
Tak sampai lima belas menit Yudha sampai di kampus Safa, motor Yudha memasuki gerbang kampus tempat dimana Safa kuliah. Yudha berhenti saat sampai di depan gedung fakultas Safa dan melepas helmnya lalu membantu Safa turun dari atas motor dan juga melepaskan helm Safa.
Semua mata tertuju ke arah Safa dan Yudha. Apalagi mata para cewek cewek, semua bertanya tanya siapa lelaki tampan blasteran asia yang tampan itu, dan kenapa bisa sampai bersama Safa. Mata mereka memancarkan penuh kekaguman ,sedangkan yang jadi objeknya ia hanya fokus pada Safa yang sedikit kikuk melihat tatapan para teman teman kampusnya itu.
" Kamu kenapa dek,? "
" Itu Mas,, kita jadi pusat perhatian ini. Biasanya Mas Yudha kan nganter cuma sampai gerbang, lha ini tumben sampai depan gedung fakultas . "
" Udah biarin, biar mereka tahu kalau kamu punya Mas. "
" Apa an sih, haha Mas Yudha ini, mana ada . Yang ada Safa punya keluarga Safa. "
" Terserah, yang penting Mas mau tunjukin sama teman teman kamu kalau kamu punya Mas , TITIK. udah sana belajar yang pinter, biar nanti bisa mendampingi Mas di masa depan. Oke. Salim dulu. "
Safa merasa lucu saat Yudha menyuruhnya untuk mencium tangan Yudha, namun Safa tetap melakukannya karna memang Yudha lebih tua darinya dan Safa wajib menghormatinya.
" Inget nanti Mas jemput kamu, jangan lupa nanti kabarin Mas kamu pulang jam berapa. Dan satu lagi, jaga jarak sama yang namanya cowok. "
" ehhh disini nggak ada mahasiswa yang namanya itu cowok... ( hening ) haha Iya iya Mas kuuuuu. Berarti aku juga harus jaga jarak sama Mas Yudha dong, kan Mas Yudha juga cowok. hihi "
Awwww , pekik Safa karna Yudha seperti biasa sangat suka mencubit gemas pipi Safa. Safa merengut dan Yudha tertawa lepas karenanya.
Yudha kembali melajukan motornya keluar halaman kampus dan Safa segera masuk ke dalam kelasnya namun terhenti saat sahabatnya menghadang langkahnya dan mencercanya dengan segudang pertanyaan.
" Alifah.. Udah lama kamu. "
" Udah dari tadi dan aku juga lihat adegan romantis tadiiiiii... OMG tadi guanteng banget Safaaaaaaa, tadi siapa? Pacar? Kakak? Atau siapa? Terus kuliah apa kerja? Kalau kuliah dimana kalau kerja dimana? Terus rumahnya manaaa, ??? "
" Ihhhh satu satu dong tanya nya. Teras terus aja ntar nabrakk.. "
" Ihh Safa aku serius iniii. "
" Aku juga serius kok. Dia Mas Yudha, boss aku juga orang yang sedari kecil aku nanti. "
" Jadi orang itu yang selama ini kamu ceritakan itu. Anak kecil laki laki yang bapak kamu bawa pulang itu. "
" Iyaaa "
" Ihh Safa dia ganteng banget lho. Beruntungnya kamu bisa ketemu dia lagi, mana ganteng banget gitu. "
" Sejak kecil Mas Yudha emang udah ganteng, cuma semakin dewasa kadar kegantengannya tambah. Iya aku beruntung banget Fahh, ternyata selama ini Mas Yudha juga mencari keberadaan aku dan keluarga. "
" Aaaaa sweet banget sihh Mas Yudhamu itu. Jadi pengen deh punya cowok kaya dia. Ngomong ngomong kabar Bang Ed gimana ya.? "
" Aku juga udah lama nggak dengar kabarnya. "
" Ya udah yuk masuk. "
Safa dan Alifah pun melangkah masuk ke dalam kelas karna sebentar lagi kelas akan mulai dan mereka juga satu fakultas yaitu ekonomi.
Sedangkan Yudha kembali ke hotel untuk mengistirahatkan tubuhnya dan tidur kembali selagi masih ada waktu untuknya istirahat sebelum ke kantor dan menjemput Safa.
Pukul sembilan pagi Safa selesai kelas untuk istirahat setengah jam sebelum kembali masuk kelas untuk mengikuti kelas selanjutnya.
" Fa kantin yukk, laper nih belum sarapan. "
" Ya udah ayok, aku juga udah laper lagi. "
" Hah... Lagi??? Tumben makanmu banyak, nggak biasanya kalau udah sarapan dirumah enggak makan lagi. "
" Hehe iya tadi cuma sarapan nasi goreng dikit. "
" Tumben.. Kan ibu kamu kalau masak pasti banyakkan. "
" Aku enggak sarapan dirumah tadi, soalnya pagi pagi banget aku udah berangkat kerja buat nyelesaiin tugas pagi. "
" Kamu masih di resto kan. "
" Iya, tapi bukan waiters lagi, sekarang aku asisten pribadi Mas Yudha jadi ikut kemana pun Mas Yudha berada. "
" Wahh tiap hari enak dong lihat yang ganteng gitu, hihi. "
" Apa an sih kamu. Udah buruan makan ntar keburu habis waktu istirahatnya. "
" Iya iya, ehh tapi kapan kapan ceritain dong awal mula kamu bisa tahu dia orang yang kamu rindukan selama ini. "
" Iya tapi nggak janji ya. "
" Ishhh kam... " Ucapan Alifah terhenti saat seseorang datang menyapa.
" Safa kamu kuliah di sini? "
" Iya kenapa!!! Udah sana pergi,, ganggu aja. " Usir Alifah saat melihat orang itu.
" Aku nggak ngomong sama kamu, aku ngomong sama Safa. "
" Iya tapi masalahnya Safa udah nggak mau lagi ngelihat kamu apa lagi denger suara kamu panggil namanya. Menjijikan. "
Saat orang itu menimpali Safa keburu beranjak berdiri dan mengajak Alifah untuk segera masuk kelas dari pada harus kembali berurusan dengan orang itu.
" Ehh Safa tunggu, aku mau ngomong sama kamu. " Tangannya menarik paksa Safa.
" Lepasin nggak!!! Mau apa lagi sih!! " Bentak Safa.
" Sayang.!!! " Suara yang sangat menjijikan menurut Safa dan sahabatnya pun menggema di kantin itu.
" Tuhh urus pacar menjijikan kamu itu. " Ketus Alifah dan segera menarik tangan Safa dari genggaman tangan orang itu dan pergi meninggalkan orang itu yang menatap kepergian Safa dengan sendu.
Safa yang awal mulanya tersenyum ceria kini berubah masam semasam masamnya karna pertemuan tak terduga itu.
.
.