
Malam semakin larut, namun mata ini masih saja enggan untuk terpejam. Hanya tubuh ini saja yang mau rebahan mengistirahatkan badanku yang lelah, bukan lelah karna pekerjaan, namun lelah hati dan pikiran yang berimbas pada tubuh ini.
Waktu sudah menunjukkan pukul 9 malam,. Ku gulir layar ponselku, mencari cari kontak dengan foto seorang gadis manis yang tengah tersenyum. Ingin sekali aku menghubunginya, namun aku masih gamang, aku takut tidak bisa mengontrol diriku untuk tidak cepat kembali ke jogja. Maka dari itu aku sengaja tidak menghubunginya selama 3 hari ini. Dan hanya lewat Rizky dan Heru aku selalu menanyakan kabar Safa.
Namun malam ini, setelah aku mendengar Safa bernyanyi yang aku yakini itu memang dari hati Safa tapi entah untuk siapa, aku ingin sekali menghubunginya saat ini juga. Aku sangat merindukan suaranya saat menyapaku. Aku, , aku sudah tidak kuat menahan gejolak rindu yang besar ini.
Ku putuskan untuk mencoba menghubunginya, semoga dia belum tidur saat ini.
*tutt
tutt
tutt*
Ahh mungkin dia sudah tidur saat ini, namun saat akan ku akhiri terdengar suara dari seberang. Ahh dia menjawab panggilanku. Kudengar suara serak khas orang bangun tidur.
" Hallo *assalammu'allaikum? "
" wa'allaikumsallam*, sudah tidur ? maaf menelfon malam malam. "
" Maaf ini siapa ya? "
Wahh apa dia tidak melihat nama yang menghubunginya sebelum dia menerima panggilanku ini.
" Kamu ngantuk banget ya. " ku abaikan pertanyaan darinya.
" Mas yudha?? "
" Iya ini aku, kamu ngantuk banget ya, maaf udah mengganggu tidur kamu. "
" Mas yudha gimana kabar? aku kira udah di telan bumi. "
Terdengar dari nada suaranya sepertinya dia sedang kesal. Tadi waktu pertama menjawab malas malasan dan sekarang kedengaran kesal, apa aku memang udah mengganggu tidurnya ya.
" Kamu kok ngomongnya ketus gitu sih, ya maaf kalau udah ganggu waktu istirahat kamu, aku matiin ya, selamat tidur, moga mimpi indah. "
" Ehhh tunggu!! "
" Iya ada apa? "
" Mau main matiin aja, iya Mas Yudha udah ganggu tidur aku dan sekarang aku udah nggak bisa tidur lagi, jadi tanggung jawab dong, brani buat ya harus berani tanggung jawab. "
Aku terkekeh mendengar omelannya. Hehe sangat menggemaskan.
" Lhoh aku tanggung jawab apa dong terusan. "
" Ya kan tadi aku udah tidur terus Mas Yudha telfon aku dan sekarang aku jadi nggak bisa merem lagi gara gara Mas Yudha. "
" Hehe iya deh maaf, sekarang mau lanjut tidur apa mau ngobrol.? "
" Mas Yudha apa kabar?, kenapa pergi nggak pamit ? "
" Aku sedikit kurang baik dek, iya maaf kalau aku nggak pamit kemarin, soalnya terburu buru juga., maaf ya , "
" Mas Yudha sakit ?. udah ke dokter? terus sakit apa,? "
" Hehe satu satu dong dek tanyanya. , nerocos aja, kebiasaan deh. "
" Ihh jawab dong, jangan buat khawatir orang. "
" Kamu khawatir sama aku dek ? "
" Ehh eng,, enggak. siapa juga yang khawatirin situ, nggak usah ge er deh. "
" Aku kurang baik karna aku sedang sakit dek. "
" Dokter nggak bisa sembuhinnya dek. nggak punya obatnya juga. "
" Astagfirullah,, separah apa Mas, sakit apa sebenernya ??? "
" Aku sakit karna, "
" Karna ? "
" Karnaaaaa, "
" Karna apa ihh ngomong dong jangan bikin aku cemas Mas Yudha. "
" Aku sakit karna menahan rindu dek,. "
" Apa??? "
" Iya,, aku sakit karna merindukan seseorang. "
" Ya allah Mas Yudhaaaaa!! ihh nyebelin, sia sia aku udah cemas nggak beralasan, taunya cuma kangen sama orang. "
" Hahaha, makasih udah cemasin aku dek, "
" Jangan panggil dek.. aku bukan dek kamu. "
" Terus apa dong, kakak,? ya nggak mungkin dong, apaa sayang., humm, "
" Ihh malah ora jelas banget lho. "
" Hihi terus gimana, aku suka panggil kamu dedek. "
" Terserahlah, kesel debat mbe sampean mas, "
" Haha jangan marah gitu dong,. dek? "
" Hemm. "
" Kok jutek sih. "
" Apa ada apa Mas Yudha, makanya jangan ngeselin. "
" Hehe kamu nggak mau tahu gitu aku rindu sama siapa.? "
" Nggak penting juga buat aku. "
" Beneran nih.,, "
" iyalahh ngapain juga bohong,. dosa. "
" Aku merindukan orang yang saat ini aku telfon. "
hening
hening
hening
.
.
.
To be continue