Cinta Beda Kasta

Cinta Beda Kasta
Mama


Saat kamu melewati ujung jari ku


Kehangatan menyebar di hatiku yang dingin


Aku hanya ingin pergi dan bersandar padamu


Jarak denganmu tidak akan menyempit


kamu tidak harus bisa menyentuhnya


Kamu tidak harus bisa memeluk


Cinta yang kesepian


Lonely love


Ya aku mencintaimu seperti takdirku


Yes I love you


Aku bisa merasakanmu


Kamu bisa mencapai hati ku


Aku ingin menjangkau dan menahan Kamu


Aku merasa seperti aku akan lebih jauh, aku tergantung di sisi kamu


Kamu tidak harus jatuh cinta


Karna aku tahu kamu pasti juga sama denganku.


.


.


Setelah lama keheningan yang terjadi, Safa masih belum menjawab, apa dia ketiduran ?? Atau apa dia marah?? Ku lihat layar ponsel sambungan masih berlangsung namun tak ada suara.


" Halo dek?? kamu ketiduran apa ? "


masih hening,,,


" Halooo, dedek "


" Ii,, iya halo, "


Ahhh syukurlah dia tidak ketiduran atau marah.


" Kamu udah ngantuk berat ya sampai nggak jawab. "


" Eng,, enggak kok Mas, aku cuma kaget aja. "


" Kaget ?? kaget kenapa.? "


" Ituuu, pas Mas Yudha ngomong kalau rindu... "


" Rindu kamu., iya dek aku sangat rindu sama kamu, rindu celotehanmu, omelanmu, yaaa gitu. , hehe"


" Issshh kapan juga aku ngomel sama Mas Yudha, yang ada situ yang suka ngomel. "


" Hehe, gimana hari ini? apakah sangat melelahkan mengurus resto.? "


" Lelah apa, wong aku cuma ngawasin aja kerjanya. Duduk dan santai di ruang kerja Mas Yudha, Semua udah di kerjain sama orang orang kantor Mas Yudha. "


" Bagus dong kalau gitu kamu jadi nggak kecapean kan. "


" Bagus apanya, semua orang kantor jadi pada ngrunjing aku Mas. Semua ngomongin aku yang enggak enggak. "


" Hah serius kamu dek.? Kamu tenang aja besok biar diurus semua sama Rizky. Berani beraninya mereka ngomongin kamu. "


" Ehh, nggak perlu juga kali Mas, aku udah kebal sama gunjingan gunjingan orang. Aku anggap mereka hanya angin lalu aja gitu. hehe. "


" Ya tetap aja mereka nggak bisa dibiarin gitu aja dek. "


" Udah udah nggak usah di bahas lagi. Mas Yudha sampai kapan ada di Bandung ? "


" Nggak tahu juga, kenapa emang,? kamu kangen ya, ? "


" Hahaha apa an, enggaklah., emang siapa aku berani kangen sama bos . "


" Kamu dedek, , orang yang juga sangat aku rindukan. "


" Helehh, emang aku percoyo ngono. "


" Dekkk, "


" Ehmm, "


" Oh yaaa ?? "


" Aku harus gimana supaya kamu percaya. "


" Mas Yudha musti koprol jungkir balik 100 kali baru aku percaya, hahahaha. "


" Cih kamu mau ngerjain aku kan, awas kamu ya kalau aku pulang, "


" Ihhh atutt, tapi bo'ong, hahaha. "


Aku senang sekali mendengar tawa lepasnya walau hanya mendengarnya lewat ponsel tapi sudah sedikit mengobati rasa rinduku yang teramat sangat ini. Aku jadi sedikit melupakan beban berat yang aku rasa. Aku jadi semakin ingin cepat cepat bertemu dengan dia. Tapi aku harus musti sedikit bersabar.


" Kamu nggak ngantuk dek., "


" Ya tadi ngantuk banget, sekarang malah seger gini. "


" Tapi ini udah pukul 10 malam lho dek, kamu harus istirahat biar besok enggak ngantuk. Besok kerja kan .? "


" Iya, ya sudah Mas Yudha juga istirahat biar besok lebih enakan badannya, katanya lagi enggak baik baik aja. "


" Iya, kamu juga gih sana, selamat tidur jangan lupa mimpiin aku ya. "


" Iya selamat malam Mas Yudha, selamat tidur., jangan rindu ya, itu berat Mas Yudha nggak bakal kuat. "


" Hahaa kamu bisa aja., Tapi aku udah punya obatnya kok kalau rindu. "


" Ya , , ya, , ya ,, iya in aja deh. "


" Ya udah aku tutup ya, daa, "


" Daa, assalammu'allaikum. "


" Wa'allaikumsallam "


Tidak terasa sudah satu jam aku asik ngobrol sama Safa, memang kalau hati bahagia waktu tidak akan terasa berjalan dengan cepat. Aku duduk bersender di ranjang dengan senyum yang tak luntur dari wajahku. Ku lihat lagi wajah Safa di layar ponselku, ahh hati ini selalu menghangat jika melihat senyumannya itu. Saat aku asik dengan ponselku terdengar suara ketukan dari depan pintu kamarku. Entah siapa yang mengetuk pintu kamar malam malam gini. Dan aku pun dengan malas menjawab dari dalam dan tak beranjak dari kasurku.


