Cinta Beda Kasta

Cinta Beda Kasta
Pengajian


Safa terlihat canggung saat Yudha memasuki kamar pribadinya. Walau mereka sudah sah namun karna status baru itulah yang membuat Safa terlihat canggung, berbeda saat sebelum mereka sah walau secara agama. Yudha pun dengan santainya memasuki kamar milik Safa untuk beristirahat sejenak karna Bapak yang menyuruhnya rehat dikamar Safa tadi.


.


Ehh Mas Yudha, ada apa Mas ? apa butuh sesuatu.? ucap Safa segera bangkit dari rebahannya dan segera memakai kembali jilbab yang sempat ia lepas tadi.


Enggak kok, Mas cuma mau istirahat bentar tadi Bapak yang nyuruh istirahat disini., enggak apa apa kan.? ucap Yudha seraya melangkah mendekat ke tempat tidur.


Eng...nggak papa sih Mas, tapi aku juga mau istirahat sedangkan tempat tidurnya enggak mm..muat buat berdua...


.


Kamar Safa yang luasnya hanya 3 x 4 dan ditambah ranjang yang lebar dan panjangnya hanya 1,5 x 2 itu menambah sempit kamar Safa belum lagi ditambah dengan lemari kayu kecil dan meja kecil.


Muat kok kalau cuma untuk berdua, ini masih muat lho kalau cuma buat nampung badan kamu., ucap Yudha seraya menepuk sisi sampingnya ia berbaring.


Uhmm aku udah nggak capek aku mau bantu ibu ibu lagi ya dibelakang.,


Belum sempat tangan Safa mencapai pintu kamar yang tertutup rapat Yudha sudah menarik tangan Safa terlebih dahulu hingga Safa terjatuh di pangkuan Yudha.


Deg


Deg


Jantung keduanya berdetak sangat cepat. Safa cepat cepat segera bangkit namun Yudha menahan tubuhnya agar tetap duduk.


Mm..mas Yudha le.lepas., aku mau bantu ibu dulu., ucap Safa dengan gugupnya.


Istirahat dulu, aku enggak mau nanti malam pas pengajian kamu kelelahan, jadi menurutlah. oke., ucap lembut Yudha namun dengan nada perintah.


Tapi Mas....


Dekkkk,,, nggak ada tapi tapian, sekarang istirahatlah, kalau kamu nggak nyaman karna ada aku disini maka aku yang akan keluar., ucap Yudha yang masih dengan kelembutan.


Safa yang merasa bersalah dan tidak enak pun meminta Yudha untuk beristirahat juga. Akhirnya mereka berdua pun tidur bersama siang itu sebelum nanti malam melaksanakan pengajian.


.


Tak terasa sore menjelang namun Yudha dan Safa masih terlelap dikamar. Semua persiapan sudah beres tinggal menunggu jam dimulainya acara pengajian.


Heru...panggil Ibu.


Injeh bu ?? ada apa..


Adekmu mana,?


Mungkin masih istirahat bu dikamar. Apa perlu Heru bangunin.?


Ya sudah sana bangunin pelan pelan jangan sampai kaget nanti bisa pusing kepalanya, kasian adekmu pasti kelelahan dari kemarin malam kurang tidur.


Injeh bu...


Heru pun pergi ke kamar Safa untuk melihat adiknya. Heru mengetuk pelan pintu kamar Safa namun tak ada jawaban hingga beberapa saat namun masih tetap sama. Heru yang tidak tahu jika didalam ada Yudha juga yang sedang istirahat pun pelan pelan membuka pintu kamar yang ternyata tidak dikunci.


Kedua mata Heru membulat dan langsung kembali menutup pintu kamar dengan sangat pelan. Heru pun senyum seraya geleng kepala. Ia tadi berniat ingin membangunkan adiknya namun karena pemandangan yang ia lihat membuatnya mengurungkan niatnya itu. Didalam kamar Safa dan Yudha tengah tidur lelap sambil berpelukan, itulah yang membuat Heru mengurungkan niat dan segera keluar dari kamar adiknya tanpa menimbulkan suara.


