Cinta Beda Kasta

Cinta Beda Kasta
Mengganggu saja


Siang itu safa benar benar datang ke tempat yudha dan membawa berbagai macam bahan mentah yang ia beli di pasar tadi.


Setelah safa sampai di depan pintu kamar hotel yudha safa bergegas mengetuk pintu itu. Tak menunggu waktu lama pintu terbuka dari dalam dan menampakkan yudha yang berpakaian santai dan dengan raut wajah yang dibuat buat seolah sedang tidak enak badan.


Safa pun tidak menyadari jika yudha hanya akting didepannya. Safa bergegas masuk setelah dipersilahkan oleh yudha. Yudha sedikit merasa bersalah melihat safa sedikit kesusahan membawa barang belanjaan yang tidak sedikit itu. Tapi apa boleh buat sudah setengah jalan ia menjalankan akting sakitnya.


" maaf ya fa jadi ngerepotin kamu gini."


" iya mas yudha enggak pa pa, ini juga udah jadi kerjaan aku sebagai asisten pribadi mas yudha, jadi sudah tanggung jawab aku. ya sudah aku mau langsung ke dapur, permisi mas."


Yudha hanya duduk dan tiduran di sofa ruang tamu melihat safa dari sana karna tidak mau safa curiga dengan aktingnya. Yudha benar benar terkesima oleh safa yang sangat cekatan dan mahir dengan urusan dapur.


Tak butuh waktu lama masakan safa pun sudah matang dan siap di nikmati. Aroma dari masakan safa selalu membuat perut yudha meronta ingin segera di isi. semangkuk sop ayam kampung, beserta lauk pauknya sudah tertata manis di meja makan. Safa pun bergegas memanggil atasannya untuk segera makan. Yudha yang melihat safa selesai memasak pun langsung memejamkan matanya pura pura tidur.


" mas yudha, mas bangun mas makan dulu. udah siap semua makanannya." ucap safa seraya membangunkan yudha tanpa menyentuhnya.


Yudha pun pura pura menggeliat dan bangun. " udah matang fa makanan nya,?"


" sudah mas, makan dulu gih trus minum obatnya biar cepet enakan badannya."


" iya fa,"


Yudha bangun dari rebahannya lalu berjalan menuju ruang makan dan duduk manis sambil menatap masakan safa yang sudah tersedia dan pastinya menggugah selera makannya.


Disaat yudha tengah menyantap makanan nya terdengar suara ketukan pintu dari luar. Safa pun bergegas membuka pintu setelah mendapat ijin dari yudha untuk membukanya.


ceklek


pintu terbuka,,


" siang pak rizky," sapa safa.


" lhoh fa bukan nya kamu masih ada cuti sehari lagi ya ? kok ini udah di sini aja,?"tanya rizky yang menatap safa penuh selidik.


" masuk dulu pak, iya tadi sebenar nya lagi nyantai di rumah ehh trus si boss telfon katanya lagi gak enak badan gitu."jelas safa sambil mengiringi rizky berjalan masuk.


" ohh gitu "


uhmm ada udang dibalik bakwan nihh, bilang aja kangen, pake bilang sakit segala. Dasar yudha yudha bos sedeng."batin rizky.


" sakit boss " ucap rizky dan menepuk pundak yudha dan seketika membuat yudha terbatuk kaget.


" uhukk uhukk,, kurang ajar lo ngagetin orang makan aja. ngapain lo kesini bukannya kerja mlah keluyuran."seru yudha yang merasa kesal karna gangguan rizky.


" makan sendirian aja kagak nawarin gue lagi."ucap rizky.


" napa sih lo ganggu orang seneng aja, udah sana pergi."


" oke oke gue pergi tapi habis gue makan, hehe," seringai rizky.


" kagak kagak,, udah habis nih lo liat mangkok sop nya udah bersih,"


Safa yang baru saja menghampiri yudha rizky pun ikut menimpali obrolan keduanya.


" mas rizky juga mau makan ? ini di panci masih kok."ucap safa.


Rizky yang mendengarnya pun bersorak girang.


" kamu memang yang terbaik fa, gue juga laper banget ni blum sempat makan siang." rizky pun mengejek yudha karna rencana berduaan dengan safa terganggu oleh rizky.


sialan rizky ganggu aja sih, gak ngerti apa gue mau ngabisin waktu berdua sama safa. Safa juga gitu napa sih pake nawarin dia. nyebelin.gerutu yudha dalam hati.


Rizky menyantap makanan yang di sajikan safa. Mata rizky nampak berbinar merasakan masakan safa yang sangat enak walau hanya menu rumahan yang sederhana.


" wauuw amazing, masakan kamu mantep banget fa. pantesan si yudha seneng banget masakan kamu. enak banget gini." ucap rizky dengan mulut penuh makanan memuji masakan safa.


" biasa aja lho mas itu cuma masakan rumahan, sederhana pula semua orang juga bisa kali masak gituan. gak usah lebay deh."jawab safa dengan senyum manisnya


" beneran fa, coba kamu tanya si yudha. dia itu biasanya paling ribet soal makanan, suka pilih pilih."jelas rizky.


Yudha hanya diam dengan rasa kesal karna gangguan rizky yang tidak tau situasi. Yudha hanya menatap tajam rizky dan yang di tatap pun mengerti dan langsung cepat cepat menghabiskan makanan nya. Dia tidak mau kalau nanti akan berujung panjang masalahnya dengan yudha.


" gue udah kenyang banget nih. makasih ya fa makanan nya. besok besok kalau masak lagi gue di kasih ya fa."ucap rizky dengan kedipan sebelah mata.


Yudha yang melihat tingkah rizky pun melototkan matanya pada rizky sambil berkata tanpa suara. " PERGI "


Rizky bergegas pergi karna sudah mendapat tatapan tajam yudha.