
Kini tiba dimana hari hari yang melelahkan namun juga membahagiakan. Acara pesta pernikahan Heru kakak ke dua Safa, karna yang pertama sudah menikah dan mempunyai 2 anak dan hidup terpisah karna berhubung dengan pekerjaan kakak Safa yang mengharuskan tinggal di luar kota Jogja.
.
Dan kini pesta perayaan pernikahan Heru yang sperti masyarakat Desa pada umumnya akan menggelar hajatan selama 3 hari, hari pertama dan kedua untuk di hadiri para tetangga juga warga kerabat yang mengenal keluarga Pak Endro beserta istri, dan di hari ketiga yaitu acara inti atau hari ijab qobul yang dilanjutkan resepsi yang akan di hadiri oleh tamu undangan.
.
Dan acara ijab qobul pun di laksanakan di masjid dekat kediaman mempelai wanita dan langsung di lanjutkan acara boyongan, karna keluarga dari mempelai wanita hanya ada paman beserta keluarga kecilnya saja jadi acara akan disatukan dikediaman mempelai pria.
.
Semua keluarga sudah mempunyai peran penting masing masing, Ibu sebagai pengatur masalah belakang,yaitu dapur, konsumsi dan lain sebagainya yang bermasalah dengan hidangan. Sedangkan Pak Endro mempunyai tugas mengatur masalah luar yaitu tenda, dan lain lainnya, dan Safa kebagian untuk mengatur tata rias juga busana.
.
Heru dan Indah pun sangat mempercayakan masalah tata rias juga busana pada Safa kerena Safa sendiri yang meminta untuk mempercayakan itu semua padanya. Safa akan berusaha yang terbaik untuk kakak dan calon kakak iparnya.
.
Hari ini hari kamis dimana Safa sudah janjian dengan salah seorang MUA untuk bertemu di sebuah cafe membahas urusan tata rias pengantin juga keluarga untuk besok hari minggu atau pas hari H.
.
Kini Safa tengah bersiap di kamarnya untuk pergi sesuai janji.
" Kamu yakin mau pergi sendiri nduk? " Tanya Ibu yang entah kenapa perasaan hatinya tidak enak.
" Iya Bu, toh cuma dekat juga tempatnya kan. Udah ibu tidak usah khawatir njeh. "Ucap Safa meyakinkan.
" Enggak nunggu nak Yudha buat mengantarmu. Paling bentar lagi juga dia datang. "
" Mboten bu, Tadi Mas Yud juga ngabari Safa kalau agak siang kesininya soalnya pagi ini ada rapat penting sama klien. Safa juga nggak mau merepotkan Mas Yudha, Safa bisa sendiri kok. Udah ibu nggak usah khawatir doakan saja Safa pergi dan pulang dengan selamat nggeh. Udah Safa pamit dulu nggak enak kalau telat. Assalammu'allaikum. " Ucap Safa buru buru.
" Wa'allaikumsallam... Ati ati nduk. "
Setelah Safa mencium tangan ibunya ia langsung bergegas keluar dan hendak menghidupkan motornya suara seseorang menghentikannya.
" Ati ati dek, ndak usah ngebut. Maaf Mas gak iso ngeterke awakmu, " Ucap Heru dengan berat hati.
" Hehe gak janji... Iya Mas tenang aja oke. Adek Mas kan strong, haha. "
" Kamu tuh, ngeyellllll kalau di bilangi." Mendengar itu dengan gemas Heru mencubit hidung adiknya itu.
" Aaaaa sakit Mas, ya sudah Safa pamit dulu ya. Assalammu'allaikum. "
" Wa'allaikumsallam. "
Sedangkan Ibu yang masih merasa tidak enak pun menghampiri Heru.
" Lho Her kamu juga gak nganter adekmu to. "
" Injeh bu Heru pagi ini harus menjemput Indah buat ukur baju, kemarin Safa bilang kalau baju pengantinnya ada sedikit kendala jadi Heru sama Indah harus kesana sekarang. "
" Oh gitu ya sudah, Ibu cuma entah kenapa perasaannya kok ndak enak ya. "
" Udah Ibu doain aja semoga semuanya baik baik saja. "
" Amiin ya allah, lindungilah anak anak hamba. " .
_____&&&&______
.
Di tempat lain.
Seseorang tengah berbincang serius dengan dua orang lainnya di sebuah sudut kampus yang sepi.
