Cinta Beda Kasta

Cinta Beda Kasta
Curhat


Disisi lain yang tak lain seorang lelaki yang tengah mondar mandir didalam kamarnya tengah menyiapkan baju dan lain lainnya yang akan ia kenakan besok karna esok hari ia tak akan ada waktu untuk itu semua, karna tujuannya yang ia tuju hanya satu yaitu mencegah pernikahan orang tercinta yang tak lain Safa sang pujaan hati.


Saat Yudha fokus sibuk dengan persiapannya karna terburu buru ia sampai tak menyadari seseorang tengah memperhatikannya sedari tadi. Seorang wanita paruh baya mendekat dan menepuk pundak Yudha yang tengah menutup kopernya. Yudha pun terperanjat saat pundaknya di tepuk dari belakang oleh seseorang.


" Eh,, mama bikin Yudha kaget aja. "


" Kamu mau kemana malam malam begini sayang. Mama lihat kamu juga kayanya buru buru banget. "


" Mama mau kan doakan yang terbaik buat Yudha. Yudha minta doa restunya ya ma agar Yudha tidak terlambat juga semua urusan Yudha lancar. "


" Mama pasti akan selalu doakan yang terbaik buat kamu sayang, Memangnya ada masalah apa ? Apa mama boleh tahu. " ucapnya dengan berkaca kaca pada Yudha yang baru kali ini ia meminta doa restu dari mamanya. Karna yang selama ini mamanya tahu anaknya itu sangat introvet dan dingin pada keluarganya. Namun mamanya juga mengerti kenapa anaknya bisa seperti itu, karna itu semua juga karna kesalahan orang tuanya sendiri yang tak bisa mengertikan anaknya.


" Yudha ingin mengejar cinta Yudha ma, Yudha nggak mau kehilangan dia ma, Dia separuh jiwa Yudha, tapi tanpa kabar apa apa dia mau menikah ma, Yudha tidak bisa biarkan itu terjadi, apapun akan Yudha lakuin buat mencegah itu ma. Jadi Yudha mohon doa mama agar Yudha bisa mendapatkan cinta Yudha ma. "


" Tapi sayang, apa kamu akan menghancurkan kebahagiaan keluarganya nak. Itu tidak baik sayang, Semua bisa dibicarakan dahulu baik baik. "


" Yudha tahu ma, Yudha tahu itu.. Mama tenang saja yang terpenting doa dari mama yang Yudha butuhkan saat ini. Ya sudah ma Yudha harus pergi sekarang. Dan tolong jangan beri tahu papa. "


" Ya sudah kamu hati hati sayang. Doa mama selalu menyertaimu. Soal papa kamu tenang saja. "


Yudha pun bergegas pergi setelah mencium tangan mamanya untuk yang pertama kalinya ia lakukan, dan itu membuat air mata sang mama menetes karna terharu oleh perubahan anaknya yang menjadi lebih baik dari sebelumnya yang terlihat dingin dan cuek dengan mamanya sekali pun.


Ya Tuhan, terimakasih sudah membuka hati putraku, aku sangat merindukan putraku yang seperti ini. Ini pertama kalinya putraku meminta doa dan juga mencium tangan saat akan pergi dari rumah. Seperti apakah gadis yang sudah membawa perubahan pada putraku, aku sangat ingin berterimakasih padanya. Berkatnya, putraku menjadi lebih hangat padaku., terimakasih,, terimakasih.


Batin Mama Yudha.


Yudha pergi dengan taksi online yang sebelumnya ia pesan.


Ya Tuhan,, semoga aku tidak terlambat dan apa yang aku lakukan tidak salah. Kamu tega dekk, kamu tega sama aku, kamu tega menikah tanpa memberitahuku. Kamu harus jadi milikku dekk, kamu hanya milikku. Nggak ada yang boleh memilikimu selain aku.


.


.


Di tempat lain kini duduk seorang diri gadis cantik yang tengah menikmati secangkir kopi kesukaannya di bangku taman belakang rumah besar itu. Menikmati malam juga merenungi perasaan hatinya yang di landa kegundahan. Hatinya sedih namun tak mampu ia ucapkan. Hanya air mata yang mewakili ungkapan kata hati yang tak bisa terucap itu.


Dirinya tersentak saat sang kakak duduk di sebelahnya. Buru buru ia menyeka air mata yang sempat menetes tadi.


