian*.,
Mereka bertiga langsung terlihat akrab dan asik bercengkrama bersama. Sheryl perempuan yang sangat cantik dan ia juga terlihat mudah bergaul dan baik, dan dilihat dari cara berpakaiannya sepertinya ia dari kalangan orang berada.
.
.
.