Cinta Beda Kasta

Cinta Beda Kasta
Masih Flashback


The whispers in the morning


Of lovers sleeping tight


Are rolling like thunder now


As I look in your eyes


I hold on to your body


And feel each move you make


Your voice is warm and tender


A love that I could not forsake


'Cause I am your lady


And you are my man


Whenever you reach for me


I'll do all that I can


Lost is how I'm feeling lying in your arms


When the world outside's too


Much to take


That all ends when I'm with you


Even though there may be times


It seems I'm far away


Never wonder where I am


'Cause I am always by your side


We're heading for something


Somewhere I've never been


Sometimes I am frightened


But I'm ready to learn


Of the power of love


The sound of your heart beating


Made it clear


Suddenly the feeling that I can't go on


Is light years away


๐Ÿ’—The power of love_Cellin Dion๐Ÿ’—


Bisikan di pagi hari


Dari para kekasih yang tidur lelap


Bergemuruh bagai guntur


Seperti yang kulihat di matamu


Ku rengkuh tubuhmu


Dan kurasakan tiap gerakanmu


Suaramu hangat dan lembut


cinta yang tak bisa ku abaikan


Karna aku kekasihmu


Dan kau kekasihku


Kapanpun kau merengkuhku


Kan kulakukan yang ku bisa


Aku melayang saat kau dekap


Saat terlalu banyak hal di luar sana


Banyak yang bisa ku raih


Semua tiada arti saat ku bersamamu


Meski kadang ada saat-saat


Seolah aku jauh


Jangan kuatirkan di mana aku berada


Karna aku selalu di sisimu


Kita sedang menuju ke sesuatu


Suatu tempat yang tak pernah ku kunjungi


Kadang aku takut


Namun aku siap belajar


Mengenai kekuatan cinta


Suara detak jantungmu


Memperjelasnya


Tiba-tiba rasa raguku


menjauh dariku


__________________


Cukup lama Safa tertidur pulas, hingga kini matanya mengerjap pelan menyesuaikan pencahayaan yang ada. Safa merasakan tangan kanannya tak bisa ia gerakkan, ada sesuatu yang menggenggamnya, sesuatu yang kekar namun hangat.


.


Safa menolehkan wajahnya ke samping dan ia di kejutkan dengan wajah seseorang yang sangat dekat dengan wajahnya. Wajah seseorang yang sangat tampan yang selama ini memenuhi hati dan pikirannya, seseorang yang sangat ia sayang dan cinta sejak masa kanak-kanak.


.


Di tatapnya wajah damai itu dengan senyuman yang mengembang.


Aku masih enggak nyangka bisa sama kamu Mas, aku tidak menyangka jika perasaan ini akan terbalas indah seperti ini, aku masih tidak percaya jika kamu juga punya perasaan sama seperti aku, bahkan kamu sangat memperjuangkan perasaanmu padaku. Walau aku sudah menyakitimu dengan sengaja ,dengan cara aku menjauhimu dan membuat hati dan perasaanmu terluka dan kecewa atas keputusanku itu.,Maafkan aku Mas, maaf karna sudah menyerah begitu saja bahkan sebelum kita mencobanya. aku berjanji akan memperjuangkan cinta kita bersama Mas, bersamamu, disisimu,apapun yang terjadi aku akan slalu bersamamu..Batin Safa.


Di belainya dengan lembut wajah Yudha, dinikmatinya setiap detik yang berlalu itu.


.


apakah ini sebuah mimpi indah atau tidak..Hahh jika ini memang mimpi aku tidak ingin bangun dari mimpi indah ini. .Mimpi yang membuat hati dan perasaan ini bahagia, dan damai ..Biarlah ku tidur selamanya dengan mimpi indah ini..Tapi ini terasa sangat nyata sekali.. Apakah ini memang nyata??. Gumam pelan Safa, Yudha yang sebenarnya sudah bangun sangat menikmati belaian lembut di wajahnya, lalu mendengar gumaman pelan gadis cantik pujaan hatinya itu ,membuat ia dengan sekuat tenaga menahan senyumnya.


.


