Cinta Beda Kasta

Cinta Beda Kasta
Menang


Pertandingan duel antara Safa dan Boy berlangsung sengit, Boy yang notabene seorang lelaki pun tak ingin mengalah pada Safa yang seorang perempuan. Safa pun begitu dia melancarkan serangan bertubi tubi namun belum juga bisa merobohkan Boy, Safa sedikit kuwalahan melawan Boy yang postur tubuhnya hampir sama dengan Yudha, dan juga tidak bisa Safa pungkuri kehebatan beladiri Boy. namun Safa pun juga tidak akan menyerah.


Safa mundur menjauh sejenak untuk sekedar mengatur dan mengambil nafas dalam dalam.


Boy tersenyum miring melihat Safa menjauh." kenapa?? lo udah nyerah hah?!" ucap Boy remeh.


" enak aja nggak ada kata nyerah di kamus aku." selesai berucap Safa Langsung kembali menyerang Boy. Safa menerapkan jurus yang pernah diajarkan oleh kakak sepupunya Yono. Namun Boy pun bisa menangkisnya walau sedikit kesusahan, dan puncaknya Boy bisa menjatuhkan dan mengunci tubuh Safa hingga Safa tak bisa bergerak sama sekali. Keduanya saling bertatap.


ahhh sialll, aku nggak boleh kalah dari cowok tengil, rese' satu ini. Gimana nasib temen temen aku kalau sampai aku kalah. Ya Allah berilah keajaiban...Batin Safa.


*satu detik


.


dua detik


.


tiga detik


.


empat detik


.


Dan


.


Jedug, jedug, jedug entah irama jantung siapa yang berpacu dengan cepat tak seperti biasanya.


.


Gedebugh.. brukhhh.


aaakkkhhh*.....


Begitu mendapat celah Safa dengan cepat membalikkan keadaan. Dengan sepenuh tenaga Safa menjatuhkan tubuh Boy dan menguncinya. Karna fokus Boy yang buyar dan kuncian di tangan Safa melemah memudahkan Safa untuk menumbangkan Boy dengan mudah dan yeay Safa menang.


*prok


prok


prok*


Dodi dan Rere sangat antusias bertepuk tangan melihat Safa bisa membalik keadaan dan menang, walau tadi hampir saja mereka merasa kalah namun semua itu sirna ketika Safa berhasil menumbangkan Boy.


semua mahasiswa yang melihat pertandingan itu pun menganga tak percaya seorang Boy William bisa dikalahkan ditumbangkan oleh seorang perempuan. Yang awalnya tak ada yang mendukung Safa kini banyak yang mendukung, ada juga yang kagum dengan Safa. Safa langsung menghambur kepada dua sahabatnya berpelukan sambil jingkrak jingkrak macam bocah.


Dua teman setia Boy langsung menghampiri Boy yang masih tergeletak menatap atap gedung dengan tangan yang meremas kuat dadnya.


" Boy lo kagak kenapa kenapa kan."


jantung gue, Ada apa sama jantung gue?! Kenapa jantungku berdetak cepat sekali saat bertatapan dengan nya tadi. gue jadi lemah saat menatap matanya. aneh ini sangat aneh sekali.. batin Boy.


" Boy.?? hei boy.?! lo kenapa sih.?"


" Boy, dada lo sakit? kenapa dari tadi pegang dada lo."


" Wah nggak bisa dibiarin ini.! tuh cewek harus tanggung jawab!!!"


" Hei cewek,! lo harus tanggung jawab nih, .hei cupu temen lo kudu tanggung jawab sama Boy.!" ucapan teman teman Boy membuat gaduh mahasiswa yang mendengar dan melihat keadaan Boy. Terutama Cecil yang langsung menghampiri Boy.


" Boy kamu nggak apa kan Boy., kurang ajar tuh cewek harus dikasih pelajaran.!"


Boy pun masih diam tak bergeming, pandangannya masih tetap menatap atap.


Dodi, dan Rere pun langsung terlihat panik karna teman Boy menyebut tentang tanggung jawab yang mana membuat pikiran keduanya melayang jauh.


" Woi cupu!!!" Keduanya pun tersentak.


" Safa gimana nih, gimana kalau Boy sampai kenapa napa habislah kita."ucap Rere panik.


" Huhh udah tenang aja. Tas dong Dod, mau ambil botol minum."


Dodi pun menyerahkan tas milik Safa, dan Safa segera membawanya menghampiri Boy dan teman temannya.


" Awas permisi,"ucap sopan Safa.


"Heh cewek kampung, lo ngapain cowok gue sampai dia megangin dada terus dari tadi.!"hardik Cecil.


" Makanya minggir dulu biar aku lihat keadaannya, orang namanya adu beladiri ya begini udah lumrah. Lebay banget sih."ucap santai Safa.


" Lo!!!"


" Udah deh Cill lo diem dulu. yang penting sekarang keadaan Boy dulu."


Cecil pun dengan kesal menuruti omongan teman Boy. Setelah semua diam Safa mendekat ke arah Boy, Safa meminta teman Boy untuk membantu mendudukkan Boy.


" Dada kamu sakit.? perasaan aku nggak mukul bagian dada deh." ucap Safa heran, tangannya pun mencoba memeriksa dada Boy yang takutnya ada memar karna yang mungkin tidak sengaja terpukul.


Sewaktu tangan Safa memegang dada Boy yang tadi dipegang oleh tangan Boy, Safa bisa merasakan degub jantung Boy.


" Coba minum dulu ini." Safa menyodorkan botol minumnya pada Boy untuk diminum. Boy pun menerima minum itu, dan setelah selesai meneguk minum Safa, Boy tidak sengaja bertatapan kembali dengan mata Safa.


Boy kembali memegang dadanya yang berdebar dengan kencang setelah tadi sedikit normal sekarang kumat lagi. Entah ada apa dengan jantungnya Boy pun heran.


Boy segera memutus kontak mata dengan Safa dan segera pergi begitu saja meninggalkan semuanya yang melongo menatap keheranan dengan Boy.


.


.


.