Rizky yang kebetulan lewat melihat Heru tengah berdiri didepan pintu kamar Safa pun segera menghampiri.


Heii, kenapa diem disini.? lihat Yudha nggak.?


Enggak apa apa kok, cuma tadi cari Safa tapi masih lelap banget tidurnya. Dan Mas bro Yudha juga ada didalam masih lelap banget, nggak berani banguninnya...hehe


Pantes aja lelap orang tidur berduaan, .tapi tenang saja biar Rizky yang bertindak,hehehe ,. ucap Rizky dengan senyum jailnya.


.


Rizky pun merogoh saku celananya untuk mengambil ponsel miliknya dan segera menghubungi nomer seseorang, tak berselang lama setelah Rizky menekan tombol hijau terdengar suara ponsel berbunyi dari dalam kamar Safa, cukup lama suara dering ponsel itu dan setelah 3 kali berbunyi akhirnya diangkat juga.


Halo... suara serak orang khas bangun tidur terdengar di ponsel Rizky yang sengaja diloudspeaker.


Halo bro, lo dimana sih.? gue mau pamit pulang dulu nih...


Gue lagi istirahat tidur, ya udah sono pulang ,tapi ntar malem kesini lagi sekalian bawain gue baju..


Bangun woiy ini udah sore lu nggak mau siap siap apa, mentang mentang pengantin baru langsung berduaan aja dikamar.,


tok tok.... gue didepan pintu..


tutt , ponsel dimatikan langsung oleh Yudha.


Hihi dimatiin dia pasti keluar dengan taringnya.


Dan benar saja, baru saja Rizky berhenti bicara pintu kamar terbuka menampilkan muka bantal Yudha, meski begitu tak mengurangi kadar ketampanannya.


Lo tuh berisik tahu nggak!! Safa masih tidur nanti kebangun., seru Yudha dengan tajam.


Eehhh santai bro.... tuh kakak ipar lo dari tadi nungguin diluar mau ngebangunin kalian tapi nggak enak sama lo., nggak peka banget sih jadi adik ipar.


Apa an sih lo, ya udah sana pergi ngapain masih disini. jangan lupa bawain gue baju..


Dasar lu ya, boss nggak berprasaan banget sama bawahan.,


Bawahan kaya lo ngapain harus pakai perasaan., udah sana pergi., jangan sampai lo telat dateng,.


Iya iya gue pergi., Heru gue pulang dulu ntar kesini lagi., gue titip boss rese ini ya, ntar kalau dia ngeselin pecat aja dari adik ipar.,. ucap Rizky seraya melangkah pergi.


Heru pun hanya terkikik melihat debat kedua orang dewasa didepannya itu.


Ohh ya Her, ehh salah sory Mas, mau bangunin dedek ya, dia masih lelap banget, nanti biar aku aja yang bangunin dia.,


Wahh aku berasa tua Mas bro kalau kamu panggil Mas, hehe


Ya kan memang udah semestinya, dan kamu juga jangan panggil aku Mas bro lagi, panggil namaku aja kan aku adik iparmu.


Baiklah Yuu..dha, ya Yuudha,. hehe belum terbiasa jadi kaku..


Nanti juga terbiasa kok.,


Ya udah kalau begitu aku tinggal dulu, jangan lupa bangunin dedek biar nanti nggak keburu buru.


Yudha pun mengangguki ucapan Heru dan kembali masuk ke dalam kamar yang ternyata Safa sudah bangun dan tengah duduk di ranjang sambil memakai jilbabnya.


Enggak kok Mas,. aku juga memang udah mau bangun buat mandi., Oh ya Mas Yudha mau mandi duluan.?


Kamu duluan aja nanti baru aku...


Ya sudah.


.


Kini malam menjelang, acara pengajian pun segera di mulai, terlihat Pak Darmawan datang memenuhi undangan Pak Endro untuk ikut pengajian disela padatnya pekerjaannya.


