Cinta Beda Kasta

Cinta Beda Kasta
Sampai Semarang


Hari kamis siang, setelah perjalanan yang jauh dan menempuh waktu yang cukup lama berjam jam karna naik transportasi umum bis antar kota, Safa juga Dona adiknya sudah sampai di kediaman keluarga besar dari Bapak nya yaitu Pak Endro. Safa terpesona dengan dekorasi pernikahan kakak sepupunya yang seorang abdi negara.


Saat sampai di halaman depan rumah Budhenya Safa dan juga Dona di buat terkagum kagum oleh dekorasi gebyok khas jawa itu.



" Masya allah Don,, waarrr byaazaaahh., "😱ucap Safa kagum.


" Byaasaaa ajahh lho mbak, mbok ya jangan ndeso,. "😏ejek Dona.


pletakk


" adduhh ,, iki kepala lho mbak, sakittt. "☹️keluh Dona.


" Makanya sama mbak jangan ngatain.. dasar kurang asem. "😒seru Safa.


" Ya maap mbakku sayang muach, jangan marah ya, 😚, . ehh mbak tapi kita gak salah omah to.? "rayu Dona juga tanya Dona karna tidak yakin dengan rumah yang mereka datangi.


" Yo endaklah, walau mbak udah lama dan bertahun tahun gak mulih Semarang tapi masih ingetlah desa bekas rumah kita dulu yang deket rumah Budhe ini. " terang Safa.


" Yakin mbak,?? kok aku ragu ya mbak, liat aja dekorasine kaya wong gedongan mbak. "


" huhh,, yakinlah dek, kamu liat tu rumah cat kuning itu rumah temen main mbak waktu kecil. Nahh kalau dekorasi kaya gini ya maklumlah dek, Mas Yono abdi negara yang udah berpangkat., jadi ini mah kecil baginya apalagi Budhe kan orang berada juga dek. " jelas Safa meyakinkan jika memang tidak salah.


Saat mereka asik ngobrol dan sedikit berdebat kecil, Safa di kejutkan dengan seseorang yang tiba tiba menutup matanya dari arah belakang. Dona pun dibuat ternganga melihat seseorang berwajah tampan walau terlihat sudah berumur mungkin kepala tiga kurang lebih bertubuh tinggi tegap dengan ciri khas seorang Tentara. Dona yang memang belum mengenal dan juga melihat orang itu hanya terdiam kaku. Sedangkan Safa sudah di buat teriak teriak.




" Ehh, siapa ini, jangan becanda dong, Bapak ya, " ucap safa menebak nebak dengan meraba tangan kekar yang menutup erat matanya.


Tak mendapat jawaban Safa pun memanggil manggil adiknya.


" Dekk, kamu masih di sini kan. Siapa ini dek, bapak kan. "


Dona hanya nyengir kuda saat Safa mengira itu tangan Bapaknya. Dan Dona pun segera melenggang pergi saat orang itu menyuruhnya segera masuk dengan isyarat mata.


" Dekk,???, " tak ada sautan.


" Dona,???, " tak ada sautan lagi.


" Gembrotttt,!!! " Saking kesalnya karna merasa di kerjain.


" Ehhh nggak lucu ya ini, buka nggak.! " seru Safa.


" Aku teriak nih, awas nanti aku bilangin bapak aku. Bapak aku galak lho. "


" Bilang aja gak takut, " seru orang itu dengan suara besarnya.


" Ehh, siapa ini, jangan gini dong, sakit nih mata. "


" Ahh males lagi nggak mau main main. Cepetan lepas dong. "


" Kalau nggak mau . "


" BAPAKKKK..... IBUUUKKKKK,. Mas Heruu, tolongin Safaaa, ada orang rese nih., oeiyy., hummppphh, " mulut Safa dibekap oleh tangan kekar itu dan langsung membalikkan badan Safa untuk menghadapnya.


