Cinta Beda Kasta

Cinta Beda Kasta
Kedatangan safa


Di kamar yudha tengah tiduran, dia sudah bangun dari subuh tapi sangat malas untuk beranjak dari tempatnya. Ia hanya bangun untuk meraih ponselnya dan memberi tau rizky kalau dia masih tidak enak badan.


Saat yudha tengah asik memainkan ponselnya terdengar suara pintu depan diketuk. Dengan sangat terpaksa dan langkah yang malas ia pun beranjak untuk mengetahui siapa yang sudah mengganggu istirahatnya.


Yudha melihat dari layar hidden camera untuk mengetahui siapa yang mengetuk pintunya pagi pagi.


Dahinya mengernyit heran, kenapa dia ada disini pagi pagi begini dan kenapa dia membawa berbagai macam sayuran mentah ? buat apa coba ? pikirnya.


ceklek.


pintu terbuka dari dalam muncullah yudha dari dalam dengan rambut yang masih acak acakkan khas orang yang baru bangun tidur dan celana pendek serta kaos putih polos yang kini ia kenakan.


" ngapain lo kesini ?" tanya yudha.


" selamat pagi pak yudha " ucap safa dengan senyuman manisnya.


" gue bukan bapak lo !," ucap yudha dengan ketus.


Safa hanya bisa menghela nafas pendek, harus ekstra sabar mengahadapi oraang yang ada di depannya ini pikirnya.


" saya disini mau merawat anda pa ehh maaf kak yudha atau mas yudha.?" ucap safa ragu ragu.


" serah lo, gue gak butuh dirawat sama lo . yang ada gue malah tambah pusing." seru yudha.


safa tidak menjawab dan langsung menerobos masuk saja, percuma juga kalau menjawab omongan yudha yang ada adu mulut jadinya.


yudha terkesiap dengan apa yang dilakukan safa. Tidak ada takut takutnya sama yudha pikirnya.


" heh gak sopan banget ya lo main nyelonong masuk aja.!" sewot yudha.


safa menghentikan aktifitasnya yang tengah mengeluarkan semua barang yang ada di tas belanjanya dan menatap yudha seraya berkata dengan sopan.


" maaf ya kak yudha yang terhormat, saya disini cuma menjalankan kewajiban saya pada anda. kak yudha kan sakit gara gara saya waktu malam itu jaketnya saya pakai dan kak yudha jadi kedinginan. ehh malah jadi sakit sekarang. dan sekarang tolong ijinkan saya membalasnya dengan merawat anda kak." ucap safa panjang lebar.


" serah lo lah capek gue ngomong sama elo " ucap yudha sembari masuk ke kamarnya meninggalkan safa didapur.


Safa pun tak ambil pusing dengan sikap yudha. Safa mulai menata sayuran juga buah yang ia beli di pasar tadi dan sudah ia bersihkan ke dalam kulkas. serta mengupas semua bawang untuk bumbu safa memasak nanti.


Dengan cekatan safa menyiapkan bahan masakan serta bumbunya juga, safa memasak air untuk ia membuat teh hangat. Safa sudah terbiasa melakukan pekerjaan dapur seperti ini, karna dirumah safa selalu diajarkan mandiri oleh orang tuanya. Karna disaat orang tua safa sering pergi ke semarang safalah yang melakukan semua pekerjaan ibunya.


uhmm aku masak apa ya ? biasanya kalau orang lagi sakit pasti suka makan yang seger. ahh aku buat sayur sop ayam aja sama tempe goreng juga sambel tomat, uhmm pasti enak. gumam safa sambil berfikir.


dengan cepat safa menyiapkan semua bahan juga bumbu tak lupa safa membersihkan ayamnya. Saat safa ingin menyiapkan bumbunya safa mencari cari disetiap lemari dapur tapi tak juga ia menemukannya.


ya elahh cobeknya gak ada terus gimana dong ngulek bumbunya. ya sudah deh terpaksa digeprek aja bawangnya sama pakai bumbu halus kemasan .untung aku udah antisipasi tadi. huff.


bau apa ini ? enak banget baunya, duhh jadi laper banget gue. tapi gue masih males sama safa. tapi gue gak tahan baunya pengen cepet makan tapi gengsi gue. biar ntar ajalah nunggu dia panggil biar gak tengsin gue. batin yudha.