" Kenapa dek.? "


" Itu hp kamu getar terus kenapa enggak kamu angkat ? Siapa tahu penting. "


" Biarkan sajalah Mas Her, itu cuma Mas Yudha boss aku itu. "


" Tapi mata kamu mengatakan lain lho dekk, kenapa? "


" Mas Her pasti tahu tanpa aku mengatakan kan. "


" Kenapa enggak kamu coba dulu jalani dekk, dari pada kamu sedih begitu. " Ya selama ini Heru tahu perasaan antara Safa dan Yudha. Karena melihat sikap dan tatapan mata saat Safa menatap Yudha dan juga sebaliknya Heru tahu itu sangat berbeda dari tatapan biasanya. Heru yang sangat mengerti adiknya pun tanpa Safa bilang Heru sudah bisa menebaknya.


" Tidak bisa Mas, Mas Heru tahu itukan. Ada tembok besar antara kami. "


" Kamu tahu nggak sebenarnya boss kamu itu siapa.? "


" Tahulah, dia orang berada pastinya. " jawab Safa dengan kekehan.


" Kamu tuh, suatu saat kamu pasti bakal tahu siapa boss kamu itu, dan kamu pasti akan sangat senang. "


" Apa an sih Mas ada ada saja. "


" Ya sudah Mas masuk dulu, jangan lama lama di luar dingin nanti sakit kamu. "


" Iya Mas, dan kalau boss aku telfon Mas Her jangan diangkat ya. "


" Nggak janji. "


" Ihh nyebelin. "


Heru pun masuk ke dalam dan Safa yang masih duduk sendiri di taman kembali meneteskan air matanya. Dadanya terasa sesak saat cinta yang ia rasakan harus terhalang. Safa tidak menampik dengan semua hal yang ia lalui bersama bossnya itu sangat membuat hatinya senang dan merasa di perhatikan walau terkadang juga membuatnya kesal.


Orang itu duduk di samping Safa dan membawanya kedalam pelukannya. Awalnya Safa tidak mengerti dan diam saja. Namun ia kembali lagi tersentak saat sang Kakak Sepupu yang tak lain Yono yang memeluknya sambil berkata... " Menangislah jika itu membuat kamu lega nduk, keluarkan semua unek unek kamu lewat air mata jika itu yang kamu bisa. Tidak usah menutupinya dari Mas Yon. Mas Yon tidak sengaja sudah mendengar pembicaraanmu sama Masmu tadi. "


Safa pun melepas pelukan sang kakak lalu duduk dengan tegak mendongakkan kepala menatap wajah Yono.


" Siapa juga yang nangis Mas, ini tadi kelilipan terus anginnya juga agak kenceng dingin jadi mata aku berair. "kilah Safa.


" Kamu nggak mau jujur sama Mas? nggak mau cerita sama Mas, kamu udah nggak menghargai Mas berarti. " ucap Yono pura pura kesal.


" Ehh Mas Yon kok ngomongnya gitu sih, bukan begitu maksud Safa. Tapi beneran Safa enggak apa apa. " Safa menunduk sedih.


" Memangnya seperti apa laki laki itu yang udah mencuri hati adek bayi Mas ini hum,, "


" Laki laki apa sih Mas Yon nih,. Udah sana masuk istirahat buat acara sakral besok biar nggak capek. "


" Mas nggak akan masuk kalau kamu belum mau cerita semua sama Mas, Dan kalau sampai Mas besok kelelahan sama kesiangan berarti salah kamu. Lalu nanti Budhe akan marah sama kamu, mau kamu Budhe marah ?"


" Lhoh kok salah Safa sih., nggak bisa dong. "


" Makanya lebih cepat kamu cerita lebih cepat pula Mas istirahat,"


" Mas kok ngeyel banget sih. "


" Apa kamu bilang,? Mas ngeyel.? Kamu itu adek Mas nduk, kamu tahu, Mas udah sangat lama menanti kelahiran kamu, sejak kamu masih dalam kandungan Ibumu Mas sudah sangat sayang sama kamu. Jadi Mas nggak mau sampai kamu memendam masalah sendiri. Mas nggak mau kalau kamu sampai sakit karna banyak pikiran , Oke. "


" Terimakasih Mas, " Mendengar ucapan Yono Safa jadi meneteskan air matanya lagi lalu berhambur memeluk Kakaknya itu.


" Sekarang kamu cerita sama Mas ya. Mas bakal cari solusi buat kamu nanti oke. Trust me. " seraya mengelus punggung adiknya agar sedikit tenang. Safa mengangguk lalu bercerita tentang perasaannya yang ia rasa dan pendam selama ini.


