
Gimana semuanya, udah siapkan ?
Tanya seseorang lewat sambungan telfon.
*Tenang aja boss, semua udah beres ,kita tinggal berangkat aja. Nanti setelah kita berangkat, driver kita udah stand by di dekat rumah Safa kok jadi nggak berselang lama mereka langsung berangkat setelah kita pergi. Jadi nanti mereka bakal nyampe duluan sebelum kita, tinggal kita aja ngelajuin mobilnya secepat apa., tapi kalau elo yang bawa gue kagak yakin mereka udah sampai apa belum sebelum kita.
Siapa bilang gue mau nyupirin, yang bawa mobil elu lah, enak aja nyuruh gue bawa. Buat apa gue gaji lo mahal mahal kalau gue juga yang nyupirin elo.
Ya deh ya deh,,, boss mah bebasssss.. Ya udah gue mau siapin barang yang musti dibawa besok. ntar kalau ada yang ketinggalan atau kurang gue juga lagi yang kena...
Nah tuh tahu, ya udah bye, semoga besok semua lancar ya bro..
Aamiin bro*..
Sambungan terputus. Yudha pun merebahkan tubuhnya yang terasa lelah karna menyiapkan semua yang harus terlihat perfect besok.
_________
Sedangkan dirumah Safa terlihat sibuk menyiapkan semua barang yang akan ia bawa esok hari untuk berlibur. Begitu pun Heru beserta istrinya juga menyiapkan semua keperluan saat honey moon.
.
Hahhh apa lagi ya yang harus dibawa. Sepertinya udah semua deh.,
Safa pun keluar kamar untuk berkumpul dengan keluarganya yang tengah asik menonton tayangan televisi.
.
*Udah disiapin semua nduk.?
Sampun buk, oh ya Mas Heru mana?
Di kamarnya masih siap siap buat besok.
Ohh , ibuk kalian bapak beneran gak mau ikut besok.?
Haha bapak sama ibuk sudah tua, udah gak masanya buat mengikuti kalian yang masih muda,. kalian bersenang senanglah*.
Tak lama Heru dan istri ikut bergabung bersama keluarga.
*Uwes siap kabeh le.?
Sampun buk*,. Heru tersenyum sumringah menanti esok hari.
*Besok kita berangkat bareng kan Mas ?
Enggak dek, besok ada mobil sendiri yang jemput Mas sama Mbakmu kata Mas bro.
Kenapa enggak bareng aja sih, kan masih satu daerah kan.? kenapa harus sendiri sendiri ? kan lebih rame lebih seru Mas,.
Seru buat kamu dek., kalau buat pengantin baru ya enak berdua ajalah,, kan mereka mau bulan madu,,gimana sih kamu.
Hehe bapak tahu aja apa yang dipikirkan Heru...
Tahulah, kamu sama bapak sesama lelaki jadi tahu apa yang kamu pikirkan..hahaha*
Heru tertawa hambar dalam hatinya berkata...Gimana mau berduaan kalau berangkatnya aja satu bus pariwisata... mana isinya anak anak ababil semua lagi...
Kamu mikir apa ru ??? apa kamu nggak terima dengan apa yang akan terjadi humm???
Hehe apa sih bapak...enggaklah pak., ya udah Heru mau tidur dulu biar besok nggak ngantuk lelah hati dan pikiran...
Dari mana bapaknya tahu apa yang sedang dipikirkannya saat ini pikirnya.
*Ya udah nduk kamu juga tidur sana, biar besok enggak lelah..
Enggeh buk, safa tidur dulu*.
.
Setelah Safa masuk kamar...
*Ibu ke kamar dulu pak nyiapin buat besok..
Ya buk*..
.-------------
Hari yang di tunggu pun tiba, Terlihat mobil Rizky sudah memasuki pekarangan rumah Safa. Rizky dan Yudha turun dari mobil..
Selamat pagi semua....
Rizky menyapa keluarga Safa yang tengah mempersiapkan barang bawaan mereka.
*Ehh nak Rizky pagi.. Yudha mana ?
Itu di belakang pak*..
*Assalammu'allaikum semua ,. sudah siap semua ini.?
Wa'allaikumsallam nak Yudha, Safa sudah siap kok. ,Safa baru ke belakang buat teh untuk kalian.. ayo duduk dulu.
