
Assalammu'allaikum. . .ucap safa sembari memasukkan motornya kedalam rumah.
tumben pintu jam segini masih kebuka ,gumam pelan safa.
"lagi balek nduk ?(baru pulang nak)" tanya ibu seraya melihat jam yang terpajang didinding ruang tamu yang menunjukkan tepat pukul 22.00 .
Safa mencium tangan kanan ibunya.
"enggeh buk, hehe .,kok niki lawange ndengaren dereng ditutup buk ?( iya buk, kok ini pintunya tumben belum ditutup)." tanya safa.
"iyo mau ono tamu, lagi wae balek,.( iya tadi ada tamu, baru aja pulang)."jawab ibu safa.
"ohh emang sinten buk ?"
"awakmu eleng ora karo yudha ?( kamu inget nggak sama yudha?)."tanya balik ibu safa.
"Yudha ? yudha sinten to buk ?" tanya safa penasaran.
Ibu safa pun menceritakan kejadian sore tadi.
FLASHBACK ON
Tok tok tok
Suara ketukan pintu depan rumah safa. Ibu yang tengah memasak didapur pun mematikan kompornya dahulu sebelum beranjak membuka pintunya.
Ceklek
"madosi sinten nggeh ?( cari siapa ya)." tanya ibu dengan ramahnya pada sosok pemuda tampan yang entah kenapa nyasar kerumahnya.
Ibu pun terkejut dengan apa yang dilakukan oleh pemuda dihadapannya. Gimana nggak terkejut ,orang nggak kenal tapi tiba tiba mencium tangannya lalu memeluknya begitu erat.
"Heh sopo kowe !? (hei siapa kamu)." suara bariton bapak safa melerai pelukan pemuda tampan itu. Pemuda itu tersenyum lalu menghampiri bapak safa lalu melakukan hal yang sama pada Bapak safa. Bapak dan ibu safa pun saling pandang, sirat mata keduanya pun seakan bertanya siapa bocah ini, dan kenapa seakan dia mengenal dekat dengan mereka.
Pemuda itu menitikan air mata dipelukan bapak safa. Bapak safa yang merasa aneh pun melepas pelukan pemuda itu. Bapak safa sejenak memandangi pemuda tampan dihadapannya itu. Bapak memicingkan mata seraya mengingat apakah beliau mengenalnya .Pemuda itu tersenyum tangannya mengusap air mata yang jatuh dipipinya.
"Pak ini saya, ini saya yudha pak,."ujar pemuda tampan itu yang tak lain yudha.
"yudha ? yudha siapa ? apa saya mengenal kamu ?."tanya bapak safa dengan dahi yang berkerut alis saling bertautan seakan sedang mencoba mengingat nama itu.
"Bapak ingat tidak waktu 17 tahun yang lalu menyelamatkan seorang anak dan membawanya pulang kerumah bapak ,"
" 17 tahun yang lalu ?"
"iya pak 17 tahun yang lalu di semarang. waktu itu bapak sedang melakukan razia."
" Masyaallah . .itu kamu nak !, kamu yudha anak kecil itu ?!."seru bapak safa .
" iya pak ini yudha, anak yang udah bapak rawat dan bapak tolong."jawab yudha dengan mata berkaca kaca.
Bapak safa pun merengkuh tubuh yudha dan memeluknya erat. Yudha pun membalas pelukan bapak safa. Ibu yang sudah mengingatnya pun tersenyum dan ikut menepuk bahu yudha dengan sayang. Ibu ingat betul bagaimana keadaan yudha kecil saat ditemukan oleh suaminya itu. Ibu sangat miris saat mengingatnya.
". sudah ayo masuk dulu ,.kangen kangenannya lanjut didalam aja."ujar ibu yang membuat kedua orang itu tertawa kecil.
"ayo nak masuk . ,kita lanjut cerita sambil duduk ." seru bapak safa.
"iya pak "
" buk gawekke wedang yo,.(buatkan minum ya)."perintah bapak safa pada istrinya yang dijawab singkat " ya ".
"gimana kabar kamu yud ? ohh ya kamu sudah bisa bhasa jawa belum ?"tanya bapak sambil tertawa mengingat dulu yudha kecil sering bengong kalau mendengar percakapan keluarganya yang semuanya memakai bahasa jawa.
" hehe belum pak, belum pernah belajar bhasa jawa. ,dan nggak ada yang ngajarin yudha ."
"haha ya sudah besok besok belajar yo ,,sinau kawruh boso jowo ,.biar nggak bingung lagi kalau ada yang ngomong jawa."bapak safa terkekeh geli.