*Siapa??


Ini mama nak*.


Oh ternyata mama,


Masuk aja ma...


Ku lihat mama yang tersenyum padaku dan berjalan mendekat padaku dan duduk berhadan denganku diatas tempat tidur.


" Kamu lagi seneng nak, " ucap mama dengan mengelus tanganku.


" Enggak, biasa aja. " elakku.


" Kamu nggak bisa bohong sama mama nak, mama tadi dengar kamu lagi ngobrol di telfon. Sudah lama mama enggak dengar kamu ngobrol dengan ceria seperti itu nak. " ucap mama lembu dan penuh kasih dan terlihat dari mata mama berkaca kaca.


Namun aku hanya cuek saja walau hatiku sedikit tidak tega melihatnya. Aku tahu selama ini mama sangat menyayangiku, namun mama selalu tidak bisa menolak kata kata papa yang harus mama patuhi. Egois memang papa sejak dulu sampai sekarang ini. Dan itu yang membuatku sedih marah dan terabaikan selama ini. Papa selalu pergi dan mama harus selalu ikut kemana pun papa pergi. Sampai kejadian penculikan itu terjadi papa pun lebih mementingkan bisnis dan memaksa mama untuk ikut dengannya dan mempercayakan urusan pencarian diriku pada Om Darma papa Rizky.


Jika teringat itu emosiku kembali ingin meluap. Namun aku harus bisa menahannya agar tidak menyakiti mama.


" Mungkin tadi mama salah dengar. "


" Tidak sayang, mama mendengar dengan jelas. Kamu terdengar sangat bahagia, kalau boleh mama tahu siapa perempuan itu, yang sudah bisa membuat anak mama ini bahagia dan kembali tersenyum. "


" Dia gadis biasa, namun sangat spesial buat Yudha, dan Yudha tidak akan pernah melepasnya ma. Walau papa dan mama menentang. "


" Mama tidak akan menentang sayang, mama akan mendukung semua keputusanmu dan pastinya itu yang terbaik untuk kamu. untuk kebahagiaanmu. " ucap mama yang terdengar tulus.


" Terimakasih ma, dan tolong bilang sama papa kalau Yudha nggak mau mengikuti kemauan papa dengan perjodohan gila ini. "


" Iya sayang, nanti mama akan coba bujuk papa., ohh ya kalau boleh mama tahu siapa pujaan hati kamu nak. "


" Nanti kalau udah tepat waktunya akan Yudha kenalkan sama mama. Yang terpenting dia gadis baik dan dari keluarga baik baik. Yudha sudah lama mengenal baik semua keluarganya. Dan Bapaknya juga yang sudah menyelamatkan Yudha. Dia yang selama ini mengurus Yudha, bahkan saat yudha sakit pun dia ada di sisi Yudha merawat Yudha sampai sembuh. Dia gadis manis yang lugu, pintar memasak dan mengurus rumah. Sungguh calon istri impian Yudha ma. Walau awalnya tidak mudah untuk mendekatinya. Dia walaupun kelihat lugu namun juga sedikit galak, cuek ."


" Pantas kamu sekarang lebih berisi nak, ternyata ada yang merawat kamu dengan baik selama ini. Sampai kamu berbohong tentang kepulanganmu ke tanah air.? "


" Ya itu juga salah satu alasan yudha, tapi bukan hanya itu alasan yudha bohong, Yudha ingin membangun usaha Yudha sendiri tanpa bantuan papa. Dan selama ini Yudha sudah mendapat penghasilan sendiri diluar dari mengurus anak cabang perusahaan papa. "


" Pasti dia sangat spesial di hatimu nak. Mama akan terus mendoakan kamu dan selalu mendukung kamu nak. "


" Terimakasih ma. "


" Ya sudah tidur gih, sudah larut, mama juga mau tidur. Selamat malam sayang. "ucap mama dengan mengusap kepalaku dan aku hanya tersenyum. Huhh semoga esok lebih baik.


.


.


.