
Bandara Internasional Yogyakarta
Pukul 05.30 pagi
tuuttt tuttt
"Lo ada dimana ?"
"gue baru nyampe tempat parkir"jawab sseorang dari telpon.
"gue udah nyampe bandara, bentar lagi gue keluar.!" sambungan telpon terputus sepihak.
Arya Yudha Permana seorang laki laki bertubuh tegap, tinggi badan 180cm, bentuk badan yang perfect dengan lengan yang kekar, dada bidang yang atletis perut bak roti sobek, kulit putih bersih, rambut hitam hidung mancung dan sebuah kacamata hitam yang bertengger menambah rupa yang tampan. Sungguh sempurna ciptaan sang kuasa itu.
Yudha pagi itu baru menginjakkan kakinya dijogja setelah 2 tahun ia melanjutkan pendidikan di USA.
Arya Yudha Permana adalah seorang putra semata wayang dari pasangan Haryo Permana dan Nina Wulandari. Haryo Permana seorang pengusaha properti ternama di Bandung, dan sekarang tengah mendirikan cabang di kota jogja yang nantinya akan dikelola oleh yudha.
Yudha sendiri sudah menjadi seorang pebisnis sejak masih kuliah .Dia memiliki usaha cafe and resto yang ia dirikan dengan sahabat sekaligus sekretarisnya yang bernama Rizky, itupun tanpa sepengetahuan kedua orang tuanya.
Usaha cafenya pun berjalan sukses dan berhasil memiliki banyak cabang dikota kota besar termasuk kota jogja. Dan baru baru ini yudha juga tengah membangun usaha hotel di tengah kota jogja. Walau yudha menempuh pendidikan bisnis di luar negri dan tak bisa langsung turun tangan menangani usahanya pun tak menyurutkan niatnya utk membangun usaha dijogja, semua urusan bisnis ia wakilkan pada Rizky. Itupun Yudha selalu memantau perkembangan usahanya walau tidak langsung dan tengah sibuk dengan pendidikannya.
"Selamat datang dijogja bro. gimana perjalanan lo ?"sambut Rizky memeluk erat tubuh Yudha sahabatnya.
"Terimaksih bro, gue pegel banget berjam jam duduk di dalem pesawat."jawab Yudha membalas pelukan Rizky. Mereka berdua melepas pelukan masing masing berjalan menuju mobil rizky yang terparkir tidak jauh. Rizky memasukkan koper yudha kedalam bagasi mobil setelah menutupnya ia kembali masuk ke mobil dan duduk di kursi kemudi. Yudha sudah duduk dikursi penumpang depan sambil rebahan dikursi yang sudah ia setting untuk rebahan.
"Capek banget ya bro ? mau langsung balik apartemen apa mau makan dulu nihh ?" tanya Rizky.
"Langsung apartemen aja bro, gue pengen cepet cepet tidur dikasur. soal makan gampanglah ntar minta karyawan resto kita delivery aja."jawab yudha dengan mata masih terpejam.
Rizky menganggukkan kepala dan tersenyum mendengar jawaban sahabat sekaligus bosnya itu. "Oke kita langsung apartemen aja, lo tidur aja dulu, masih kurang lebih satu jam baru nyampe ."ucap rizky yang sangat pengertian pada yudha dan diangguki kepala oleh yudha.
Mobil yang dikemudikan rizky telah sampai disebuah gedung apartemen ditengah kota jogja. Rizky memarkirkan mobilnya dibasement apartemen. Dia membangunkan yudha yang tengah tidur dimobil. "bro, bangun bro kita udah nyampe." Yudha menggeliat meregangkan otot ototnya dan membuka matanya. "uhm udah nyampe ya bro ?"tanya yudha yang masih mengumpulkan sebagian nyawanya.
"iya" saut rizky sambil berlalu keluar mobil dan membuka bagasi untuk mengambil koper yudha.
Yudha membuka pintu mobil dan keluar menghampiri rizky yang sudah menunggunya untuk masuk menuju lantai apartemennya yang letaknya dilantai 4.
tringg
pintu lift terbuka menampakkan dua orang lelaki, yang satu tinggi dan tampan, dan yang satunya tidak terlalu tinggi tapi body cukup macho dan manis dengan lesung pipit. Rizky dan yudha keluar dari lift menuju apartemennya.
