Cinta Beda Kasta

Cinta Beda Kasta
Rencana awal rizky


" Riz gimana persiapan grand opening hotel'nya , jangan sampai ada yang terlewat.?" tanya yudha kini tengah berada dikantor cafenya.


" Ini udah hampir 100% bro. ntar siang gue mau kesana mau meninjau persiapan buat besok. dan untuk komsumsi aku pakai catering resto kita aja yang udah terjamin rasa dan kualitasnya."jawab rizky.


" ohh ya bro nanti pembukaannya jangan sampai ada pemburu berita., gue gak mau kalau sampai bokap gue tau kalau gue udah balik." pinta yudha.


" siap bro itu udah gue atur kok , lo tenang aja."saut rizky. "kalau gitu gue ke cafe dulu buat nyiapin crew pramusaji untuk bantu besok ." imbuhnya lagi.


Yudha hanya menganggukkan kepala.


oh iya gue udah lama gak kerumah Pak Endro, ntar pulang kerjalah gue maen kesana,. gue juga penasaran sama wajah dedek skarang kayak gimana, semoga nanti bisa ketemu dedek. jujur gue kangen sama dedek kecil itu, karna dia dulu gue bisa sedikit menghilangkan rasa sakit dan sedih gue. Dengar celotehan dia, rengekan dia yang minta gendong, dan gaya dia yang sok dewasa menasehati gue. ck dedek. gumam yudha pelan sambil tersenyum.


Sedangkan Rizky kini tengah di cafe sedang rapat kecil dengan para staf juga para pramusaji untuk persiapan besok. Salah satunya ada safa yang ikut rapat kecil itu. Rizky mengedarkan pandangannya mencari seseorang.


" hei kamu yang pake kerudung." seru rizky.


Safa yang merasa satu satunya yang memakai kerudung pun menjawab.


" ya saya pak ."


" setelah ini kamu ikut saya ke ruangan saya ." ucap rizky .


" baik pak ." jawab safa patuh.


" baiklah rapat saya akhiri, terimakasih untuk kerjasamanya. ." rizky pun mendahului safa untuk kembali keruangannya. Saat safa mau mengikuti rizky tangannya ditarik oleh salah satu seniornya.


" ngapain kamu dipanggil pak rizky kekantornya ?"tanya senior safa menyelidik.


" aku juga nggak tau mbak, makanya ini juga aku mau tanya ke pak rizky. Aku permisi dulu mbak." ucap safa sopan pada seniornya.


Ketika safa menaiki tangga menuju kantor ia baru ingat kalau ia lupa menanyakan letak ruangannya yang mana.


" Duhh ruangan pak rizky yang mana ya ? kok aku tadi bisa lupa nanya sih, .ini ada 2 pintu. ahh itu dia ada tulisan owner di pintunya." gumam safa.


Tokk tokk tokk


" masuk " sautan dari dalam ruangan yang safa ketuk pintunya.


Dengan langkah ragu safa membuka pintu dan masuk kedalam.


Deg


" anda " kamu " ucap yudha dan safa bersamaan.


" lhoh anda ngapain diruangan ini ?" tanya safa heran kenapa bisa ada yudha disitu.


" saya tadi dipanggil pak rizky ke ruangannya. ini kan ruangan pak rizky knapa anda bisa ngaku kalau ini ruang kerja anda.! emangnya anda owner cafe ini." jawab safa tak kalah ketus.


Yudha pun gelagapan bingung kenapa dia bisa sampai lupa nyopot tu papan nama. Yudha pun berdiri dan keluar ruangannya mengacuhkan safa yang sedari tadi berdiri menunggu jawaban darinya.


" Ahh sial , kenapa juga si rizky manggil dia keatas ." gerutu yudha sambil berjalan ke ruangan rizky. Yudha pun masuk tanpa mengetuk pintu.


" riz elo yang manggil karyawan cewek tu ke atas." tanya yudha kesal.


". iya kenapa ,apa dia udah dateng ?" jawab rizky santai.