.


Acara pengajian berjalan sangat lancar, setelah acara pembacaan Qur'an dan doa doa kini dilanjutkan acara hiburan musik hadroh, Safa pun menyumbangkan suara merdunya untuk menyanyikan sebuah lagu yang dipersembahkan untuk sang ibu. Safa bernyanyi diiringi gitar yang dimainkan oleh Heru.


.


Kau memberikanku hidup


Kau memberikanku kasih sayang


Tulusnya cintamu putihnya kasihmu


Takkan pernah terbalaskan


Hangat dalam dekapanmu


Memberikan aku kedamaian


Eratnya pelukmu nikmatnya belaimu


Takkan pernah terlupakan


Oh ibu terima kasih


Untuk kasih sayang yang tak pernah usai


Tulus cintamu


Takkan mampu untuk terbalaskan


Oh ibu semoga Tuhan


Memberikan kedamaian dalam hidupmu


Putih kasihmu


Kan abadi dalam hidupku


Oh ibu terima kasih


Untuk kasih sayang yang tak pernah usai


Tulus cintamu


Takkan mampu untuk terbalaskan


Oh ibu semoga Tuhan


Memberikan kedamaian dalam hidupmu


Putih kasihmu


Takkan mampu untuk terbalaskan


Oh ha oh


Putih kasihmu kan abadi


Dalam hidupku 


Ibu, dan Bapak yang Safa cintai dan hormati. Safa menghaturkan permohonan maaf jika selama hidup Safa ini telah banyak melakukan kesalahan dan kekhilafan, baik kata-kata Safa yang kurang berkenan ataupun perbuatan Safa yang tidak pantas Safa lakukan terhadap Bapak dan Ibu.


Safa menghaturkan terima kasih atas segala bimbingan dan kasih sayang yang telah Bapak dan Ibu berikan kepada Safa sejak dalam kandungan hingga Safa terlahir dan tumbuh dewasa hingga saat ini. 


Safa juga mohon maaf atas segala kesalahan yang telah Safa perbuat, baik sengaja maupun tidak di sengaja. 


Safa mohon ridho dan keikhlasan serta restu Bapak juga Ibu untuk pernikahan Safa.


...ucap Safa setelah selesai bernyanyi dan melanjutkan dengan kalimat permohonan maaf dan meminta doa restu pada kedua orang tuanya diiringi dengan isak tangis Safa dan juga kedua orang tuanya. Ibu yang mendengar kata kata Safa langsung menghampiri Safa dan memeluknya erat, Ibu dan anak itu pun saling memeluk dan menangis terisak.


.


Tak hanya orang tua Safa yang terlihat menitikan air mata, banyak tamu undangan yang hadir di acara itu menitikkan air mata menyaksikan dan mendengar lantunan lagu yang di bawakan Safa. Entah kenapa suara Safa yang penuh penghayatan menghipnotis orang orang yang mendengarnya.


Papah Rizky dan Rizky yang duduk mengapit Yudha ikut terharu menepuk dan merangkul bahu Yudha.


Kamu memang tidak salah pilih pendamping Yudha..Om bangga sama kamu..


Terimakasih Om,


Yudha, Rizky, dan Pak Darmawan terlihat menyeka air mata yang mengalir di pipi masing masing.


Ahhh Rizky jadi inget Mamah Pah, Rizky jadi kangen sama Mamah....hiks


Nanti luangkanlah waktu untuk pulang menengok Mamah, jangan lupa ajak calon menantu Papah karna Mamah mu sangat ingin bertemu dengan calon mantunya..


Iya Pah pasti...hiks papahhhh hiks hiks Rizky mau video call mamah dulu.,.


Papah Rizky pun hanya tersenyum melihat tingkah anaknya..


.


.


.


Sambil dengerin lagunya ungu doa untuk ibu pas ngetik jadi mewek sendiri inget sama ibu yang jauh disana dan jarang berjumpa.🥺🥺