Saat Safa hendak menghentikan usapannya dengan cepat Yudha menahannya. Safa pun terkesiap saat Yudha memegang erat tangan kirinya yang tadi untuk membelai wajah Yudha.


" Kenapa udahan ngusap ngusapnya.? "


" Hehe, udahan tidurnya?? nggak lanjut lagi.? " goda Yudha.


" Apa sih Mas Yudha, " Ucap Safa malu karna ia merasa ketiduran di pelukan Yudha tadi dan itu sangat lama.


" Ihhh jadi gemes deh kalau malu malu gitu,. inget ya, kamu nggak boleh kaya tadi selain sama Mas atau keluarga kamu. Kebiasaan kamu itu loh nggak pernah berubah dari dulu. Awas aja kalau kamu tidur di pelukan orang lain. "


" Apa sih Mas, kan aku juga nggak tahu kenapa kebiasaanku itu nggak bisa berubah. "


" Maka dari itu kamu nggak boleh gitu sama orang lain ngerti.! " gemas Yudha pun mencubit hidung Safa.


" Ihhhh Mas Yudha sakittttt, aku juga nggak sembarangan peluk orang kali. " Safa pun merajuk namun itu membuat Yudha tambah gemas.


Cup


Satu kecupan mendarat di hidung Safa. Safa pun merona malu dengan tindakan Yudha itu lalu menundukan kepala.


" Mas Yudha ihh main cium aja. "


" Hehe makanya jangan ngegemesin gitu dong mukanya, jadi pengen cium terus. "


" Idihh, ,itu sih maunya Mas Yudha. Ya udah aku mau cuci muka dulu Mas udah siang, mau makan siang apa.? "


" Kita makan di luar aja, tapi sebelum itu Mas mau ngajak kamu ke suatu tempat dulu. "


" Loh Mas Yudha nggak ngantor.? "


" Hari ini Mas santai kok, lagi nggak ada kerjaan, udah Mas kerjain semalam. "


" Emangnya mau kemana sih ? "


" Rahasia, udah sana kamu cuci muka dulu, tuhh ilernya kemana mana, "


" Ihhh nggak ada ya Mas Yudha. " sebal Safa.


" Hahaha kamu lucu. "


Safa pun buru buru masuk ke kamar mandi yang ada di kamar Yudha untuk membasuh muka. Tak berselang lama ia keluar dari kamar mandi namun di kagetkan dengan sosok Yudha yang sudah berdiri di depan pintu.


" Astagfirullah... Mas Yudha ih seneng banget ngagetin. "


" Hehe, Mas juga mau cuci muka dulu, kamu tunggu di luar ya Mas nggak akan lama. "


" Lama juga nggak papa. " goda Safa dan Yudha pun bergerak hendak mencium Safa lagi namun dengan cepat Safa menghindar dan lari keluar kamar sambil tertawa puas.


Hahahaha


Awas kamu ya dekk, lihat saja nanti kamu nggak bakal bisa lari., hehe lucu ngegemesin banget*....


_________


.


Saat ini Safa dan Yudha sudah di jalan menuju suatu tempat yang akan di jadikan hadiah untuk Safa. Yudha melajukan motornya dengan kecepatan sedikit tinggi, kini pun tak ada lagi jarak antara dirinya dan Safa. Safa diminta untuk memeluknya erat saat berkendara pun tak ada protes seperti biasanya yang di lakukan Safa tiap di minta berpegangan erat pada pinggangnya selalu saja melakukan protes, berbeda dengan sekarang, dengan senang hati Safa memeluk erat Yudha dari belakang.


.


Tak berselang lama motor Yudha masuk ke sebuah area yang di gerbang utamanya di jaga oleh security, dan kini sampailah mereka di sebuah kawasan perumahan yang belum sepenuhnya jadi, masih banyak lahan kosong dan rumah rumah yang masih dalam proses pembangunan. Tempatnya pun tak begitu jauh dari kediaman Safa, cukup waktu tempuh 10 menit berkendara.


.