" elo lupa atau apa . disini gk ada yang tau klau gue owner, dan elo seenaknya manggil dia ke atas mana tuh cewek nyebelin. udah sana lo jelasin sendiri males gue." geram yudha.


Rizky melangkahkan kakinya keluar ruangannya dan masuk ke ruangan yudha. Rizky memang mempunyai rencana untuk mendekatkan yudha dan safa. Entah kenapa rizky sangat yakin kalau safa yang bisa membuat dunia yudha menjadi lebih berwarna.


" Selamat siang maaf sudah menunggu, maaf siapa nama kamu ?" sapa rizky dengan senyum manisnya.


" saya safa pak, uhm ada apa ya pak saya dipanggil kemari ?"


" ohh ya safa saya minta kamu mulai besok jadi asisten saya ya.!,"titah rizky tanpa basa basi.


Safa kaget kenapa tiba tiba boznya memintanya untuk menjadi asistennya, sedangkan ia cuma lulusan SMA . Apa kata para seniornya nanti.


" maaf pak rizky kenapa harus saya ? saya ini hanya lulusan SMA pak sangat tidak cocok dengan jabatan itu." ucap safa yang masih kebingungan.


" iya karna saya rasa kamu yang paling cocok untuk jadi asisten saya. dan saya gak mau ada penolakan, kalau kamu tidak mau boleh kamu mengundurkan diri dari cafe ini." ucap rizky yang tidak mau dengan penolakan safa.


" Baiklah pak saya mau jadi asisten bapak, tapi tolong jangan pecat saya." pinta safa.


" bagus mulai besok kamu sudah jadi asisten saya."


". tapi pak maaf sebelumnya saya tidak punya pakaian kantoran, jadi apa boleh saya minta ijin untuk mencari baju untuk besok pak." tanya safa dengan polosnya.


" silahkan saya ijinkan kamu untuk pergi, dan tidak usah kamu lanjutkan lagi kerjamu dibawah. kamu boleh pulang dan jangan lupa besok ikut di acara pembukaan hotel. jadi jangan terlambat. Tolong tinggalkan nomor hp kamu agar saya mudah menghubungimu."titah rizky.


" baik pak saya undur diri permisi." ucap safa.


Setelah safa keluar rizky tersenyum senang, dia berdoa semoga rencananya berjalan dengan baik. Berawal dari menjadi asistennya rizky ingin membuat safa dan yudha dekat. Setelah urusan dengan safa selesai rizky melanjutkan pekerjaannya.


Tiba saatnya Grand Opening hotel milik yudha. Semuanya sudah dipersiapkan dengan sangat matang oleh rizky sang sekretaris. Meja prasmanan untuk hidangan para tamu pun sudah tertata rapi dan tersedia berbagai macam makanan yang menggugah selera. Dan pramusaji pun sudah siap sedia ditempatnya. Semua tamu pun sudah berdatangan dan saatnya potong pita pun dimulai. Seorang gadis manis berkerudung putih berpadu dengan celana kain berwarna coklat susu dipadukan cardigan sepaha berwarna senada dan baju dalaman berwarna putih dengan dandanan yang natural menambah kesan caktiknya. Dia berjalan mendekat kearah yudha dan rizky dengan mambawa sebuah nampan berisi gunting untuk memotong pitanya. Yudha sedikit terperangah melihat gadis itu, seakan terpesona dengan penampilannya saat ini. Berbeda dengan penampilannya dari yang kemarin kemarin. Ya gadis itu safa, dia berjalan agak sedikit canggung ditengah para tamu penting bosnya itu. Yudha masih tak mengalihkan pandangannya pada safa, hingga safa kini sudah berada di depannya untuk memberikan gunting itu. Akan tetapi yudha masih tetap tak sadar hingga rizzky menyenggol lengannya sambil berbisik.


" udah bro ngeliatinnya,. potong dulu tu pita baru lo puas puasin buat mandang si safa."


Yudha pun tersadar dan dengan salah tingkah karna kepergok rizky ia memotong pitanya untuk segera membuka hotelnya. Begitu pita terpotong semua pun bertepuk tangan tanda hotel sudah dibuka. Semua tamu pun dipersilahkan masuk.