Cinta Beda Kasta

Cinta Beda Kasta
Rindu yang membuncah


Bandung...


Tampak seorang lelaki tampan yang tengah berdiri di balkon kamarnya bersidekap dan asik melamun sambil memandang jauh ke atas langit senja. Di lihat dari sinar matanya seperti ada kesedihan dan juga seperti memikirkan sesuatu, seolah ia ingin menguapkan beban berat di pundaknya pada langit senja itu.


Terdengar hembusan nafas berat dari hidungnya, dan sesekali menghembuskan kasar nafasnya.


Yudha pov


Marah, sedih, kecewa itulah yang ku rasakan saat ini. Aku sedih harus pergi tanpa pamit pada seseorang yang sangat aku sayangi juga aku cinta, cinta??? ahhh bagaimana bisa di sebut cinta??? Aku bahkan tidak tahu apakah itu bisa di sebut dengan cinta. Aku hanya merasa ingin menyayanginya layaknya seorang kakak pada adiknya, namun itu hanya awal awal saja yang ku rasakan, dan lambat laun rasa sayang itu berubah lebih, aku ingin menyayanginya lebih dari seorang kakak ke adiknya. Apalagi melihat ia berdekatan dengan seorang lelaki yang bukan saudaranya, dan dia juga ada yang mendekatinya, hatiku tak terima, aku ingin sekali marah dan menjauhkan dia dari lelaki siapapun itu yang mendekatinya. Dan ketika ia sedih, ia terluka aku ingin sekali untuk menghibur dan melindunginya. Aku Ingin selalu ada bersamanya. Hatiku menghangat jika bersamanya, rasa nyaman, bahagia, senang dan aku bisa tertawa lepas jika bersama dirinya.


Dan kadang aku merasa sedih dan terluka jika melihatnya sedih bahkan sampai menitikan air mata. Dia dan juga keluarganya sangat berarti dalam hidupku ini. Dan kini aku sangat merindukannya, aku sedih tidak bisa berpamitan dengannya. Karna jika aku bilang padanya aku sendiri takut tidak bisa pergi. Karna sangat berat untuk meninggalkannya. Aku tidak ingin berpisah lagi dengan dia.


Safa, , Safa Auliah,, satu nama yang kini memenuhi hati dan fikiranku.


Dan aku marah saat papaku memaksaku untuk pulang dan mengatakan padaku jika mama sedang sakit dan ingin bertemu denganku, dan itu hanyalah sebuah kebohongan belaka agar aku segera pulang ke bandung. Karna saat sampai di rumah bandung aku melihat mama sehat wal afiat dan sedang menunggu untuk menyambut kedatanganku di rumah.


Dan rasa kecewa saat papa mengatakan akan menjodohkanku dengan anak dari temannya tanpa persetujuanku. Aku menolak keras perjodohan gila itu. Aku bilang pada kedua orang tuaku jika aku sudah ada pilihan sendiri. Pilihan dari hatiku sendiri,.


.


.


Dan kini,, di sinilah aku berada, , berdiri sendiri di balkon kamarku. Sendirian, sunyi, sepi dan hanya belaian angin udara dingin yang menemaniku saat ini. Aku ingin mendinginkan hati dan pikiranku yang panas karna amarah dan kekecewaan yang diberikan papa padaku. Ahhh aku jadi merindukan safa, karna hanya dia yang bisa menghiburku dengan segala keceriaannya juga tingkah konyolnya itu. Kupandangi foto Safa di layar ponselku untuk mengurangi rasa rindu ini. Sudah tiga hari ini aku tidak menghubunginya, sedang apa dia sekarang.


Saat aku asik memandang foto Safa terlihat layar berubah jadi panggilan masuk, Rizky menghubungiku via video call. Ku angkat panggilan itu dan terdengar jelas suara safa bernyanyi dengan merdunya.


Kudengarkan Safa sampai selesai bernyanyi. Dia menyanyikan lagu tentang rasa rindu. Apakah dia juga sedang merindukanku ?? Apa benar dia merindukanku. Dan aku sedikit bahagia saat Rizky mengatakan jika itu lagu di nyanyikan safa untuk seseorang yang kini sangat ia rindukan. Aku belum bisa sepenuhnya senang dan kepedean jika itu memang bukan di tujukan untukku. Namun Rizky meyakinkanku jika lagu itu memang di tujukan untukku. Aku jadi kegirangan, perasaan bahagia membuncah di dadaku. Aku jadi ingin segera kembali ke Jogja dan langsung memeluknya dengan erat untuk mengobati rasa rindu yang menjadi semakin besar ini.


.


.


..