" Pokoknya hari ini kalian harus berhasil, untuk bayaran kalian akan aku kasih jika kalian sukses. Dan ini untuk uang muka dulu. " Ucap cewek itu dengan memberikan beberapa lembar uang seratusan pada dua lelaki muda di depannya.
" Siap, kamu tenang aja, serahkan semuanya sama kita, ya nggak bro. " Ucap lelaki itu dengan seringai jahatnya.
" Dan ini kameranya jaga baik baik jangan sampai hilang atau rusak, tuh kamera sangat mahal. "
" Iya iya, bawel. "
Mereka pun membubarkan diri mereka tanpa menyadari ada seseorang yang telah merekam percakapannya. Orang itu langsung bersembunyi ketika ketiga orang itu hendak berjalan melewati tempatnya berdiri.
.
Sedangkan Yudha yang kini sedang memimpin rapat tiba tiba merasa sesak di dadanya. Ia sendiri bingung kenapa dadanya tiba tiba merasa sesak seperti paru parunya mendadak kehabisan oksigen.
.
Ada apa ini?? Kenapa dadaku sesak banget, hahh aku butuh oksigen. Safa...Ya Tuhan kenapa aku tiba tiba teringat Safa. Kenapa ini. Batin Yudha.
, ___
Di tempat lain Safa kini tengah berada di sebuah cafe dengan seorang wanita paruh baya yang terlihat masih cantik juga anggun sedang membahas sesuatu menyangkut pernikahan kakaknya.
" Jadi konsep riasan besok ingin mengacu ke jawa modern. "
" Iya Bu Siska, dan untuk waktu saya serahkan pada Bu Siska yang tentunya sudah sangat berpengalaman. " Ucap ramah Safa.
" Dan waktu acara akan di mulai pada jam tujuh pagi dan rencananya.... " Safa pun menjelaskan secara detail runtutan acaranya pada Bu Siska selaku MUA.
Setelah mencapai kesepakatan mereka mereka pun berjabat tangan dan Safa memilih untuk pergi lebih dahulu karna masih banyak urusan.
Berselang lima belas menit seorang pria dengan nafas terengah mencoba mencari seorang wanita paruh baya yang tak lain adalah Bu Siska yang kebetulan masih ada di cafe itu dan sedang berbincang dengan seseorang.
" Bu Siska.. "
" Ya saya, ada apa ya?."
" Perkenalkan saya Yudha calon suami Safa, saya langsung saja, apa tadi Bu Siska bertemu dengan Safa? "
" Oh nak Safa sudah pamit pulang dari lima belas menit yang lalu. "
" Apa?!, terus Safa bilang tidak Bu mau kemana lagi gitu. "
" Tidak tuh, cuma bilang langsung mau pulang karna harus ada urusan begitu. "
" Oh ya sudah terimakasih Bu Siska saya permisi. "
Yudha pun pergi dan melajukan motornya kembali ke rumah Safa setelah tadi mendapat telfon dari Ibunya Safa untuk segera menyusul Safa setelah rapat selesai. Dan benar saja begitu rapat di akhiri semua urusan ia serahkan pada Rizky untuk menghandle sementara dan ia pun bergegas pergi dari tempat itu dengan tergesa gesa.
Sesaat tadi.
" Hallo Bu.? "
" Assalammu'allaikum nak Yudha. Apa kamu sudah selesai rapatnya.? "
" Wa'allaikumsallam Bu, iya ini kebetulan Yudha sudah selesai, ada apa Bu.? "
" Kamu sibuk gak nak, Ibu mau minta tolong sama kamu tolong susul Safa di Joglo kafe, tadi Safa pergi sendirian untuk bertemu sama Bu Siska MUA disana, dan perasaan Ibu tidak enak dari tadi Ibu khawatir sama Safa. Tolong ya nak, Ibu kirimkan alamatnya sama Foto Bu Siska. "
" Baik Bu, sekarang Ibu tidak usah khawatir ya, Ibu tenang Yudha pergi sekarang. "
" Iya nak terimakasih. "
" Tidak perlu berterimakasih Bu, Safa sudah tanggung jawab Yudha juga. "
Ya setelah hubungan Safa dan Yudha kembali baik dan sangat dekat Yudha sudah mengikat Safa dengan tali pertunangan yang hanya disaksikan oleh keluarga Safa dan teman teman terdekat Safa juga Rizky sebagai pihak dari Yudha.
.
.
.