Cinta Beda Kasta

Cinta Beda Kasta
Romantisan berdua


.


Setelah perdebatan panjang juga bermain drama asmara di depan Mama Papa Rizky akhirnya kini Rizky dan juga Dhian berhasil keluar dari rumah besar milik orang tua Rizky dan pergi menuju tempat dimana Yudha dan Safa berada.


.


Awalnya Mama Rizky melarang untuk pergi malam malam. Namun karna Papa Rizky meyakinkan sang istri untuk tidak khawatir dan juga Rizky yang terus merayu juga berjanji akan berhati hati dalam perjalanan dan akan memastikan calon mantunya aman sampai mereka kembali pulang.


.


Dan sebelum mereka berdua keluar dari pintu rumah, Mama Rizky memberi serentetan peraturan juga wejangan panjang kali lebar pada anak dan calon menantunya. Mama Rizky yang mulai protektif pada calon menantunya mewanti wanti Rizky sang anak untuk menjaga baik baik Dhian.


.


Sedangkan diwaktu yang sama beda tempat...


Yudha tengah termenung sendiri di balkon kamar miliknya di villa sembari merokok. Hal yang sangat langka Yudha lakukan bahkan tidak pernah Yudha lakukan lagi semenjak bertemu dengan Safa pemilik hati bahkan seluruh hidup dan jiwa raganya.


.


Yudha merokok jika suasana hati dan pikirannya kalut. Memendam sendiri semua masalah tanpa ingin membagi dengan Safa sang istri karna tidak mau jika nanti malah akan membuat Safa pikiran juga sedih bahkan menangis adalah hal yang paling Yudha hindari.


.


Jika ada Rizky ia baru bisa membaginya dan bercerita untuk meringankan beban pikiran nya. Namun sekarang Rizky berada di tempat yang jauh, jika bercerita melalui telfon ia tidak ingin jika sampai Safa mendengar semuanya.


.


Saking asiknya bergulat dengan pikiran nya Yudha tidak menyadari pintu balkon terbuka dan keluarlah Safa sang istri yang sibuk mengibaskan tangan menghalau bau asap rokok yang sangat di benci nya.


.


Sesaat tadi Safa tengah sibuk membersihkan dapur dan meja makan setelah selesai makan malam, sedangkan Yudha yang sudah selesai makan pamit pada sang istri untuk naik ke lantai  atas lebih dulu.


.


Selesai dengan pekerjaan nya Safa segera menyusul sang suami ke lantai atas dengan membawa nampan berisi dua gelas susu coklat di tangan nya.


.


Safa mencari cari Yudha ke seluruh sudut lantai atas dan ternyata yang di cari tengah asik melamun dengan sebatang rokok yang menyala di tangan suaminya itu.


.


Kening Safa mengernyit heran, baru kali ini ia melihat Yudha merokok selama ia bersamanya. Ada apa ini? Siapa yang mengajari Yudha suaminya itu merokok pikir Safa.


.


Safa membuka pintu balkon dan langsung di sapa oleh asap rokok yang sangat ia benci. Tangan nya mengibas menghalau asap yang berterbangan dengan bebasnya hingga terhirup oleh hidungnya dan membuat pernapasan nya sedikit sesak.


.


" Uhhh... uhuk uhuk. Mas Yudha."seru Safa.


Yudha yang mendengar suara batuk dan panggilan dari sang istri pun membalikkan badan nya serta dengan cepat membuang putung rokok setelah mematikannya.


" Dek..." Yudha sedikit gelagapan melihat sorot mata tajam Safa yang menatapnya, sesaat ia baru tersadar jika sang istri sangat tidak suka dengan asap rokok bahkan membencinya.


" Sejak kapan Mas Yudha merokok.? Siapa yang ngajarin ngerokok.! Apa ada manfaat rokok.? Terus kenapa sekarang ngerokok."cerocos Safa.


" Hehe Dek... sayang aku (berjalan mendekat ke arah Safa.)..."


" Stop.!!! Jangan dekat dekat. Mas Yudha bau rokok. Kalau mau deket sana sikat gigi yang bersih sampai itu bau rokok ilang."


Yudha menghembuskan nafas pasrah dan langsung mengikuti perintah sang istri tercinta untuk segera pergi ke kamar mandi membersihkan mulutnya yang bau rokok.


Karna jika bau ini tidak hilang bisa bisa Safa istri nya itu tak kan mau dekat dengan nya dan yang lebih parahnya lagi istri tercintanya itu tidak mau tidur seranjang dengannya malam ini. Ohhh itu tidak boleh terjadi, karna dirinya pasti tidak akan bisa tidur jika tanpa mendekap sang istri.


Lima belas menit berlalu Yudha kembali ke balkon dimana Safa berada.


" Udah bersih belum.??" Tanya Safa saat Yudha mendudukkan tubuhnya di samping nya.


" Ini minum dulu Mas mumpung masih hangat." ucap Safa seraya menyodorkan gelas berisi susu coklat yang tadinya panas kini sudah menjadi hangat.