" Kamu tuh udah gede masih aja suka teriak teriak lho. " seru orang itu dengan suara tegasnya.


Safa mengerjap ngerjapkan matanya karna kelamaan di tutup erat oleh tangan itu jadi pandangan Safa menjadi buram. Safa memicingkan matanya dahinya berkerut seakan tengah berpikir keras mengingat ingat wajah seseorang yang ada di hadapannya ini. Dan saat ia teringat Safa langsung meloncat girang ke pelukan lelaki yang di hadapannya itu.


" Mas Yon,!!!, " seru Safa. Lelaki bertubuh tegap itu langsung sigap menangkap tubuh Safa saat gadis itu meloncat ke pelukannya., menahan badan Safa yang ada di pelukannya dan sedikit mengangkat tubuh mungil Safa yang hanya sebatas dadanya. Pelukan erat untuk mengungkapkan kerinduan satu sama lain.


" Udah gede kamu nduk, " ucap Kakak sepupu Safa saat melepas pelukan.


" Ya masa mau bayi terus Mas, " sungut Safa.


" Mas nggak nyangka, dulu kamu yang masih ada di perut Ibumu selalu Mas elus kini udah jadi anak perawan yang cantik. Terakhir Mas lihat kamu waktu masih TK. "


" Hehe iya Mas, waktu dulu suka gendong aku ngajak jajan kalau Mas pulang sekolah. "


" Mas kangen banget sama kamu nduk, udah Mas tunggu dari kemarin kata Bapakmu kamu baru kesini hari ini. Tiap Mas pulang dari tugas tuh selalu bawa susu kesukaan kamu 1 kardus. Tapi kata Budhe kamu udah nggak pernah pulang ke Semarang lagi. Udah betah kamu disana jadi nggak inget sama Mas mu ini, iyaa,. "


" Hehe enggak gitu Mas, Safa juga kangen banget sama Mas Yon, tapi ya mau gimana lagi, hehe, " ucap Safa sambil kembali memeluk kakak sepupunya itu yang langsung di gendong di lengan kekar kakaknya itu.


" Aakkhh, Mas turunin malu aku udah gede di gendong gini. " ucap Safa dengan menunduk malu karna di lihat dan ditertawakan oleh orang orang disekitar mereka yang notabene para tetangga yang membantu pihak WO memasang tenda juga gebyok.


" Ngapain malu, bagi Mas kamu tetep adek kecil Mas. Lihat aja badanmu masih aja pendek gini nggak tinggi tinggi dari dulu. "


" Ihhh ngece ( ngeledek ) banget sih. "


" Haha kenyataan nduk, wes ayo masuk, kamu mesti lelah to perjalanan Jogja Semarang, apa lagi naik bus, nopo gak travel ae to nduk.? "


" Mahallll, mending bis murah., Udah to Mas turunin malu ihh.," ucap polos Safa yang menimbulkan gelak tawa kakaknya itu.


" Haha turun nanti kalau udah di dalem. "


" Hah..... "


Akhirnya Safa hanya bisa pasrah saat kakak sepupunya kekeh untuk tetap menggendong dirinya di lengan kekarnya layaknya anak kecil karna ia tak merasa berat sedikit pun. Ya mungkin karna Kakaknya itu seorang abdi negara yang melalui pelatihan yang sangat berat dan keras jadi menggendong beban tubuh Safa seolah hanya membawa sekarung beras tidak ada apa apanya bagi kakaknya itu.


Para keluarga juga tetangga yang melihat kelakuan kakak beradik sepupu itu hanya geleng geleng kepala dan tersenyum, karna mereka hapal dengan tingkah keduanya sejak kecil. Dimana Safa selalu menjadi adik kesayangan oleh kakaknya itu. Dan karna sudah lama tak bertemu kakaknya itu ingin mengulang kembali masa masa dahulu dimana ia memanjakan Safa kecil yang sekarang sudah menjadi gadis manis, imut dan cantik.


.


..


.


.