
Tak terasa sudah sebulan safa menjadi asisten yudha, dan hubungan keduanya pun menjadi dekat kembali.
" oh ya fa nanti jadwal ketemu klien jam brapa ?" tanya yudha.
" nanti jam 1 siang mas yudha di resto B. " jawab safa seraya melihat note booknya.
" ya udah nanti skalian kita makan siang aja disana." ucap yudha yang masih sibuk dengan layar laptopnya.
" baik" jawab singkat safa.
Siang harinya setelah safa dan yudha selesai makan siang mereka menunggu klien yudha. Yudha menemui klien yang akan menyewa hotelnya untuk acara pesta ulang tahun.
" baiklah pak yudha trimakasih atas waktunya untuk pembahasan ini, dan ini saya turut mengundang anda untuk acara pesta ulang tahun anak saya. Smoga anda berkenan hadir." ucap pak handoko klien yudha saat selesai pertemuan itu.
" baik pak handoko trimakasih atas undangannya jika tidak berhalangan saya akan sempatkan untuk datang." jawab yudha sopan.
Dan setelah mereka berjabat tangan pak handoko pergi meninggalkan tempat dan tinggal yudha dan safa yang masih membereskan map yang ada di meja.
" oh ya fa besok mau kan nemenin gue ke pestanya pak handoko."ucap yudha penuh harap.
" memangnya kapan mas yudha ?"
" ini pas malam minggu sih, hari sabtu besok ."
" uhm gimana ya mas ,,,"
" lo mau malem mingguan ma cowok lo ya," ucap yudha menduga duga dan sedikit kecewa jika safa menolaknya.
" enggak gitu mas masalahnya aku gak punya baju bagus buat acara itu. yang ada ntar mlah maluin mas yudha lagi."keluh safa.
" masalah baju gampanglah ntar kita ke mall cari baju. "
" enggak ahh mas, gajianku masih lama, aku belum ada duit."
" gampanglah ntar biar gue yang beliin."
" ehhh enggak enggak mas makasih, aku gak mau ngrepotin."
" udah gak ada penolakan ya. elo kan asisten gue, ntar kalau gue sendirian dateng kan males gak ada temen ngobrol."
" makanya mas cari cewek sana, biar gak jones,"ucap safa sambil cekikikan.
" yee ngatain gue lo ya, gue ada sih cewek. tapi gue belom bilang ke dia , gue masih nunggu dia." jelas yudha sambil menatap safa lekat. Safa yang ditatap pun menjadi salah tingkah dan segera mengalihkan pandangannya.
" ee eemangnya kenapa gak langsung tembak aja mas, ntar keburu di ambil orang lain lho."
" dia masih punya cowok. jadi gue mau nunggu dia putus ma cowoknya itu."
" ihh kasian banget ya mas yudha ini, ganteng mapan tapi gak punya cewek, ckckck." ledek safa.
takk
" aduhh mas sakit, ini jidatku napa disentil sih." ucap safa yang meringis sakit karena mendapat sentilan di dahinya oleh yudha.
" abis lo ngeledek gue sih. udah ayo pergi ntar keburu sore lagi." ucap yudha dengan tertawa dan melangkahkan kakinya meninggalkan safa yang masih menggerutu.
Tiba saat yudha mengahadiri undangan dari klien nya pak handoko.
Yudha nampak gagah dengan setelan resminya, dan juga safa yang menemani yudha nampak cantik dengan setelan muslimahnya yang sederhana tapi nampak anggun.
Yudha mengajak safa untuk menemui sang pemilik acara yang tengah berbincang bahagia di atas panggung. Pak handoko pun menyapa yudha dengan sumringahnya.
" selamat datang pak yudha, terimakasih telah berkenan hadir di acara saya." sapa pak handoko.
" sama sama pak handoko, ohh ya panggil saja yudha, karna saya belum berkeluarga." ucap yudha dengan senyum ramah.
" baiklah nak yudha, ohh ya sayang kemari sebentar." panggil pak handoko pada seorang perempuan cantik tinggi semampai bak model yang seumuran dengan yudha.
" nak yudha kenalkan ini anak sulung saya dan kebetulan ratu di pesta ini, dan sayang kenalkan ini nak yudha manager hotel ini."ucap pak handoko dengan bangganya.
" hai aku naura " ucap naura dengan senyum mengembang yang terus menatap yudha tanpa berkedip dan mengulurkan tangannya.
" saya yudha" ucap yudha singkat dan membalas uluran tangan dari naura.
