Cinta Beda Kasta

Cinta Beda Kasta
Teringat


Di dalam sebuah kamar dengan dekorasi serba pink itu terlihat dua perempuan berbeda usia tengah berbincang serius dan sedikit berbisik karna tak ingin ada yang mendengarnya.


" Kak aku ada ide, gimana kalau kita buat Kak Yudha jijik dan ilfil seilfil ilfilnya sama tuh cewek kampung. "


" Bagus tuh, terus gimana caranya? " Ucap Naura antusias.


" Kita jebak cewek kampung itu, seolah olah dia lagi tidur sama cowok, gimana ? "Ucap Nana dengan seringai liciknya.


" Terus gimana caranya dek, kita kan nggak bisa deket deket tuh cewek kampung. "


" Kakak tenang aja, kakak tinggal terima beresnya aja oke, biar adek kakak yang cantik ini yang jalankan misi, dan kakak ikut aja oke. "


Mereka pun bertos ria dan saling tersenyum licik.


____


Sedangkan di tempat lain....


Safa kini sedang duduk termenung sendirian di gazebo belakang rumahnya, duduk terdiam dan menatap kosong ke arah kolam ikan yang ada di depannya dan bertemankan udara malam nan sunyi. Seolah hanya kesunyian malam yang mengerti perasaan isi hati Safa dan suara musik melow yang terdengar mengalun indah dari ponsel Safa seperti mewakili kata kata dari hatinya.


If you need someone to take your hand


I'd gladly be the one to stay right here, right now.


When everything starts turning bad


I'd take the time to let you know it's true


It's you...


Woo~


The reason i live is you..


Woo~


whatever they say,


I'll say it now


It's always been you


I'm so in love with you


I'd always give it all you know


There's no one else


The one and only you


I'd tell the world a million times,


you are... the apple of my eye.


When everyone starts passing by


I hope that you can see that i've been here...


for you...


When everything starts turning bad


I'd take the time to make things turn around...


for you...


Ah~


The reason i live is you...


Ah~


whatever they say,


I'll say it now


It's always been you


I'm so in love with you


I'd always give it all you know


There's no one else


The one and only you


I'd tell the world a million times,


you are... you are...


(oh you're my love)


It's always been you


I'm so in love with you


I'd always give it all you know


There's no one else


The one and only you


I'd tell the world a million times,


you are... the apple of my eye.


Hum~


Terdengar lagu You are the apple of my eye mengalun indah dari ponsel Safa dan itu membuat Safa menitikan air mata. Bukan karena dirinya itu cengeng, namun kenangan lagu itu saat Yudha menyanyikannya sepenuh hati saat mereka berdua pergi menikmati hari libur di tempat wisata alam yang sangat indah.


Tempat wisata alam yang memacu adrenalin Safa yang sangat takut akan ketinggian itu. Sebuah tempat wisata yang sangat asri di atas bukit dan indah kala untuk menikmati matahari terbit atau pun kala senja menyapa.



Awalnya Safa menolak untuk naik, namun Yudha tak menyerah untuk mengeluarkan seluruh kemampuan maut akan bujuk rayunya juga meyakinkan Safa untuk percaya pada Yudha dan pada akhirnya Safa mau untuk ikut Yudha naik dan tak melepas pegangan tangan Yudha.



" Mas aku takut, kalau jatuh gimana? ini kayunya kuat enggak, mana bunyi krengket krengket gini, nggak mau ahh aku duduk di bawah aja. Ini lebih tinggi dari tempat aku duduk sendiri tadi Mas..." rengek Safa yang benar benar merasa ketakutan dan wajahnya berubah menjadi pucat seketika saat melihat akan ketinggian itu, meski tadi Safa berani sendiri namun sekarang berbeda tempat dan tingkat ketinggiannya.


" Hei Dek, lihat Mas, lihat mata Mas, kamu percaya kan sama Mas, Mas nggak akan biarin kamu jatuh, pegang erat tangan ini dan Mas juga tidak akan melepas tangan kamu oke, dan ini juga kuat kayunya. Kamu tenang, relaks oke, sekarang ikutin Mas kamu jangan lihat bawah, lihat Mas aja. " Ucap Yudha meyakinkan Safa dan menuntun Safa sangat pelan sekali untuk bisa naik sampai ke atas papan kayu yang sudah di bentuk sedemikian rupa agar bisa di jadikan spot foto atau sekedar melihat pemandangan alam.


Dan saat mereka telah sampai di atas Yudha menuntun agar Safa duduk di sebelahnya untuk sekedar menikmati senja kala itu.


" Duduk dek, sekarang kamu buka mata kamu. "Ucap Yudha setelah mereka duduk di pinggiran dengan kaki menjuntai ke bawah menggantung.


" Nggak mau takut. "


" Pemandangannnya bagus banget lho dek, kamu nggak bakal nyesel deh. Kamu buka mata, kalau kamu takut nggak usah lihat bawah. Sekarang kamu buka mata dulu. "


Safa menurut membuka mata pelan dan sedikit mengintip dari sela kelopak mata yang sedikit terbuka. Dan saat matanya terbuka sempurna bukan pemandangan alam yang ia lihat tetapi wajah tampan Yudha yang menyunggingkan senyum manis padanya.


" Nah gitu, luruskan pandangan kamu lihat Mas," Lalu Yudha memegang pipi Safa membelainya lembut dan mengarahkan pandangan Safa untuk melihat arah yang Yudha tunjukkan.


" Wahhhh, ini indah banget Mas, " Safa tersenyum sumringah saat pandangan matanya melihat keindahan alam yang di terangi cahaya senja itu. Yudha pun ikut tersenyum senang melihat Safa tersenyum. Hingga tangannya tergerak untuk membelai lembut kepala Safa dan merangkul pundak Safa.


" Mas bilang juga apa, kamu pasti bakalan suka banget. "


Safa hanya mengangguk senang, sungguh pemandangan yang sangat indah, seperti duduk di atas awan dan menikmati matahari senja yang begitu memukau.


Setelah puas duduk Yudha mengajak Safa untuk turun dan melangkahkan kaki menuju spot selanjutnya.



" Kamu duduk yang tenang oke, nggak usah gugup, cukup lihat Mas aja kalau kamu takut, "


Safa menurut saja meski dirinya di liputi ketakutan namun entah kenapa ia percaya Yudha tidak akan membiarkannya jatuh. Safa lagi lagi tersenyum senang Yudha mengajaknya menikmati pemandangan alam ini. Sungguh Safa tidak menyangka Yudha yang bukan asli Jogja namun tahu tempat wisata yang seperti itu.


Saat Safa asik dengan lamunannya sampai tidak sadar jika Yudha diam diam turun saat melihat salah satu pengunjung membawa gitar, Yudha ingin meminjam sebentar bahkan menyewanya untuk membuat kejutan untuk Safa. Dan saat itulah Yudha menyanyikan lagu You are the apple of my eye dengan penuh penghayatan hingga Safa terlena akan suara Yudha yang menyanyi lagu untuk dirinya itu.


.


.


.