"ayo diminum dulu nak yudha,"ucap ibu safa yang masih dengan senyuman diwajahnya yang sudah tak muda lagi.
"iya buk terimakasih ,ohh ya kok rumah sepi buk .adi dan heru dimana ?".tanya yudha sambil menyruput kopinya.
"semua kerja yud, kalau menantu ibuk sama cucu ibuk baru kerumah neneknya ."
"lhoh ibuk udah punya cucu ? siapa yang sudah menikah buk ?" tanya yudha .
" itu adi yang sudah menikah dan sudah memiliki anak perempuan sekarang udah umur 5 tahun."jelas ibu.
" kalau heru masih joko, belum mau menikah, .entah kapan dia mau nikah ."
" oh begitu...." sebelum kalimat yudha selesai diucapkan sudah terputus oleh suara anak gadis yang baru masuk kedalam.
" assalammu'allaikum "
" wa'allaikumsallam ". jawab serempak yang ada diruang itu.
" ehh lagi enten tamu ".dona mencium tangan kedua orang tuanya lalu bersalaman dengan yudha .
" ohh ya yudha kenalkan ini anak bapak yang bontot sendiri.,namanya dona."
Yudha termenung tengah memikirkan sesuatu. Ia trus mengamati dona yang tengah duduk disamping ibu safa.
" lhoh pak, kan anak bapak yang paling kecilkan dedek.? terakhir bertemu kan umurnya udah 5 tahun .kok ini masih SMP ?"
Dedek itu panggilan yudha pada safa kecil.
" haha itu safa yudha .,! sekarang dia sudah jadi anak perawan bapak. Safa sekarang sudah kerja .,dan ini dona anak bapak yang terakhir .dona ini lahir dijogja saat kita sudah pindah kesini." jelas bapak safa.
" ohh gitu, berarti kalau dedek bekerja dedek nggak kuliah dong pak.?"tanya yudha.
" iya yud, sejak kami pindah ke jogja semua sudah tidak seperti saat di semarang dulu. semua sudah berbeda."jawab bapak dengan tersenyum miris .
Yudha yang melihat raut muka bapak safa yang berubah pun mengurungkan niatnya yang ingin bertanya lebih lanjut.
" kamu skarang tinggal dimana yud kok bisa sampai kesini.? bukannya kamu tinggal di bandung ?" tanya ibuk memecah suasana.
" saya sementara tinggal di kota jogja buk, sambil kerja di cafe milik teman saya." jawab yudha yang terpaksa berbohong karna tidak ingin keluarga safa menjaga jarak dengannya hanya karna dia orang yang berada. Karna dia sudah sangat nyaman dengan keluarga ini dan tidak mau jauh.
" ohh cafe mana mas ? mbak safa juga kerja di cafe lho." kini giliran dona yang berbicara karna sedari tadi ia hanya menjadi pendengar saja.
" duhh mas yudha lupa namanya dek ,hehe."ujar yudha berbohong.
" gimana mas ini sama tempat kerja sendiri kok lupa namanya.!" celetuk dona. Semuanya pun tertawa mendengar celetukkan dona.
Yudha dan keluarga safa pun melanjutkan obrolan mereka sampai larut malam hingga yudha pun terpaksa makan malam dirumah safa.
FLASHBACK OFF
" jadi mas yud mriki(kesini) buk ?.tanya safa girang.
" iya ".
" nopo mboten ken nunggu safa to buk ,? safa kan nggeh pengen ketemu mas yud buk .!" seru safa sedikit kecewa lalu memanyunkan mulutnya yang langsung dijapit oleh jari ibuk .Ibu tertawa geli melihat safa yang cemberut, Ibu tahu walau dulu baru kenal safa kecil terbilang dekat dengan yudha walau itu hanya berlangsung sebentar alias singkat.
" wess ahh gek cuci tangan, kaki trus istirahat."
" enggeh buk "
mas yud ,gimana kamu sekarang ? apakah masih seperti dulu apa sudah berubahkah ? apa dia juga ingat sama aku ya ? seperti apa dia sekarang. bahkan aku masih menyimpan fotonya yang dulu sempat bapak ambil sebelum mas yud dijemput keluarganya. itupun aku tidak tau saat mas yud pergi karna pas waktu itu aku tidur .mas yud jahat banget sih pergi gak pamit sama aku. gumam safa dalam hati sembari memejamkan mata dan tertidur memeluk ponselnya yang menampilkan sebuah foto masa lalu, foto seorang gadis cilik yang tengah digendong oleh seorang anak lelaki tampan dan diapit oleh kedua kakaknya.