Bro gue jemput bebeb gue dulu ya ,sekalian ijin sama camer.. Pak saya pamit ke rumah Dhian dulu..
Oh iya silahkan nak*..
.
Rizky berjalan kaki menuju rumah Dhian yang hanya berjarak beberapa rumah dari rumah Safa. Yudha menatap Bapak Safa penuh arti yang juga diketahui maksud dari tatapan Yudha itu.
.
Safa berjalan ke ruang tamu dengan membawa nampan berisikan dua gelas teh hangat yang pastinya sangat disukai Yudha.
*Lhoh Mas Rizky mana Mas ?
Baru jemput Dhian dek., kamu udah siap.?
Udah, diminum dulu Mas tehnya .
Iya, terimakasih dek*.,
Yudha tersenyum manis pada Safa yang dibalas senyum tipis oleh Safa.
.
Tak berselang lama Dhian masuk ke rumah Safa tanpa Rizky yang masih menata barang bawaan Dhian di mobil.
.
*Assalammu'allaikum semua...
Wa'allaikumsallam Dhi... lha Rizky mana.?
Baru naruh barang di mobil Pak*..
.
Setelah meminum teh hingga habis Yudha beserta Safa, Rizky, dan Dhian bersiap untuk segera berangkat.
.
Pak Buk kami pamit duluan ya, takut kesiangan terus jalanan macet. .
Oh iya nak Rizky hati hati di jalan ya, jangan ngebut bawa mobilnya, yang penting selamat sampai tujuan. .
Siap pak, . Rizky dan Dhian masuk ke dalam mobil duluan, Rizky duduk dikursi kemudi sedangkan Dhian duduk bersama Safa di kursi belakang.
Lhoh Mobil jemputan Mas Heru kok belum datang, .
Kamu tenang aja dek, bentar lagi sampai kok. ,udah sana kamu berangkat dulu, hati hati dijalan. ,Heru mendorong Safa agar segera masuk ke dalam mobil dan ia bebas dari rentetan pertanyaan dari adiknya itu.
.
Yudha masih tertinggal di dalam rumah sedang berbicara serius dengan Bapak Ibu Safa. Setelah selesai bicara Yudha segera menyusul masuk ke dalam mobil lalu Rizky segera melajukan mobilnya meninggalkan rumah Safa.
.
Heru dan istri bersiap untuk berjalan menuju dimana mobil jemputan mereka terparkir. Karna jalanan menuju rumah Safa tidak muat untuk dimasuki jadi terpaksa mobil jemputan itu parkir di tempat sedikit jauh dari rumah Safa.
.
*Lhoh ..bapak sama ibuk mau kemana kok udah rapi, terus ini tas baju., bapak sama ibuk mau pergi kemana.?
Ya masak kalian senang senang bapak sama ibuk dirumah.. tentu ikutlah. .Yudha sudah menyiapkan semuanya., udahlah ayo kita berangkat keburu siang ini*. .
.
Heru yang masih bingung hanya menurut saja. Mereka bersama sama jalan menuju mobil. Dan saat sampai di mobil Heru segera membuka pintu dan langsung di sambut sorak sorai dari manusia manusia ababil yang sudah duduk manis di dalam.
.
*Selamat pagi pengantin baruuuu....
Cieeeee yang mau bulan maduuuu....
ekhemmm ekhemmm...
Berisik banget sih kalian... diem napa sih.. pagi pagi bikin bad mood aja...
Ciaaaaahhh Mas Heru ngambek gagal berduaan, .hahahaha*
.
Suasana di dalam mobil yang di tumpangi Heru sangatlah tak kondusif., sangat ramai sekali dengan celotehan celotehan manusia ababil itu. Sedangkan sang Ibu asik bernyanyi ria bersama istrinya menikmati lagu yang diputar oleh sang supir. Sedangkan Bapak asik ngobrol dengan sopirnya. Lalu dirinya ??? hanya bisa menutup telinga, lalu matanya menatap seseorang yang duduk di pojok bangku paling belakang sendirian. Heru menghampirinya karna mungkin dia satu satunya manusia yang bisa ia ajak ngobrol karna sama jenis dengannya.
Hei bro....
.
.
.