Cinta Beda Kasta

Cinta Beda Kasta
Misi berhasil


Safa jatuh terduduk di samping tempat tidur karna saat ia membuka mata ingin meregangkan ototnya yang kaku tidak sadar tubuhnya tepat berada di pinggiran tempat tidur karna posisinya miring menghadap ke tengah tempat tidur, dan alhasil saat ia ingin terlentang badannya lAngsung jatuh ke lantai.


" ya allah ,, aduhhh sakittt,," rintih safa merasakan badannya yang masih sakit.


" kamu kenapa fa ??" ucap panik yudha.


" aku jatuh mas, ya allah remuk semua ini badanku."


Tanpa aba aba yudha langsung mengangkat tubuh safa dan membaringkannya di atas kasur lagi.


" kok bisa jatuh kenapa fa ?"gantian rizky yang bertanya.


" hehe iya pak rizky tadi enggak sadar kalau udah di pinggir kasur jadi ambruk deh."


" udah panggil mas aja kaya biasa, ini bukan di kantor." ucap rizky.


" iya mas rizky,"


" kamu besok istirahat aja fa, istirahat di rumah biar cepet sembuh dulu." ucap rizky.


" iya bener fa, aku kasih kamu cuti seminggu biar bener bener sehat dulu." ucap yudha yang setengah hati, sebab itu akan membuat hari hari yudha lewati tanpa kehadiran safa selama seminggu.


" apa nggak pa pa kalau saya cuti seminggu ?"


" iya,, ya udah aku antar kamu pulang aja biar cepet bisa istirahat," tawar yudha.


" ehh enggak usah mas yudha saya nggak enak, biar saya nanti di jemput mas heru aja."


". kamu mau naik motor sampai rumah,? yang ada badan kamu tambah sakit fa ,!" seru yudha yang tak rela safa di jemput oleh lelaki.


" bener kata yudha fa, lebih baik biar di antar yudha pake mobil." timpal rizky.


" ya udah nanti biar saya naik taksi online saja kalau gitu."


" napa sih lo gak mau gue anter ? elo takut kalau cowok lo cemburu ? iya ?" ketus yudha.


" bukan begitu mas yudha, saya cuma takut kalau di antar sama cowok pulang, bapak saya galak banget mas," jelas safa sambil memanyunkan bibirnya yang langsung dicubit oleh tangan yudha dengan jari telunjuk dan ibu jari yang diapitkan ke bibir safa yang manyun karna gemas.


" uummmm " berontak safa.


" sakit mas yudha ihh," protes safa.


" habis tu mulut ngegemesin banget pengen nyubit."seru yudha dengan kekehan .


" ekhmmm masih ada gue disini ya hellooo," seru rizky yang merasa tak dianggap ada.


" apa sih lo ganggu aja, udah sana lo pergi lanjutin tuh kerjaan. gak usah ngerecokin orang deh." ucap yudha .


" huhhhh oke oke siap boss yudha, mentang mentang bos terus gitu sama bawahan lo." ucap rizky seraya melenggang pergi meninggalkan safa dan yudha.


apa pak rizky bilang tadi ? bos ? dan pak rizky yang bawahan ? yang bener yang mana sih ? batin safa.


" ya udah kalau gak mau gue antar, biar lo di antar sopir hotel aja. jangan naik motor."


" tapi mas yudha ?"


" gue gak suka di bantah safa." tegas yudha.


" iya baiklah." ucap safa pasrah menurut.


Saat safa hendak menurunkan kakinya ke lantai tiba tiba yudha menggendong safa.


" ee eee mas yudha mau ngapain,? turunin aku, gak baik di lihat banyak orang nanti. masa bawahan di gendong sama atasan, gimana kata pegawai yang lain nanti." protes safa.


" gak usah dengerin kata orang, tutup aja tuh telinga kalau gak mau denger umpatan orang." ucap yudha santai sambil melangkah keluar kamarnya dan menuju pintu depan ruang tamu.


" pak yudha saya mohon turunkan saya,"tegas safa.


Yudha yang mendengar ucapan safa yang sedikit kesal pun mau gak mau menurutinya.


" aku cuma mau bantuin kamu fa, gitu aja."


" bantu saya tapi gak usah pake gendong gendongan segala kan pak.!"


" oke oke baik, tapi jangan panggil pak lagi oke,"


" makanya bapak jangan ngeselin,"


" kok kamu jadi berani sama bos ?"


" hehe maaf boss," ucap safa cengengesan.


Hari berganti tak terasa sudah hampir seminggu safa tidak berangkat kerja sebagai asisten pribadi yudha. Yudha pun menjalani hari hari tanpa safa menjadi hilang semangat. Hanya lewat ponsel saja yudha berkirim kabar menanyakan keadaan safa.


Seperti saat ini dikala yudha tengah mengisi waktu istirahatnya dengan tiduran di sofa kantornya ia selalu menghungi safa walau lewat pesan singkat. Karna kalau lewat telfon suara itu pasti akan sangat membuatnya malu karna tidak tau harus berkata kata apa.


gimana keadaan kamu fa ?


from yudha.


tak lama pun safa membalas pesan yudha.


*alhamdulillah baik pak yudha


*safa


heh mau aku pecat kamu


yudha


lhoh kok dipecat pak apa salah saya?


safa


kan aku udah bilang jangan panggil pak,! ngerti gak ,!


yudha


hehe ya maaf saya lupa mas yudha


safa


iya aku maafin, kamu udah makan belum ? udah minum obat ? biar cepet sembuh trus berangkat kerja.


yudha


sudah semua nya mas, terimakasih atas perhatiannya. aku sebagai bawahan jadi senang punya bos yang enggak jutek lagi. hihi


safa


apa kamu bilang ?! awas ya kamu kalau besok berangkat habis kamu.


yudha


hehe ampun boss,,, maaf kan hamba ini yang telah jujur dengan perkataannya.


safa


SAFAAAA


yudha


hehe becanda boss maaf yaaaa,. bos sudah makan siang .? ini sudah hampir habis lho jam istirahatnya.


safa**


Yudha yang merasa diperhatikan pun tersenyum senang membaca balasan dari safa.


yess safa mulai perhatian sama gue, jadi pengen cepet cepet ketemu sama kamu fa, sepi gak ada kamu penyemangatku. ahh aku punya ide.Gumam yudha, ia pun segera membalas pesan safa.


*aku lagi gak nafsu makan, aku sedikit gak enak badan ini fa, laper pengen makan tapi gak selera. ini juga sedikit pusing. mana tinggal sendirian di hotel. sedih tau fa.


yudha


lha emang pak rizky kemana ? kenapa tidak minta bantuan pak rizky aja .


safa


kan rizky gak bisa masak fa, padahal aku lper banget. aku pengen masakan kamu yang dulu itu deh fa. yang waktu aku sakit terus kamu masakin aku itu.


**yudha***


ya sudah saya kesana sekarang, tapi saya belanja sayuran dulu buat masak disana .tapi nanti diganti ya uang belanjanya..saya pinjem uang ibu soalnya. awas kalau enggak. saya minta ijin orang tua saya dulu.


safa


oke beres ,beneran ya fa aku tunggu. hati hati dijalan .


yudha


yesssss berhasil safa akhirnya kesini tanpa aku menyuruhnya. ahaaaaa bahagianya hati ini, misi berhasil. Gumam yudha yang kegirangan loncat dari tidurannya. Ia langsung bergegas menuju kamarnya agar safa tidak curiga kalau yudha hanya pura pura tidak enak badan.