Cinta Beda Kasta

Cinta Beda Kasta
Kedekatan Safa dan Sherly


" Jadi gini.... sebenarnya aku mau curhat ni sama kamu Fa, aku lagi galau tahu nggak sih."


" Curhat apa Mbak??? Aku akan jadi pendengar yang baik kok. hehe"


" Jadi gini Fa, aku tuh sama orang tua aku mau di jodohin sama anak temen Papa aku waktu sekolah dulu. Sedangkan aku pun enggak kenal sama sekali sama temen Papa apalagi anaknya. Sedih banget kan jadi aku Fa."


" Terus Mbak Sherly mau apa enggak,? setuju apa enggak dengan perjodohan itu sendiri."


" itu dia aku juga bingung Safa. ingin aku menolak perjodohan konyol ini, tapi aku juga nggak mau ngelawan orang tua apalagi mengecewakannya, karena sudah pasti pilihan orang tua itu pasti baik untuk anaknya., Aku sih percaya kalau orang tua aku enggak akan kan salah pilih jodoh untuk aku anak perempuannya. dan akupun juga lajang yang tidak mempunyai pacar sama sekali. tapi...... Aku ragu Safa gimana ini, aku harus gimana coba."


" Ikuti kata hati mbak aja, karena apa kata hati kita itu pasti yang terbaik untuk kita.,, tapi kita juga harus pakai logika. Coba aja dulu mbak,"


" tapi nanti gimana kalau orangnya jelek udah gitu galak rese' aaaa enggak banget deh Fa. mana Nanti malam keluarga aku akan ketemuan lagi sama keluarga temen papa aku buat makan malam. rasanya aku nggak mau deh ikut buat makan malam nanti. aku nggak siap buat ngelepas masa lajang aku. nanti gimana kalau calon aku itu suka ngatur, suka memerintah, super protektif apalagi kalau sampai posesif hah aku nggak bakal ngebayangin deh Gimana nanti kehidupan aku. seperti yang kamu bilang tadi kalau rumah tangga tanpa rasa cinta, rasa kasih sayang pasti hidup aku bakal menyedihkan.… Ehhh kamu kenapa malah senyum senyum gitu sih ihh."


" Haha Mbak Sherly lucu deh."


" Ihh malah bilang aku lucu, kamu tuh yang lucu, sini lagi pusing bingung tujuh keliling ehh malah kamunya senyum gitu." ucap Sherly dengan cemberut.


" Bingung??? kalau kata orang jawa nih Mbak, bingung yo gujengan cagak ben ra ambruk.. "canda Safa.


" Hah??? apa an tuh Fa ? kamu tahu sendiri di keluarga aku nggak ada yang keturun jawa. Semua turunan Chinese."


" Itu artinya Pusing ya pegangan tiang biar nggak jatuh... hahahaha."


Sherly terlihat diam memikirkan ucapan Safa, dan saat dirinya sadar....


" SAFAAAAAA... Ikhh kamu tuhh bikin gemes aja sihh.," ucap Sherly gemas sampai sampai kedua pipi Safa yang cubby pun menjadi korban kegemasan Sherly.


" Aaaaa,, sakit sakit Mbak... hahaha."Safa berteriak sakit namun tak menghentikan tawanya. Tawa Safa pun menular pada diri Sherly yang menjadi ikut tertawa lepas. Sungguh Sherly tak menyangka dirinya bisa sedekat itu dengan Safa orang asing yang baru beberapa minggu ia kenal.


" Hahaha pipi kamu tambah cubby Safa, kamu kelihat lucu banget hahaha. aaa aduhh perutku sampai sakit ketawa mulu."


Safa pun mendengus sebal namun tak ada rasa marah di dirinya atas perlakuan Sherly yang baru ia kenal, Safa sudah menganggap Sherly seperti Dhian sahabatnya,. Ahh ngomong ngomong Dhian ia jadi merindukan sahabatnya.


" Mbak Sherly ihh nyebelin,,, nihh terima pembalasan aku.," Safa pun membalas dengan menggelitik pinggang Sherly hingga membuat Sherly seperti cacing kepanasan menggeliat menghindari tangan usil Safa. Tawa pecah mereka pun mengundang perhatian pengunjung cafe yang maupun para pelayan cafe, salah satunya Dodi yang menatap heran juga bertanya tanya akan kedekatan dua orang cewek itu, Dodi yang memang kebetulan bekerja paruh waktu di cafe yang di singgahi Safa dan Sherly.


" Hahaha udah udah ampun Safaa.... geli ihh udah aku bisa ngompol nanti."


" Hah... hah... hah, capek... hah... ketawa... hah..."


" Hihi minum dulu Mbak."


Mereka pun setelah asik bercanda dan teryawa lepas segera menghabiskan makan dan minuman yang tinggal sedikit itu. Sherly merasa sangat senang sekali siang ini bisa sangat akrab dengan Safa.


" Ohh ya Safa, kapan kapan main kerumah dong,. Aku kalau dirumah suka kesepian, punya adek satu cowok tapi suka keluyuran nggak jelas, kalau dirumah pun cuma asik main game dikamar. Pengen deh punya adek cewek kaya kamu."celetuk Sherly.


" Kalau Mbak Sherly mau ya anggap aja aku adek Mbak."


" Beneran Fa,? kamu nggak bohong kan,? kamu serius kan.?!"


Safa hanya tersenyum seraya menganggukkan kepala sebagai jawaban. Sherly saking senangnya beranjak dari duduknya berpindah memeluk Safa erat layaknya adik sendiri.


" Uhhh senangnya punya adek cewek, keturutan deh aku punya adek cewek. hihi."


Tak terasa mereka menghabiskan waktu hampir dua setengah jam di cafe itu. Hingga akhirnya Safa pamit duluan karna sudah dijemput oleh Yudha suaminya.


" Mbak Sherly maaf banget ya aku harus pulang. Suamiku udah jemput di depan."ucap Safa setelah menerima pesan dari Yudha yang mengatakan sudah sampai di depan cafe tempat Safa berada.


" Ya udah hati hati ya di jalan. padahal aku masih pengen menghabiskan waktu sama kamu Fa." rajuk Sherly.


" Hehe, kan masih ada lain waktu Mbak, "


" Ya sudah deh, aku juga mau pulang."


Setelah berpelukan dan seperti biasa cium pipi kanan kiri mereka berpisah. Safa keluar duluan dan Sherly masih tinggal di cafe menyelesaikan pembayaran di kasir.


.


.


.