
Langit di sepanjang pantai itu terlihat berubah dari warna biru keputihan menjadi berwarna abu abu kehitaman, menandakan akan turunnya hujan yang kemungkinan cukup lebat dan juga angin yang cukup kencang.
.Dhian dan juga Rizky yang masih asik berdebat tidak memperhatikan perubahan cuaca yang sudah berubah mendung.
.Sedangkan Safa dan Yudha masih setia menunggu mereka diatas bukit. Hingga saat gerimis mulai turun Safa sedikit was was karna diatas bukit hanya ada mereka berdua. Safa yang takut akan adanya kilat petir walau tidak bersuara keras namun tetap saja ia merasa takut. Safa menunduk sambil memejamkan kedua matanya dan kedua tangannya saling bertautan dan saling meremas.
.Sadar akan ketakutan safa, yudha yang tengah berdiri melihat keadaan melangkahkan kakinya mendekati safa dan duduk disamping safa dengan jarak begitu dekat bahkan tak ada jarak sejengkal pun antara badannya juga badan safa. Yudha pun menepuk pelan pundak safa hingga safa mendongakkan kepalanya menatap wajah yudha yang sangat dekat dengan wajahnya.
." Kamu kenapa fa ? " tanya yudha lembut.
." Aku takut geludug mas yudha. " jawab safa dengan raut wajah yang sedikit pucat karna ketakutan.
." Kamu tenang ya,, gak usah takut ada aku disini oke. " ucap yudha menenangkan safa yang tengah ketakutan.
." Tapi nanti kalau ada petir gimana mas,, ini juga kemana sih mbak dhi sama mas rizky lama banget. " gumam pelan safa.
." Ya mungkin mereka lagi berteduh fa.,, kan gerimis gini. " memberi pengertian safa agar sedikit tenang. Baru yudha berhenti bicara tiba tiba suara petir menggelegar di langit dengan kerasnya. Dan itu membuat safa dengan cepat tangannya tergerak untuk memeluk tubuh kekar laki laki yang ada di sampingnya.
.
KLAPPPP
.***CETARRRR
.DUAARRRR***
." IBUUUUKKK... " teriak safa dengan kerasnya sambil memeluk erat tubuh kekar yudha. Yudha pun membalas mendekap tubuh safa yang histeris ketakutan.
." sssttt tenang safa ada aku, kamu jangan takut oke. " ucap yudha seraya mengusap lembut kepala safa.
." Mas yudha aku mau pulang. " ucap safa yang di iringi isakan.
." Tapi aku takut mas yudha. " ucap safa yang masih bertahan dengan posisinya.
." Iya aku tahu tapi lepas dulu, kita berdiri dulu baru kamu bisa peluk lagi.. oke. " ucap yudha terkekeh dengan sikap safa.
.Dan akhirnya safa melepas pelukan yudha lalu beranjak berdiri, baru juga mereka berdiri terlihat kilatan cahaya menandakan akan ada petir safa buru buru dan langsung memeluk yudha kembali dengan eratnya.
klaappp
" ibukkkk, " teriak safa.
Ya allah lindungi lah kami. Ibukkk safa takut bukk, ahhh biarinlah aku peluk mas yudha, masa bodoh mau dikira apa. Udah gak bisa buat malu malu.. batin safa dengan posisi yang sudah kembali memeluk yudha dengan erat.
Yudha yang badannya ditubruk mendadak oleh safa sedikit terhuyung ke belakang dan akan jatuh jika kedua kakinya tidak segera menopang badan mereka berdua.
" Tenang safa oke... kalau kamu takut terus gini kita gak bisa pulang pulang.., kita jalan ya,, " ucap yudha yang langsung di angguki oleh safa. Mereka pun akhirnya berjalan melangkahkan kaki untuk turun ke bawah dengan posisi safa mendekap erat lengan kekar yudha.
Belum mereka menjauh dari gazebo tiba tiba hujan datang dengan derasnya. Membuat yudha mengajak safa berputar arah kembali berteduh di gazebo yang mereka duduki tadi.
" Hujan deras fa kita neduh dulu. " ucap yudha setengah teriak.
Yudha menarik tangan safa dengan sedikit berlari agar pakaiannya tidak kebasahan.
.Yudha masih menggenggam erat tangan safa dengan tangan kirinya sedangan kan tangan kanan seraya mengibas ngibas kan rambutnya yang sedikit basah karna air hujan.
.
.
.