
Di situ dhian juga terbiasa tertawa lepas bersama safa juga teman teman heru. Sampai ia tidak menyadari kehadiran seseorang yang teramat ia benci. Dan orang itu pun sedari tadi tak melepas pandangannya pada sahabat safa itu. Dalam hatinya bersorak gembira ada pujaan hati yang ikut bergabung dalam acara sarapan bersama itu.
Setelah acara sarapan selesai para lelaki masih belum beranjak dari duduknya, karna sekarang mereka berganti menikmati camilan juga makanan ringan yang tersedia. Sementara yang wanita mulai memunguti piring kotor juga piring lauk yang sudah kosong.
Ibu dan safa dapat jatah memunguti piring gelas kotor dan sedangkan Dona dan Dhian dapat jatah mencuci piring dan gelas yang sudah safa dan ibu kumpulkan di belakang.
Para lelaki terlibat obrolan obrolan kecil dan sesekali terdengar suara gelak tawa dari mereka. Sedangkan yang wanita juga terlihat saling berceloteh ria dan terkadang saling lempar air dan busa sabun. Siapa lagi kalau bukan safa dan juga adiknya yang sudah seperti tikus dan kucing. Jarang akur akan tetapi mereka saling menyayangi juga melindungi dan saling mendukung satu sama lain. Saat safa memandang dhian ia teringat sesuatu yang dari kemarin membuatnya penasaran.
" Mbakk dhi. "
" Ya apa. "
" Katane mau cerita. "
" Iyo, kemaren aku lupa plus ngantuk, jadi bablas turu deh. hehe. "
" Iki rampungke dulu mbak, terus kita santai santai di gazebo aja oke. "
Setelah selesai semua kerjaan mencuci piring safa dan dhian duduk bersama juga dona di gazebo sambil cerita juga menikmati jajanan pasar yang safa beli tadi.
" Ayo mbak cerita. "
" Iyo,, jadi kemarin itu.... "
Flashback on
Saat dhian akan menancapkan kunci motor ke tempatnya tiba tiba kunci yang ia pegang itu berpindah tangan dengan secepat kilat. Dhian melotot sebal karna seseorang itu telah mengambil kunci motornya tanpa permisi.
Dhian mengeleng kepala jengah karna lelaki itu lagi, kenapa nggak ada bosen bosennya mengganggu dirinya dari tadi pikirnya.
" Anda tidak punya sopan santun apa main ambil barang orang. "ketus dhian.
" Aku dari tadi udah panggil panggil kamu, tapi kamunya aja yang cuek. " ucap rizky santai.
" Mau apa lagi sih., Saya tu mau pulang. Kembalikan kunci saya. "
" Aku anter kamu, tapi kita ambil mobil aku dulu di proyek. "
" Nggak mau, udah sini kembalikan ihh rese banget sih jadi laki. "
" Biarin, kamu nggak ada pilihan lain selain ikut sama aku dan aku antar kamu sampai rumah. "
Dhian yang sudah emosi turun dari motornya lalu merebut paksa kunci yang digenggam rizky. Namun tak mudah merebut kunci dari genggaman rizky. Karna postur tubuh rizky yang lebih tinggi dari dhian juga badannya yang kekar sangat kuat menggenggam kunci dhian.
Rizky mengangkat tangannya tinggi tinggi yang membawa kunci, membuat dhian harus meloncat loncat meraih kunci itu. Saat dhian meloncat dan wajahnya yang tepat di depan wajah rizky entah dorongan dari mana rizky berani mencium pipi dhian.
cup
Satu Kecupan mendarat tepat di pipi kanan dhian. Dhian yang mendapat kecupan dari lelaki di depannya yang tidak ada hubungan apa apa dengan dirinya menjadi kesal dan marah atas tindakan rizky yang spontan itu. Tapi tak menutupi wajahnya yang sangat malu karna baru sekali ini ada yang berani menciumnya.
" KAMU !!!!! Beraninya kamu cium cium saya hah.!!! " Bentak dhian.
" Aku nggak sengaja, kamu itu yang main lompat lompat terus nubruk aku. " kilah rizky yang membuat dhian murka.
Dengan sekuat tenaga karna kesal bercampur malu dhian menginjak kaki rizky dengan kuat.
Aaaaaakkh
Rizky menjerit tertahan karna tak ingin jadi pusat perhatian walau tempat itu sedikit sepi namun masih ada orang lalu lalang. Saat rizky sedikit lengah dhian buru kembali merebut kunci yang ada di genggaman rizky. Kunci berhasil di rebut dhian segera bergegas melangkah pergi,. Namun saat dhian baru akan melangkahkan kaki untuk menaiki motornya ia kembali di kagetkan oleh sepasang tangan yang melingkar di perutnya dan sekali hentakan tubuh dhian terangkat dari motornya.