Safa yang tau diri pun memilih untuk menjauh dari tempat yudha. Ia melangkahkan kakinya menuju meja minuman yang tersedia dengan tatanan yang cantik.
" kamu ngapain disini " ucap sinis cewek yang seumuran dengan safa.
Safa pun menoleh ke arah sumber suara dan safa pun membulatkan matanya saat mengetahui siapa yang berbicara padanya.
" heh gagu apa kamu ditanya diem aja.!" seru cewek itu.
" maaf gak ada urusannya dengan kamu aku kesini." ucap safa.
" jelas adalah ini pesta ulang tahun kakak aku , dan kamu gak diundang disini.!"
" sory ya aku kesini juga nemenin bos aku."
" kamu jalan sama om om, pantes putra ninggalin kamu dan lebih memilih aku. ternyata lo udah kampungan murah lagi."
" jaga ya tuh mulut. apa kamu gak punya kaca?? kamu denger baik baik aku yang udah mutusin putra !. aku udah gak butuh cowok macam putra,! ambil tuh bekas aku.! dapet bekas orang aja bangga. ngaca dulu sana" geram safa.
Nana yang emosi mendengar ucapan safa pun mendorong tubuh safa hingga safa tehuyung jatuh dan gelas yang dipegang pun terlepas dari tangannya.
Pyarrrr
Semua mata tertuju pada safa yang terjatuh. Safa meringis menahan sakit karna tangannya sedikit terkilir karna menahan berat tubuhnya. Nana pun tak berhenti disitu, ia memaki safa didepan banyak orang.
" kamu gadis kampung berani beraninya ngatain aku hah" bentak nana penuh emosi.
" kamu..."
" CUKUP !!"
Nana yang akan bicara lagi pun terhenti oleh suara yudha yang menggelegar seisi ruangan. Yudha menatap nana penuh dengan amarah yang meluap luap karena telah menyakiti dan mempermalukan safa di depan semua orang.
" apa apa an kamu hah.!"bentak yudha pada nana dan segera menghampiri safa.
" kamu gak apa apa fa ?" tanya yudha penuh perhatian.
" tanganku sakit mas yudha " jawab safa yang meringis kesakitan. Yudha pun membantu safa berdiri.
" ada apa ini ?" tanya pak handoko yang datang menghampiri bersama naura.
" ini pah cewek kampung udah berani ngatain aku." adu nana dengan raut wajah sedih yang di buat buat pada handoko .
" dia asistenmu kan nak yudha ? tolong kamu nasehati agar berbicara yang sopan pada orang lain." ucap handoko yang sedikit marah karena termakan omongan anaknya.
Yudha menatap tajam ke arah nana yang kini tengah ketakutan karena tatapan mengintimidasinya.
" maaf pak handoko, tanpa mengurangi rasa hormat saya. ini bukan safa yang tidak sopan, dia tidak bersalah, saya tau betul siapa safa. kalau safa sampai tidak sopan itu berarti anak anda yang sudah salah."geram yudha.
" jadi kamu bosnya si cewek kampung ini.." ucap nana yang dopotong oleh yudha.
" dia punya nama!! jangan kamu menghina orang hanya karna dia orang biasa."tegas yudha.
" dan saya juga tau tentang kamu safa dan cowok brengsek kamu itu."lanjutnya.
Semua orang yang ada pun berbisik bisik melihat yudha yang membela safa yang notabene hanyalah seorang asisten.
baik banget ya bosnya udah ngebelain asistennya sendiri.
bosnya gimana sih asisten salah malah dibelain. dan masih banyak lagi yang berbisik bisik hingga membuat panas yudha.
" kamu baik banget sih sama bawahan kamu." ucap naura dengan nada penuh ketidak sukaan.
" emangnya kenapa,?? emang salah bela pacar sendiri. apalagi dia tidak salah.!"ucap spontan yudha yang langsung membuat malu safa.
" mas yudha apa an sih ngomong gitu."bisik safa pada yudha yang hanya direspon yudha dengan senyuman.
" ya ,, safa adalah pacar saya dan juga asisten saya. dan saya percaya padanya. saya permisi pak handoko maaf atas kekacauan ini." ucap yudha seraya berjalan memapah safa keluar dari tempat pesta.
Handoko terdiam tanpa ekspresi, sedangkan kedua putrinya sangat kesal dengan apa yang diucapkan oleh yudha karena sudah membela safa. Dan semua tamu pun memilih untuk menikmati hidangan yang tersedia.