Cinta Beda Kasta

Cinta Beda Kasta
Jangan ganggu Safa lagi


Aku tidak akan membiarkan siapa pun menyakiti kamu, menghina kamu, dan menginjak injak harga diri kamu. Karena kamu adalah segalanya bagiku, bagian terpenting dalam hati, jiwa, dan di fikiranku, kamu adalah hal abstrak di hidupku. Meskipun kamu mencoba menjauh dariku, pergi dariku, aku berjanji pada diriku sendiri dan demi Tuhan aku tidak akan pernah melepasmu pergi jauh dariku. Karena kamu milikku, belahan jiwaku, Bahkan aku bisa menentang dunia jika dunia tak merestui. Apa pun segalanya hanya kamu, untuk kamu dan juga untuk diriku, untuk kita berdua, hanya berdua.


Yudha...


______________


Tiba tiba dari belakang Dhian ada yang menariknya dan...


Plakkk


" Berani kamu tampar adekku. " Bentak Naura kakak Nana. Dhian yang menerima tamparan diam tak bergeming, ia hanya menatap sinis Naura.


" Hei.. Apa apaan lo main tampar orang hah. " Teriak Rizky yang tak terima.


" Untung lo cewek, kalau enggak habis lo sama gue. "Lanjutnya.


" Lo bilang gue apa ? Harusnya lo bilangin tuh cewek biar nggak main tampar adek gue. "


" Adek kamu emang pantes buat di tampar mulutnya biar nggak asal ngejiplak aja kalau ngomong. Dasar cewek ganjen nggak tahu diri. " Seru Dhian lantang.


" Apa kamu bilang,!! " Saat Naura hendak melayangkan tangannya lagi terdengar suara menggelegar yang seketika menghentikan tindakkannya untuk menampar Dhian.


" HENTIKAN.!!! "


" Yu,, yudha. "Naura.


" Mas Yudha, "Dhian.


" Bro. "Rizky.


Ucap mereka serempak.


" Hentikan semua, Dhian kamu nggak apa apa, tolong kamu temenin Safa di room private aku, Ky tolong anter Dhian. " Pinta Yudha dengan sorot tajamnya.


" Oke bro, gue pergi dulu. Ayo beib. "


" Urusan kita belum selesai." Desis Dhian yang masih sangat marah.


" Apa!! " Tantang Nana.


Kini hanya ada Yudha, Naura dan juga Nana yang masih tinggal. Naura masih berusaha menarik perhatian Yudha namun itu hanya sia sia saja karna kini Yudha menatap dua saudara itu dengan tatapan tajam nan dingin.


" Yudha.. "


Yudha mengangkat tangannya sebagai tanda agar Naura tidak melanjutkan ucapannya sebelum ia berbicara sangat serius padanya.


" Cukup! Saya peringatkan pada kamu dan terutama pada adik kesayangan kamu itu, ini hari ini terakhir kali kamu menghina dan merendahkan Safa. Untuk kali ini kamu saya maafkan. Tapi jika kamu., " Menunjuk dan menatap Nana sangat tajam. " Jika kamu berani mengganggu Safa lagi, saya pastikan kamu akan sangat menyesal, kamu akan berhadapan dengan saya langsung. Paham!!! " Bentak Yudha.


" Yudha, kenapa sih kamu selalu bela gadis itu. Dia nggak pantes dapat pembelaan dari kamu. "


" Terus siapa yang pantas? Kamu!! "


" Bu..bukan seperti itu maksudku. Dia cuma gadis kampung yang nggak pantes buat kamu belain, dia.. "


" Stop!!! Terus kenapa kalau dia gadis kampung. Yang kamu sebut gadis kampung itu adalah perempuan yang sangat berarti dalam hidup saya. Dia adalah calon istri saya. "


" Apa??? Nggak mungkin, kamu pasti becanda. Yudha ayolah, kamu sama dia jelas jelas jauh banget bedanya. "


" Saya tidak pernah bercanda dan main main dengan yang namanya wanita. Dan ya Safa memang berbeda, dia wanita terbaik yang pernah ada dalam hidup saya. Dan dia berperan sangat penting selama hidup saya. Kamu saya ingatkan sekali lagi, Jangan pernah mengganggu Safa lagi. Ingat itu. "Tegas Yudha lalu melangkah pergi meninggalkan dua bersaudara itu yang terpaku mendengar kejelasan yang sangat mengejutkan dari mulut Yudha.


Naura dan Nana hanya terpaku dan menahan emosi yang luar biasa. Mereka tidak menyangka jika seorang Safa gadis kampung bisa seberuntung itu mendapatkan seorang yang sangat jauh berbeda dengan dirinya, seorang Yudha yang sangat cuek pada semua orang apa lagi sama yang namanya perempuan bisa dekat dan takluk pada Safa, bahkan menyebutkan Safa sebagai calon istrinya.


" Kak, ini nggak bisa di biarin, aku nggak terima kalau sampai Safa bisa sampai nikah sama Kak Yudha. Cewek kampung itu nggak pantes Kak. Aku nggak rela Kakak sampai kalah sama cewek kampung itu. "


" Kakak juga nggak terima dek kalau sampai Yudha milih siapa itu cewek kampung, dulu Putra begitu mudah kamu ambil dari dia. Tapi Yudha, Yudha susah banget buat Kakak taklukin dek. Apa sih kelebihan tuh cewek kampung di banding Kakak. Papah juga gitu, nggak mau bantu Kakak buat dapetin Yudha. Karena alasan bisnis papah nggak mau sampai putus kerjasama sama Yudha. "


" Tenang Kak, kita cari cara buat misahin mereka. Kita buat Kak Yudha jijik sama cewek kampung itu terus di menjauh deh dari cewek kampung itu. "


" Sip, kita bahas ini lagi nanti, Kakak udah nggak mood. Ayo kita masuk, ntar papah nyari lagi. "


.


.


.