
Acara peresmian hotel yudha pun sudah pada puncaknya, para tamu pun berangsur pulang. Kini di situ tinggal yudha, rizky, safa dan juga karyawan hotel, serta karyawan cafe yang mengurus hidangan.
Sedari tadi yudha mencuri pandang dengan safa. Begitupun rizky juga memperhatikan yudha yang tengah curi pandang. Rizky pun senang rencananya mulai dengan baik. Tapi ada juga selain yudha yang mencuri pandang dengan safa, ya dia edy ,pengagum rahasia safa.
Ada rasa suka pada safa tapi edy tidak berani mengatakannya, entah kenapa berat sekali untuknya mengatakan suka yang lebih dari teman.
Ada pula yang iri dengan safa, ibarat safa bocah ingusan, anak baru tetapi malah bisa lebih beruntung karna jabatannya naik jadi asisten bosnya. Sedangkan seniornya yang sudah lama kerja disitu tidak pernah mendapat promosi naik jabatan.
" safa kamu bisa makan makan dulu, saya liat dari tadi kamu belum makan atau minum. Santai saja kamu tidak perlu selalu disamping saya.". ucap rizky pada safa yang sedari tadi hanya mengikutinya .
" alhamdulillah baik pak rizky saya juga sudah haus ,hehe." ujar safa sambil tertawa kecil, lalu berlalu untuk bergabung dengan karyawan lainnya.
Saat safa tengah asik minum ada yang sengaja menyenggolnya hingga minuman yang ia pegang pun tumpah ke bajunya.
" astagfirullah,, " pekik safa yang melihat bajunya basah dan kotor karna minuman. Safa menengok kesebelahnya siapa yang sudah menyenggolnya.
" mbak rara,. mbak sengaja atau gimana ini baju saya jadi kotor mbak." tegur safa pelan tanpa rasa marah karna mungkin yang menyenggolnya tidak sengaja.
" ohh sory fa aku gak sengaja," jawab rara sambil tersenyum remeh.
Safa mengambil tisu dimeja untuk membersihkan bajunya. Hingga edy datang membawakan jaket untuk menutupi baju safa yang menerawang karena basah.
Semua itu pun tak luput dari pandangan yudha. Yudha memalingkan wajah entah kenapa hatinya menjadi panas melihatnya.
" pake ini fa buat nutup baju lu." ucap edy sambil menyodorkan jaketnya. Rara pun segera pergi dari situ dan merasa kesal karna ada yang menolong safa.
" makasih bang," jawab safa dengan senyum manisnya yang membuat edy semakin dag dig dug jantungnya.
Edy setelah memberikan jaket pada safa ia segera bergegas pergi untuk menenangkan jantungnya.
Safa segera memakai jaketnya untuk menutup bajunya, ia pun segera beranjak pergi ingin berpamitan pulang untuk mengganti bajunya yang kotor.
Saat safa berjalan menghampiri rizky dan yudha tiba tiba dari arah samping kanannya ada petugas kebersihan yang membawa papan karangan bunga yang sangat besar ,sampai tidak melihat safa yang tengah berjalan dan hampir saja safa tertabrak kalau saja yudha tidak menarik tangan safa dengan cepat hingga tidak sengaja safa berada dipelukan yudha.
Bughh
" allahu akbar ,, aww " pekik safa pelan sambil memegangi kepalanya yang menabrak dada yudha.
Rizky yang melihat adegan didepannya pun tersenyum kecil.
" lo gimana sih jadi cewek ceroboh banget, jalan gak liat liat ada papan segitu gede ampe gak ngerti." ketus yudha yang belum merubah posisinya.
" Ya allah. ." safa kaget bisa dalam pelukan yudha, ia pun segera melepaskan diri dan agak menjauh darinya.
" maaf pak saya buru buru tadi, saya ingin bicara sama pak rizky."
" saya tidak apa apa pak,"
" syukurlah, ada apa cari saya.?"
" oh ya pak apa setelah ini masih ada acara lagi atau pekerjaan yang masih membutuhkan saya,?"
" iya fa habis ini kita akan ada makan malam bersama semua karyawan cafe, resto, sama hotel. memangnya kenapa ?"
" saya mau minta ijin pulang pak karna baju saya tadi tidak sengaja kena tumpahan minum jadi kotor."
" makanya jadi cewek tu jangan ceroboh, minuman tu buat diminum bukan untuk nyiram baju.!" saut yudha tiba tiba.
sabar safa ini ujian, menghadapi dia kudu sabarrrr. untung dia bersama bos saat ini .kalau enggak uhhh aku jitak bener ni orang songong. batin safa menahan kesal.
Safa hanya mendengus kesal mencebikkan mulutnya dan tidak menimpali omongan yudha. Hanya mata yudha dan safa saling tatap dengan sinis.
" kamu boleh pulang, tapi nanti kamu harus tetap datang ke acara nanti malam, kamu paham." titah rizky.
" insya allah saya datang pak kalau begitu saya pamit undur diri pak. assalammu'allaikum ," jawab safa sopan pada rizky tapi tidak dengan yudha, safa hanya melirikkan matanya menatap yudha sinis.
" wa'allaikumsallam ,"
" lo kenapa bisa deket ma tuh cewek rese sih ?" tanya yudha.
" iyalah dia kan sekarang jadi asisten gue." jawab rizky santai kedua tangannya ia masukkan dalam saku celanannya.
" lo gak bisa dong asal ngangkat orang jadi asisten lo gitu aja."
rizky tersenyum mendengar omongan yudha.
" terserah gue dong, yang penting dia bisa ngerjain tugas yang gue kasih."
Yudha menatap tajam rizky.
" ya gak bisa gitu dong, ,!"
" kenapa lo sewot gini sih ."
"ahh terserah lo ajalah." yudha melenggang pergi gitu aja meninggalkan rizky yang tertawa dalam hati.
ini baru permulaan yudha, tapi tenang gue lakuin ini cuma buat elo nanti. gumam rizky dalam hati.