" Makasih sayang..." Yudha pun meminumnya hingga separuh.


" Mas..."


" Ya sayang.."


" Sejak kapan Mas Yudha ngerokok? karna aku baru lihat Mas Yudha ngerokok malam ini."


Mendapat pertanyaan dari Safa, Yudha lalu merapatkan dirinya dengan tubuh sang istri lalu membawa tubuh sang istri kedalam dekapan nya untuk menghangatkan tubuh mereka berdua sebelum menjawab.


" Sebenarnya aku udah ngerokok sejak lama, bisa di bilang dari remaja sih."


" Hah apa iya,?? tapi selama kita awal ketemu sampai kita bersama, aku nggak pernah lihat Mas Yudha pegang rokok."


" Iya karna aku ngerokok cuma di saat saat tertentu aja sayang. Hanya di saat hati atau pikiran aku sedih atau kalut aja, jadi nggak setiap saat aku ngerokok, bahkan jarang sekali ngerokok apa lagi saat Aku udah ketemu sama kamu. Kamu tahu Dek, kamu itu udah seperti penawar kegundahan juga kesedihan aku."


" Hilihhh, bener nggak tuh.??"


" Aku beneran sayang, kapan coba aku pernah bohong sama kamu humm.?"


" Ehhh pernah ya Mas Yudha bohong sama aku, waktu pas liburan di karimun itu hayo.!"


" Itu kan beda sayang.... itu kan juga demi kasih surprise buat kamuuuuuu.( Seraya mencubit kedua pipi Safa )..hih kamu tuh gemessssin banget sihh."


" Iiihhhhh Mas Yudha pipi aku tambah tembem nanti. Seneng banget sih nyubit pipi." rajuk Safa dengan bibir yang manyun dan langsung di sambar Yudha dengan cepat.


" Dek..."


" Ya Mas.?"


" Sayang.."


" Dalem Kang Mas ."


" Ihh manis banget sih kamu.. cup cup cup cup.," seluruh wajah Safa tak luput dari kecupan Yudha.


" Sayang.. janji ya kamu nggak bakal ninggalin aku apa pun yang terjadi.. tetap di sisiku.. Awal kita bersama kamu tunjukkan cinta dan percayakan hatimu padaku. Tak pernah sekali pun kamu meragukan aku, meski begitu berat langkah kita nanti berjanjilah untuk tetap di sampingku. Hingga hari tuaku, hingga redup cahyaku kita akan bersama menghabiskan usia bersama bahkan, maut pun tak kan bisa memisahkan kita karna aku akan selalu menyimpan kamu di dalam hatiku yang terdalam."


" Hehe tapi awal kita ketemu lagi setelah sekian tahun tidak seindah yang Mas bilang kan. Dimana Mas Yudha yang hampir nabrak aku tapi langsung main nyelonong pergi gitu aja."


" Hahaha iya ya Dek, tapi waktu awal ketemu itu aku ngerasa lucu, bisa ketemu sama cewek yang bar bar dan unik kaya kamu."


" Enak aja bilang aku bar bar.. enggak ya.. aku gitu ya karna Mas dulu yang mulai. Kalau Mas Yudha enggak nyebelin aku juga pasti bakal kalem kalem bae."


Mereka berdua pun terus berbincang mengenang awal pertemuan mereka setelah sekian tahun lamanya Yudha kecil pergi tanpa sempat berpamitan pada Safa kecil.


" Dingin nggak Dek.,?"


" Enggak begitu Mas, ini kan juga pake selimut lumayan tebel."


" Nggak mau masuk.?"


" Nggak, nanti aja, aku masih pengen menikmati pemandangan langit malam ini, lihat bintang bertaburan sama bulan yang terlihat indah."


Ya... saat ini Safa dan Yudha tengah rebahan di sofa balkon yang berukuran cukup besar untuk bersantai dan rebahan.


" Tapi anginnya rada kenceng lho sayang."


" Tidak mengapa, Hembusan angin malam ini mengingatkan senyummu kemarin yang selalu terbawa sampai sekarang. tidak bisa hilang sampai terbawa mimpi. Sudah lama aku menanti kamu, sampai sekarang bisa jadi satu. hanya kamu yang mau menerima apa keadaanku. Terima Kasih cintamu hanya untuk aku. ingin ku satu, yaitu bersanding denganmu selamanya. tidak ada orang lain yang bisa memisahkan. cukup dirimu yang membuat hatiku tenang. tidak akan hilang karena kamu yang kusayang."


Yudha dan Safa saling menatap dengan dalam. Tatapan penuh cinta, sayang dan saling mendamba. Hingga akhirnya mereka larut dengan penyatuan cinta mereka yang sangat mendalam. Bahkan dingin nya malam dan hembusan angin tak menyurutkan keduanya.


Berharap malaikat kecil segera hadir ditengah tengah mereka, untuk menyempurnakan kebahagiaan juga penguat hubungan Yudha dan Safa.


.


.