Dan saat akan membuat sambal safa terpaksa menggunakan blender yang untuk membuat jus. nggak apalah pake blender jus ini. ntar juga dicuci bersih. kalau gak ya biar gue ganti kalau emang minta diganti. taulah itu pikir belakangan yang penting jadi dulu.


saat safa menggoreng sambal yang sudah diblender baunya sangat menusuk hidung hingga membuat siap yang menghirupnya jadi bersin bersin karenanya.


hatcihh hatcihh duh buat apa an sih ni anak baunya enak tapi napa buat bersin bersin gini sihh.gumam yudha dan ia beranjak menemui safa.


" hatcihh hatcihh hatcihh heh safa elo buat apa an sih ? kenpa baunya buat bersin bersin gini." seru yudha.


" hehe maaf kak aku masak sambel buat pelengkap makan " ucap safa cengengesan yang melihat muka yudha yang heran.


duhh perut gue jadi tambah laper banget ini gimana dong. mana dia gak nawarin lagi. batin yudha yang menahan lapar karna bau masakan safa.


" kak yudha duduk dulu aja ni saya buatin teh anget biar seger badannya."ucap safa seraya meletakkan segelas teh hangat di meja depan yudha.


uhmm tehnya napa enak gini, baru kali ini ngrasain teh yang pas gini rasa pekat manisnya pas banget dilidah gue. Sejenak yudha berfikir. ehh tunggu ini bukan yang pertama kali, ohh iya aku pernah minum teh yang rasanya kaya gini di rumah pak endro. ya bener. kenapa bisa kebetulan gini rasanya.


Safa sudah menyiapkan masakannya dimeja makan depan yudha. Yudha yang melihatnya menjadi tambah lapar.


" makan dulu kak, biar cepat sembuh ." ucap safa sembari mengambilkan nasi dipiring yudha dan menyerahkannya pada yudha.


" terimakasih." ucap yudha tanpa menatap safa dan langsung menuang sayur ke piringnya juga menambahkan sambal juga tempe goreng. Yudha mencicipinya sedikit lalu dengan lapahapnya ia makan semua yang dimasak safa.


Safa tidak melihat yudha yang sedang makan dengan lahapnya karena safa memilih membersihkan dapur serta mencuci alat dapur yang kotor.


Saat safa sudah selesai mencuci juga membersihkan dapur ia terperangah melihat meja makan dan juga yudha yang duduk menyender di kursi.


sayur sop yang ia masak tadi habis tidak bersisa, padahal tadi ia masak untuk porsi 3 orang, tempe goreng 5 potong habis dan sambel yang tinggal sedikit.


Safa menggelengkan kepala heran. kata pak rizky dia nggak mau makan kenapa ini bisa habis ? dia kelaparan atau gimana pikirnya. Safa pun tersenyum tipis melihat yudha yang kekenyangan.


" obat sama vitaminnya diminum dulu kak.." ucap safa sambil mengambilkan segelas air putih.


" tolong lo ambilin dimeja kamar gue. vitaminnya aja obatnya gak usah. gue gak kuat jalan." pinta yudha yang belum merubah posisi duduknya.


". baiklah." safa cekikikan melihat yudha. " makan gak kira kira sekarang rasain sendiri kan mau jalan aja gak kuat., hihi "


Safa menyerahkan vitaminnya pada yudha lalu ia beranjak membersihkan tempat tinggal yudha , dari menyapu, menyedot debu juga ngepel lantai. semua sudah jadi tugasnya sebagai bawahan pikir safa. Padahal tugas bersih bersih ada sendiri yang mengerjakannya.


Yudha sedari tadi memperhatikan safa. Ia menatap lekat safa, ia merasa seperti punya kekasih atau istri. Dari mulai berbelanja kebutuhan dapur, memasak ,serta membersihkan tempat tinggalnya bahkan merawatnya yang katanya sakit padahal cuma tidak enak badan.


Andai itu memang benar pasti yudha akan sangat bahagia. Tapi sayangnya safa sudah mempunyai kekasih pikirnya. Dan kekasihnya itu anak dari orang yang sangat dihormatinya. Akan tetapi yudha berniat akan menunggu sampai safa putus dengan kekasihnya. Dia juga tidak mau disebut perusak hubungan orang tapi hati tidak bisa berbohong kalau yudha mulai suka dengan safa.