
Sejak saat itu yudha selalu menjaga jarak dengan safa. Safa pun merasa ada yang berbeda dengan yudha. Ingin sekali safa bertegur sapa dengannya tapi yudha seolah sengaja menghindar dari safa.
Setiap akan berpapasan dengan safa yudha pasti putar arah hingga membuat rizky gerah dan mencari ide untuk mendekatkan mereka lagi.
Rizky mencoba mencari tahu kenpa yudha berubah seperti itu, karena dia merasa perubahan yudha berawal dari yudha pulang dari Acara di cafe itu. Rizky seperti sedang mengingat ingat kejadian kemarin kira kira apa yang membuat yudha menjauhi safa. Apa jangan jangan yudha mengira?gumam rizky saat ia tau apa yang menyebabkan yudha berubah.
tokk tokk
pintu diketuk dari luar ruangan yudha.
" masuk."
" siang bro, lagi sibuk gak ? gue mau ngomong sama elo ni." ucap rizky basa basi.
" ngomong tinggal ngomong pake basa basi lo." seru yudha tanpa menatap rizky yang sudah duduk didepannya dan kedua tangannya masih sibuk mengetik dikeyboard laptopnya.
" elo kenapa jadi jutek gini sih yud, lo sejak pulang dari cafe itu jadi beda tau gak."
" gue dari dulu juga gini gak ada bedanya."
" ada bro ada.. sebelum elo pergi sama gue ke kafe itu lo masih murah senyum, lha pulang dari sono lo jadi kaya dulu lagi jutek .apa karna kemarin safa nyanyi mesra ma cowok itu ya. iya kan ngaku deh lo." ujar rizky sambil menatap serius yudha tanpa sadar orang yang dibicarakan ada di depan pintu sedang mematung, karna posisi meja kerja yudha ada di sebelah kanan pintu jadi tidak bisa melihat safa yang ada di depan pintu ruangan yudha.
Ya safa yang sebenarnya tadi ingin menemui rizky tapi tidak ada di ruangannya pun memutuskan untuk keruangan yudha karna pasti akan menemukannya disana.
Tapi saat safa sampai didepan pintu dan akan mengetuk pintu pun ia mengurungkan niatnya karena mendengar namanya disebut sebut.
Jadi safa menunggu yang ada didalam selesai berbicara dan safa juga mendengar semua yang yudha dan rizky bicarakan.
" gue tau lo itu cemburu kan si safa deket ma cowok lain ?"celetuk rizky yang sukses membuat yudha terpaku karnanya.
" apa an sih lo gak usah ngaco kalau ngomong. dia bukan cowok lain mrreka itu pasangan kekasih ."seru yudha yang langsung membuat rizky tertawa terbahak bahak.
" hahaha jadi lo ngira safa itu,..." rizky tidak melanjutkan kalimatnya tetpi malah tertawa semakin keras.
" heh brisik tau gak lo. bisa diem gak sih." seru yudha sambil melempar pena ke arah rizky.
" oke oke hehe gue diem, jadi kemarin elo udah pergi sebelum acara selesai.? makanya gue muter nyari elo kagak ketemu ternyata lo cabut gara gara itu."ujar rizky.
" lo itu ya klau soal bisnis pantang menyerah. tapi soal cewek lo nyerah gitu aja ??? gak gentleman tau gak lo." imbuhnya.
" serah lo mau ngomong apa mending lo keluar dari sini biar gue kerja. kerjaan gue banyak."seru yudha dengan nada juteknya.
" lo mending cari asisten deh ."
" gak ada waktu buat nyeleksi."
" ehmm terimakasih. lo keluar sana ganggu konsen aja."
" oke " Rizky pun beranjak berdiri melangkah keluar tapi alangkah terkejutnya ia mendapati safa berdiri di depan pintu.
" safa ". pekik rizky yang membuat yudha menoleh ke arahnya.
" sejak kapan kamu disitu ?"tanya rizky.
" hehe baru saja pak" jawab safa bohong. Yudha yang mendengarnya pun lega, tapi tidak dengan rizky, ia terlihat biasa saja.
" ya udah kebetulan kamu ada disini sekalian aja ngomongnya ayo masuk dulu. kita bicara didalam sama yudha kalian ." ucap rizky seraya kembali duduk di dalam ruangan yudha.
" ngapain lo balik lagi ?" tanya yudha.
" gini gue udah nentuin asisten buat elo." ucap rizky santai.
" mana orangnya dan siapa ?"
" ini si safa " jawab rizky dengan entengnya membuat safa membulatkan matanya.
" trus kalau dia jadi asisten gue trus lo ?" tanya yudha lagi.
" gue udah ada calon jadi lo tenang aja. gue masih bisa handle kerjaan gue kok "
" serah lo aja " ucap yudha cuek dan kembali mengecek pekerjaannya yang sempat tertunda karna rizky.
". yaudah safa mulai saat ini kamu asisten yudha. kamu harus selalu stay didekat yudha karna setiap saat yudha pasti membutuhkan kamu." ucap rizky seraya tersenyumpenuh arti.
" ba baik pak " ucap safa gugup karna yudha menatapnya dengan sangat tajam.
Rizky pun meninggalkan ruangan yudha dengan senyum lebar. Kini tinggal safa dan yudha yang ada di dalam ruangannya. Mereka sama sama diam tidak tau harus apa. Hingga safa memecah keheningan dengan berdehem.
" ekhmm. m mmaaf pak saya permisi keluar sebentar." ucap safa sedikit gugup setelah mendengar obrolan yudha dan rizky tadi.
". mau kemana ?" tanya yudha cepat dan menjadi kikuk saat safa menatapnya.
" saya mau ambil tas saya yang ada di ruangan pak rizky pak." jawab safa yang di balas dengan anggukkan kepala oleh yudha.
Safa pun bergegas keluar dari ruangan yudha dan menutup pintunya kembali, karna ia mulai sesak karna gugup. Ia memegang dadanya Kenapa aku jadi gugup gini sih, tapi apa benar pak yudha suka sama aku yang orang biasa ini. ahhh gak mungkin gak mungkin mereka tadi pasti cuma becanda. iya hufff ayolah safa tarik nafas buang jangan gugup oke.gumam safa.
Setelah safa keluar dari ruangannya yudha mulai jingkrak jingkrak layaknya anak kecil yang dapat mainan. Yudha sangat senang karna sekarang safa akan selalu berada dekat dengannya tanpa ia harus mencari cari alasan untuk bisa dekat dengan safa.