" Jangan pikir kamu bisa pergi ya. "
" Apa apaan sih, lepas nggak. "ucap dhian sambil mencoba melepas tangan rizky yang melingkar macam gurita itu.
" Bisa diem nggak, apa kamu mau aku cium bukan pipi tapi.... "
" Jangan macem macem kamu. "
" Aku nggak macem macem cuma satu macem aja. "
" Baiklah tapi lepas dulu tangan kamu bisa nggak. "
" Kamu janji dulu. "
" Iyo iyo ra janji. "
" Ehhh kamu pikir aku nggak ngerti ucapan kamu itu... ayo janji yang bener. "
" Iya janji. "
" Nahh gitu dong. Ayo kita pulang, aku anter kamu tapi kita ambil mobil dulu,,. oke beib. "
" Bab beb bab beb,, bebek opo. "
" Bukan bebek baby,,, tapi Beib,,, B E I B BEIB.,,"
" Karepmulah, geli aku. "
Hihi bikin gemes aja sih tuh muka, jadi pengen nyium lagi., hehe eh tadi kenapa aku bisa spontan gitu ya nyium dhian. hahh hati sama pikiranku sudah terpaut padamu beib.,,, batin rizky berbunga bunga.
Rizky mengendarai motor dhian dan dhian duduk manis di belakang rizky dengan penuh kekesalan juga makian yang di tujukan untuk rizky.
Dasar wong gendheng, stress, gila, edan,,, dan masih banyak lagi umpatan umpatan yang di lontarkan dhian dalam hatinya.
Setelah tak berapa lama rizky dan dhian pun sampai di proyek dimana mobil miliknya berada. Rizky mematikan motornya lalu turun dan tak lupa kunci ia bawa karna takut kalau dhian kabur lagi.
Terlihat rizky menghampiri seseorang disana dan rizky memberikan kunci motor dhian pada orang itu. Setelah selesai urusan motor rizky menghampiri dhian lalu mengajaknya untuk masuk kedalam mobilnya, tak lupa juga rizky membukakan pintu mobil agar dhian masuk dengan aman.
" Terus motorku gimana.? "
" Udah kamu tenang aja. Nanti motornya akan sampai di rumah kamu. "
" Emang kamu tahu alamat rumah saya. "
" Kan nanti aku antar kamu pulang. nahh setelah aku tau rumah kamu aku tinggal kasih tahu deh orang suruhan aku., selesai kan. "
Huhh, dhian hanya bisa pasrah saja saat orang di sebelahnya itu memaksa mengantarkannya pulang. Yaa itu lebih baik dari pada adegan cium mencium terulang lagi.
Keheningan terjadi di sepanjang jalan karna dhian yang tak suka banyak bicara dengan orang yang baru ia kenal. Sedangkan rizky sibuk fokus pada laju mobilnya sambil sesekali ia melirik ke arah dhian.
Saat bahagiaku duduk berdua denganmu
Hanyalah bersamamu
Mungkin aku terlajur
Tak sanggup jauh dari dirimu
Ku ingin engkau selalu
Tuk jadi milikku
Ku ingin engkau mampu
Ku ingin engkau selalu bisa
Temani diriku sampai akhir hayatmu
Meskipun itu hanya terucap
Dari mulutmu uuu?
Dari dirimu yang terlanjur mampu
Bahagiakan aku hingga ujung waktuku
Selalu?
Seribu jalanpun ku nanti
Bila berdua dengan dirimu
Melangkah bersamamu
Ku yakin tak ada satupun
Yang mampu merubah rasaku untukmu
Ku ingin engkau selalu
Suara lagu yang di populerkan oleh pasha juga andien terdengar dari radio mobil yang dinyalakan oleh rizky, mengusir keheningan yang ada di dalam mobil.
Menit berganti jam dan setelah sekian lama akhirnya mereka sampai di rumah dhian. Dhian pun bisa bernafas lega karna menurutnya bisa segera bebas dari makhluk astral satu itu. Dhian hendak turun namun tepukan di pundaknya membuatnya mau tak mau menoleh ke arah rizky, namun saat dhian menoleh...
cup
Satu kecupan mendarat sempurna di kening dhian. Dhian terpaku dengan mata melotot pada rizky. Rizky hanya tersenyum manis dan berkata.
" Terimakasih , "
" Dasar gila. !!"
Dhian buru buru membuka pintu mobil lalu turun dan menutupnya dengan kencang.
Blaaammm
Hingga rizky terlonjak kaget.
Flashback off
.
.