Yudha pun menghentikan motornya tepat di depan salah satu rumah yang masih tahap finishing,



" Sudah sampai, turunlah dek. "


" Kenapa kita di sini Mas,? Apa ini perumahan milik Mas Yudha juga. "


" Kamu akan tahu nanti. Ayo masuk. " Yudha pun menggandeng tangan Safa masuk ke dalam rumah yang masih belum sepenuhnya beres itu. Rumah yang cukup mewah bagi Safa. Dari luar terlihat biasa dan tidak terlalu besar, namun saat masuk di dalamnya sangat luas dan masih kosong belum ada furniture dan perabotan lainnya.


" Gimana, bagus nggak dek, "


" Bagus Mas, emang ini rumah siapa.? "


" Rumah kamu, rumah untuk kita nanti. "


" Apa??? jangan bercanda deh, nggak lucu. "


" Kapan Mas nggak serius sama kamu sih dek, ayo kita lihat ke belakang. "




Terdapat sebuah kolam renang berukuran sedang disana dan itu membuat Safa takjub.


" Wahhhhh kolam renang. " mata Safa sampai berbinar ditambah pantulan dari air kolam yang menerpa wajahnya membuat wajah Safa bersinar.


" Kamu suka.? "


" Suka banget Mas, "


" Ini sebentar lagi selesai proses pengerjaannya tinggal nanti kita isi furniture sama perabot lainnya sesuai keinginan kamu. "


" Masss , ini berlebihan sekali buat aku... "


" sssstt... Mas hanya ingin yang terbaik buat kamu sayang. Dan ini enggak berlebihan oke. "


" Tapi Mas.... "


" sssstt udah, sekarang kita pulang ya, kasian yang lain udah pada nunggu. "


" Hah?? yang lain? pada nunggu? maksudnya. "


" Kamu nanti bakal tahu ayo. "


Yudha kembali menggandeng Safa keluar rumah itu dan melanjutkan perjalan pulang ke rumah Safa yang tak butuh waktu lama.


.


Saat sampai di rumah, Safa di buat heran karena melihat banyaknya orang yang ada di rumah Safa. Ada para sahabatnya, Rizky sang tangan kanan Yudha, juga ada tetangga dekat Safa dan terlihat juga Pak rt dan Pak rw.


Ada apa ini? kenapa rumahnya ramai orang begini.? apa yang sebenarnya terjadi.


" Guys... kalian kenapa bisa kompakan kesini?" tanya Safa pada para sahabatnya.


" Safaaaaaaa, uhh kita tadi di telfon sama Mbak Dhi di minta kumpul di rumah kamu, tapi herannya kenapa rame gini, terus banyak makanan lagi, emang ortu kamu ngadain acara syukuran apa.? " tanya Alifah.


" Aku sendiri malah kagak tahu ini ada apa. Aku juga kaget kali Fah.. " Saat Safa dan sahabatnya yang lain bertanya tanya kecuali Dhian, Rizky dan para orang tua yang ada di situ yang sudah mengetahui diadakannya acara itu. terdengar suara Pak Endro Bapak Safa yang membuka acara, dan tak berselang lama seseorang berjalan ke arah Safa sambil membawa sebuket bunga mawar merah dan berlutut tepat dihadapan Safa. Safa bingung karna ia tak bisa melihat wajah yang berlutut dihadapannya karna tertutup dengan buket bunga yang cukup besar itu.


.


Dan saat orang itu menyerahkan buket bunganya barulah Safa tahu orang itu siapa, ya orang yang tak lain adalah Yudha. Safa dibuat terkesiap dan ternganga melihat Yudha berlutut di depannya dan di hadapan banyak orang yang ada.


" Mas Yud. " pekik Safa.


" Safa Aulia, maukah kamu menerima pinanganku dan menikah denganku, menjadi istriku satu satunya dan ibu dari anak anakku kelak. Hidup bersamaku, disisiku, dalam suka dan duka selamanya? "


.


Safa sangat terharu sekali dengan semua itu, sampai ia tak mampu berkata kata dan hanya bisa menganggukkan kepalanya dengan berlinang air mata, air mata bahagia. Semua mengucap syukur dan bertepuk tangan saat Safa menerima pinangan Yudha dan dilanjutkan acara tukar cincin lalu semua menikmati hidangan yang ada seraya mengucapkan selamat pada Safa dan Yudha atas pertunangan itu.


Flashback off


.


.


.