
Di ruang kerja milik Yudha terdengar suara dua orang bercakap cakap membahas soal pekerjaan, Yudha dan Jo terlihat serius dalam membahas pekerjaan sebelum Safa mengetuk pintu dan masuk ke dalam seraya membawa nampan berisikan dua cangkir teh hangat untuk suami dan sekretarisnya.
Tok tok tok
" Permisi, maaf ganggu ya?" ucap Safa sambil melangkahkan kakinya masuk.
" Enggak kok Dek, masuk aja." jawab Yudha dengan senyum manisnya, sedangkan Jo hanya menatap sekilas Safa dan langsung kembali fokus menatap berkas yang ada ditangannya.
" Ini Safa buatin teh hangat, maaf cuma bisa buat minum aja."
" Enggak apa apa Dek, minum udah cukup kok, nanti sore kita belanja dulu buat keperluan dapur dan rumah. Kalau lapar pesan antar aja dulu nggak apa kan.?"
" Iya nggak apa kok, kalian mau makan apa biar sekalian." tawar Safa.
" Mas seperti biasa aja, kamu mau makan apa Jo ?"
" Saya tidak usah tuan, saya masih kenyang."
" Oke kalau gitu Safa permisi."
Pintu ruang kerja Yudha tertutup dan kini Yudha kembali serius berbicara pada Jo.
" Kamu sudah mengerti kan apa yang harus kamu lakukan. "
" Saya mengerti tuan, kalau begitu saya permisi dulu untuk mengerjakan tugas dari anda. Permisi." Jo beranjak pergi meninggalkan rumah Yudha dan segera pergi ke kantor untuk menghandle pekerjaan Yudha selama sehari ini, karna Yudha akan mulai berangkat ke kantor esok hari.
.
Yudha keluar dari ruang kerjanya dan menghampiri Safa yang tengah menata makanan di ruang makan. Yudha memeluk Safa dari belakang dan kepalanya menyandar di pundak Safa.
" Mas Yudha ihh hobi banget sih buat Aku kaget."
" Hehe iya Aku suka, oh ya Sayang Mas laper banget nih."
" Iya ini lagi disiapin, makanya lepas dan duduk sana."
" Nggak mau, pengen seperti ini dulu buat isi energi Mas yang mulai lowbatt."
" Haha emang baterai pake lowbatt. Udah sana dulu ihh kalau kaya gini nggak bisa gerak aku nya." gerutu Safa.
" Iya iya" Cup Yudha mencium pipi Safa sebelum melepas pelukannya.
Safa mengambilkan makanan untuk Yudha setelah itu ia ikut duduk dan makan bersama. Mereka makan dengan hening sambil sesekali saling melempar senyum.
" Oh ya Mas habis ini belanja buat kebutuhan dapur sama rumah ya."
" Enggak kok Mas, tapi kalau Mas Yudha capek biar aku sendiri aja yang belanja nggak pa pa."
" Eehhh kamu nggak boleh pergi sendiri. Kamu kan baru pertama kali di kota ini, Mas nggak mau nanti kamu kenapa napa. Mas nggak apa kok, nanti belanja sama Mas."
" Tapi Mas Yudha kelihat capek gitu, atau gini aja gimana kalau minta bantuan sama sekretaris Jo buat nganter aku gimana.?" ucap Safa memberi solusi yang mana malah membuat Yudha menghentikan makannya dan menatap datar Safa.
" Nggak!! Mas anter TITIK. " tegas Yudha, Yudha tak lagi melanjutkan makannya sebagai protes akan ucapan Safa tadi.
Enak aja mau minta Jo nganter kamu belanja, terus nanti kalian belanja berduaan gitu lalu aku di rumah sendiri membiarkan istriku buat pergi sama lelaki lain. mana Jo masih muda juga tampan walau jauh lebih tampan aku tapi tetap aja nggak akan aku biarin. Batin Yudha.
Safa yang melihat Yudha tidak melanjutkan makannya pun langsung bertindak. Safa beranjak dari hadapan Yudha lalu duduk tepat disamping Yudha dan mengambil sendok Yudha lalu menyuapi Yudha makan walau awalnya Yudha menolak.
" Ayo makannya dihabiskan dulu setelah itu kita belanja ya. aaa buka mulutnya." ucap lembut Safa.
" Nggak, aku dah kenyang." jutek Yudha.
" Ya udah kalau nggak mau makan kita nggak usah jadi belanja aja biar aku nggak masak biar kelaparan semua." Safa meletakkan sendoknya hendak beranjak pergi namun dengan segera Yudha mencegahnya dengan memeluk pinggang Safa.
" Jangan pergi, iya iya aku makan, aaa." Yudha membuka mulutnya agar Safa kembali menyuapinya.
Safa pun mendengus kesal melihat tingkah Yudha namun ia tetap menyuapi Yudha. Yudha melihat piring Safa yang masih penuh makanan pun meraih piring Safa dan juga menyuapi Safa. Terjadilah adegan romantis pasangan pasutri saling suap menyuapi.
" Udah dong Dek jangan cemberut gitu, kan harusnya aku yang musti ngambek, napa malah jadi kamu."
" Habis Mas Yudha nyebelin, gitu aja pake ngambek, kan aku cuma kasih solusi."
" Aku nggak suka kamu pergi berdua sama lelaki lain Dek. "
" Ya ampun Mas Yudha......" dengan sangat gemas Safa mencubit kedua pipi Yudha hingga Yudha mengaduh sakit.
" Aaaaaa sakit sakit Dek."
" Makanya jadi orang jangan cemburuan napa. Aku tuh istri kamu Mas, cuma milikmu, bisa berdosa aku kalau ngelirik laki lain."
" Ya kan aku cuma khawatir aja Dek," ucap Yudha sambil cemberut.
" huhhh udah ayo buruan habisin makannya terus pergi belanja."
Yudha pun lagi lagi hanya bisa menurut dengan istrinya. Setelah drama kecil itu mereka berdua pergi ke supermarket untuk berbelanja kebutuhan.
.
.