Cinta Beda Kasta

Cinta Beda Kasta
Menjemput Yudha


Pukul tengah malam pesawat yang Yudha tumpangi sudah mendarat di Bandar udara Ahmad Yani. Sedangkan mobil yang Rizky kendarai baru memasuki kawasan kota Semarang.


Yudha sudah keluar dari pesawat dan sekarang sedang menuju pintu keluar sembari menelfon seseorang.


" Halo gue udah sampai, "


" Ya halo bro tunggu bentar gue baru sampai kawasan simpang lima ini. "


" Gue tunggu 10 menit sampai. "


" Ehhh gila apa,. ini mobil bukan helikopter, mana ada gue sampai situ dalam waktu 10 menit.... "


Tutt tutt tutt


Belum selesai Rizky bicara panggilan sudah di putus oleh Yudha. Dan itu membuat Rizky kesal sendiri.


Dasar sahabat nggak ngakhlak.. maen perintah, main putusin gitu aja dasar.. untung boss gue.. 10 menit sampai bandara?? itu kalau dia yang bawa mobil sendiri. lha gue masih sayang nyawalah, apalagi gue lagi sama bebeb gue. Biarinlah dia nunggu, mending dapet omelan dan yang penting juga selamet sampai tujuan. Gumam Rizky.


Lima belas menit waktu yang Rizky tempuh kini sudah sampai di depan pintu keluar bandara, Rizky menghentikan mobilnya tepat di depan seseorang yang tengah menatap tajam ke arahnya. Rizky kemudian turun untuk menghampiri Yudha dan bermaksud untuk membawakan koper milik Yudha. Namun saat Rizky sampai di depan Yudha, ia harus menerima bogem mentah dadakan dari Yudha. Walau tidak terlalu kuat pukulannya namun Rizky yang tidak siap pun menjadi sedikit terhuyung karenanya. Untung saja Dhian tengah tertidur di dalam mobil jadi tidak melihat itu semua.


Bugh


" Brengsek lo,,, hal penting kaya gini kenapa lo sembunyiin dari gue hah.!!! "


" Awww, sakit bro, "


" Sakit lo bilang, hati gue lebih sakit ky.. lo nutupi hal yang sangat penting dari gue. Dan gue baru tahu sekarang itu pun bukan dari lo. Kecewa gue sama lo. "


" Maaf bro, gue nggak maksud gitu. "


" Apapun alasannya setidaknya lo tetap harus kasih tahu gue ky.. Apalagi ini nyangkut masalah hidup dan mati gue. , Tanpa dedek di hidup gue sekarang, nggak bakal gue baik seperti sekarang ini. paham kan lo. "


" Gue minta maaf bro, iya gue salah. "


Yudha yang masih emosi mencoba meredamnya agar tidak berbuat lebih ke sahabatnya itu. Yudha pun merangkul pundak Rizky dan meminta maaf karna sudah terbawa emosi. Rizky pun mengerti kondisi sahabatnya itu pun dengan besar hati memaafkannya dan mereka pun saling berpelukan layaknya kakak dan adik.


Tak berapa lama mereka bertiga sampai di hotel tujuan. Setelah memarkirkan mobilnya Rizky membangunkan Dhian untuk segera turun dari mobil dan menyusul Yudha yang sudah lebih dulu masuk.


" Sayang,,, bangun kita udah sampai. "


" Uhmm,,, kita udah sampai mana. "


" Kita menginap dulu semalam di hotel baru besok pagi pagi kita ke tempat acara Safa. "


" Hah hotel ?? kamu tadi nggak bilang kalau mau nginep di hotel, jangan macem macem kamu ya. "


" Apa sih sweety.. aku cuma mau satu macem kok. hehe. "


*Bugh


" Aww*, sakit beib, becanda baby,.. becanda, . aku pesan 3 kamar kok, jadi kamu tenang aja. "


" Becandamu nggak lucu tahu nggak.! "


" Iya deh iya maaf, ya udah yuk turun. Yudha udah masuk duluan tuh. "


" Hah kapan orang itu ada ? "


" Sebelum ke hotel tadi kan jemput dia dulu di bandara sayang. "


" Oh. "


Setelah turun dari mobil Rizky membuka bagasi untuk mengambil tas Dhian juga koper miliknya dan juga milik Yudha, setelah itu mereka melangkahkan kaki masuk ke hotel untuk beristirahat semalam, karna besok pagi mereka butuh tenaga ekstra.


.


.


.