Rizky menekan password pintu dan klikk pintu terbuka, rizky mempersilahkan yudha masuk. Yudha melihat sekeliling yang ada didalam apartemen rizky. Apartemen bernuansa abu abu dan hitam itu tidak terlalu luas hanya memiliki ruang tamu, dapur kecil, mini bar, 2 ruang kamar tidur + kamar mandi dalam dan 1 kamar mandi luar.
"yud kamar lo yang sebelah kanan ya, udah gue siapin keperluan lo didalem."ucap rizky yang sedari tadi melihat yudha yang masih mengamati apartemen rizky.
"oke kalau gitu gue masuk kamar dulu ya bro."jawab yudha berlalu masuk kekamar akan tetapi sebelum pintu kamar tertutup yudha melongokkan kepalanya keluar "bro ,lo ada motor kagak ?"tanya yudha.
"kagak ada bro knpa memang ?"jawab rizky santai.
"gue minta tolong 1 jam lagi tolong lo siapin motor buat gue ."
"lo yang bener aja dong bro klau minta tolong.! mana ada showroom motor buka pagi pagi gini.!?jawab rizky yang terkejut dengan permintaan sahabat plus bosnya itu.
"emang lu mau kmana sih ? napa kagak pake mobil aja yang jelas jelas ada..." belum rizky selesai bicara yudha sudah memotongnya "gak usah banyak tanya." dan pintu kamar pun tertutup.
"nyebelin banget. untung sahabat baik gue dan juga bos gue dan juga untunggg banget gue udah antisipasi.!" gerutu rizky sambil mengotak atik hpnya segera menghubungi seseorang.
begitu sambungan telfon tersambung
"halo selamat pagi pak, tolong kirim motor sport yang saya pesan kemarin ya,. tolong dikirim ke alamat apartemen saya sekarang juga."
"...."
"oke trimakasih pak dan maaf saya sudah merepotkan sepagi ini."
sambungan telfon terputus. Rizky bernafas lega satu perintah dari yudha sudah beres. Rizky hendak masuk kamar tetapi suara bell pintu membuatnya putar badan untuk membuka pintu. "selamat pagi pak rizky, ini makanan pesanan anda tadi."ucap salah satu pegawai resto yang ia kelola.
"pagi.. terimakasih ya ."jawab rizky dengan senyum manisnya.
"sama sama pak klau bgitu saya pamit balik ke resto lagi." dan rizky hanya menganggukkan kepalanya.
Rizky masuk berjalan meletakkan makanan dimeja dapur dan menyiapkan sarapan untuknya juga yudha. Suara bell pintu terdengar kembali "siapa lagi sih ''gumam rizky.
Rizky membuka pintunya dan ternyata pegawai showroom motor yang ia hubungi tadi. Pegawai itu menyerahkan kunci dan surat surat motor kpada rizky.
" pagi pak ..saya kesini mengantar motor pesanan bapak."
"baik terimakasih dan ini tip dikit buat kamu." ucap rizky memberi sedikit uang untuk sang kurir.
"terimakasih banyak pak saya pamit dulu."
Rizky masuk kedalam dan ternyata yudha sudah siap didepan kamarnya sembari memakai jaket dan sepatu sneakers'nya.
"lo mau kemana sih ? katanya capek pengen tidur ehh ini udah rapi aja ."tanya rizky penasaran.
"gue ada urusan penting bentar."jawab yudha.
"kagak sarapan dulu ? noh udah gua siapin."
"kagak."jawab yudha singkat padat jelas.
Rizky hanya bisa bersungut sungut mendengar jawaban dari yudha.
"mana kunci motornya.?"yudha menengadahkan tangannya pada rizky.
"noh dimeja depan tv. .motor warna merah sesuai kemauan lo.."
Yudha bergegas pergi tanpa menjawab meninggalkan rizky yang dari tadi hanya bisa menggerutu tidak jelas.
dasarrr bos sedeng..kagak bilang terimakasih maen nyelonong pergi aja huhhh nasip gua .gumam rizky
Yudha sampai diparkiran apartemen sambil celingukan mencari motornya. Setelah mendapat apa yang ia cari segera ia menghidupkan mesin motornya. Dering ponsel menghentikan sejenak aktifitasnya. Ia menjawab telfon penting itu.
"Iya halo gimana udah dapat posisinya ? segera kirim lokasinya ke saya... ehm terimakasih." yudha segera melesat jauh meninggalkan apartemen rizky.