" Jadi Safa itu suka sama lelaki yang tidak mungkin bisa Safa gapai Mas, kami berbeda, Dia bagai langit yang sangat tinggi, yang sangat susah untuk Safa gapai. Dan Safa bagai bumi yang jauh dibawahnya. Safa dan dia beda Mas, dan Safa sadar akan hal itu. Bapak juga Ibu tidak mungkin menyetujui hubungan kami. Trauma akan hinaan yang dulu pernah Bapak Ibu terima dari orang kaya membuatnya lebih protektif pada anak soal teman apalagi pasangan. Awal pertemuan kami tidak sengaja dan itu pertemuan yang sangat buruk karna kami bertengkar. Namun semua berubah saat ternyata dia juga bekerja di tempat yang sama dengan Safa, dan rasa yang awalnya kesal berubah menjadi suka. Namun Safa sadar kalau itu pasti akan berat perjuangannya karna ternyata ia juga boss sekaligus pemilik resto juga hotel ditempat Safa bekerja. Safa tidak bisa mengendalikan perasaan Safa saat dia mulai memberikan perhatian yang berbeda ke Safa. Perhatian lebih dari atasan ke bawahan. Karna sikapnya lambat laun semakin lembut dan penuh perhatian ke Safa. Tapi Safa meyakinkan diri jika itu semua hanya ilusi dan tidak nyata. Tapi saat kemarin dia mengucapkan kata rindu ke Safa, Safa jadi bingung Mas, Safa harus bagaimana menyikapinya, karna jujur Safa sangat senang saat dia bilang rindu yang dimana Safa juga merindukan dia. Safa takut sama Bapak juga Ibu. "


" Jadi dia boss kamu, "


" Iya "


" Terus kamu mau nyerah gitu aja sama perasaan kamu. Kalau masalahnya karna perbedaan kasta gitu, berarti kamu harus bisa jadi orang yang pantas buat dia juga agar kamu bisa meyakinkan bapak sama ibu kamu. Ngerti nggak maksud Mas. "


" Enggak ngerti. "


" Jadi gini, perbedaan kalian kan karna dia dari orang yang berada, orang berpendidikan tinggi, kelas atas iya kan. Sedangkan kamu hanya orang biasa, berpendidikan rendah, dari kelas bawah. "


" Iya. "


" Nahh kalau gitu kamu pertama harus bisa mengangkat derajat orang tua kamu dulu. Dengan cara apa? dengan cara kamu belajar lagi sekolah lagi melanjutkan pendidikan kamu yang sempat tertunda dulu. Kamu kan pinter, kenapa enggak melanjutkan ke universitas setelah lulus SMA, Mas dengar dari Ibumu kamu selalu masuk 3 besar di sekolah. "


" Mas tahu sendiri kan. Bapak kerja sendirian, buat kebutuhan sehari hari saja kurang, Safa tidak tega Mas nyusahin bapak terus. Jadi Safa memutuskan kerja dari pada kuliah. Biar bisa bantu meringankan beban Bapak. "


" Iya itu bagus kalau pemikiran kamu buat membantu meringankan beban, tapi kan kamu jangan sampai mengorbankan pendidikan kamu dong sayang. Kamu harus melanjutkan pendidikan kamu, soal biaya jangan di pikirkan, biar Mas yang urus. Kamu tinggal mantapkan niat kamu buat belajar menjadi yang terbaik, sekolah yang setinggi mungkin agar bisa mengangkat derajat kedua orang tua. Setelah itu kamu bisa cari pekerjaan yang bagus sesuai pendidikan kamu. Tunjukkan taringmu agar tidak ada yang merendahkan keluarga kamu lagi. Mengerti. "


" Tapi Bapak sama Ibu gimana Mas. "


" Kamu nggak usah khawatir, biar nanti Mas yang bicara. Sekarang kamu mantapkan dulu hati kamu, soal asmara tidak usah kamu ambil pusing, biar itu mengalir dengan sendirinya. Yang terpenting sekarang masa depan kamu dulu. mengerti. Jika masa depan kamu cemerlang maka dengan mudah kamu mendapatkan juga menjalani cinta yang kamu inginkan. Tanpa rasa takut akan perbedaan seperti sekarang ini. You know sweety,?"


" Yes i know capten. hehe ."


" Good, sekarang kamu masuk istirahat biar besok tidak kelelahan oke. "


" Iya Mas terimakasih buat nasehatnya. "


" Sama sama, udah sekarang jangan sedih sedih lagi. Serahkan semuanya sama Mas. "


Safa pun mengangguk mengerti dan masuk untuk istirahat sesuai ucapan Yono.


Nduk.. nduk.., kasihan kamu, Mas janji akan bantu kamu, Mas nggak mau lihat kamu bersedih lagi. Mas akan lakukan apapun semampu Mas untuk kebaikan kamu. Karna Mas sangat sayang sama kamu adik bayi Mas..


.


.