Cinta Beda Kasta

Cinta Beda Kasta
Tanpa judul


Pukul lima pagi Safa terbangun dari tidurnya, ia bergegas membersihkan diri dan segera turun ke bawah menuju dapur sebagaimana rutinitasnya setiap pagi hari.


Saat sampai di dapur Safa sudah melihat Bu Asih tengah memilah milah sayuran yang akan dimasak.


" Selamat pagi Bu Asih,."


" Ehh, selamat pagi Non Safa."


".Kok Non sih.?? panggil seperti kemarin aja Bu, saya nggak terbiasa dipanggil Nona. Hehe udah kayak apa aja."


" Ehh tapi kan memang Non Safa kan sekarang majikan saya yang patut saya hormati atuh., "


" Iya tapi jangan panggil saya Non ahh Bu, saya risih., panggil neng aja seperti kemarin."


" Baiklah Neng Safa,."


" Nahh gitu kan enak atuh Bu. hehe,. ohh iya Bu Asih lagi apa."


" Ini Neng, saya teh bingung mau masak apa, kan saya baru di rumah Neng Safa, jadi saya nggak tahu selera Neng Safa teh seperti apa dan bagaimana."


" Baiklah, soal masak sarapan pagi biar saya aja Bu yang masak, kalau nanti siang Bu Asih bisa masak sendiri apa aja terserah soalnya kalau siang cuma saya yang makan di rumah. Nah kalau malam nya kita bisa masak bareng Bu jadi nanti biar Bu Asih tahu apa aja selera makanan kami., ,dan sekarang Bu Asih bantu saya bersihin sayuran aja, setelah itu Bu Asih bisa mengerjakan yang lain nya."


" Baik Neng.,"


Saat tengah asik memasak terdengar langkah kaki kecil mendekat ke arah dapur.


" Selamat pagi tante cantikkkk."


Safa yang mendengar sapaan riang itu pun menoleh dan menjawab.


" Selamat pagi juga manis.... kok udah bangun ."


" Iya tantik, Cici udah bangun dari subuh."


" Wahhh hebat dong, Kamu nggak siap siap buat sekolah nduk .???"


Cici menunduk sedih namun secepatnya kembali tersenyum.


" Cici enggak sekolah tante, Cici mau bantu Ibu aja di rumah."


Safa terdiam namun ia dengan cepat mengerti keadaan.


" Okelah kalau begitu., sekarang Cici udah mandi belum.?"


" Udah tante."


" Kalau gitu tante tinggal ke atas dulu ya mau bangunin Om."


" Om siapa tante,?"


" Nanti kamu juga tahu, "


Safa pergi melangkahkan kaki nya menuju kamar untuk membangunkan suaminya. Safa masuk ke dalam kamar dan di lihatnya Yudha masih setia dengan selimut yang menutupi tubuhnya.


" Mas bangun Mas, udah siang ini." ucapnya seraya mengusap lembut bahu Yudha yang polos tanpa baju.


" Uhmm lima menit lagi sayang."


" Udah siang lhoh Mas,"


" Masih ngantuk banget Dek,. Aku baru tidur jam 3 pagi tadi, Mas juga lelah sekali sayang." gumam pelan Yudha.


Safa yang melihat Yudha suaminya yang memang terlihat sangat lelah pun urung untuk memaksanya bangun, namun ia juga tidak mau suaminya melewatkan waktu sarapan pagi nya.


" Ya sudah kalau Mas lelah, tapi sarapan dulu yuk, habis makan tidur lagi nggak apa."


" Badan Aku lemes banget sayang.,"


" Ya sudah Aku ambilin sarapan aja terus makan di kamar nggak apa., "


Safa pun melangkah kembali turun ke dapur untuk mengambilkan makanan suaminya.


" Lhoh neng kok piringnya di taruh nampan."


" Iya Bu Asih ini untuk suami saya lagi nggak enak badan jadi mau sarapan di kamar. Bu Asih sama Cici kalau mau makan langsung ambil saja Bu, nggak usah nunggu Saya turun,"


" Iya neng trimakasih, Tadi kami juga sudah sarapan kok."


" Ya sudah kalau begitu saya ke atas dulu ya Bu."


"Silahkan neng."


Safa masuk ke dalam kamar dengan membawa nampan yang berisi sepiring nasi beserta sayur dan lauknya, juga segelas teh manis hangat dan tak lupa segelas air putih.


" Mas Yudha bangun dulu yuk sebentar."


" Uhmm... badanku lemes banget Dek."


" Iya aku tahu makanya ini aku bawain sarapan, ayo bangun dulu sebentar aja buat sarapan biar ada tenaga."


" Uhmm," dengan berat Yudha membuka kedua matanya lalu merentangkan kedua tangan nya bermaksud agar Safa membantunya bangun, karna ia benar benar merasa lemas karna kelelahan juga kurang tidur.


Safa yang tahu maksud suami nya yang ingin bermanja itu pun dengan senang hati menyambut tangan sang suami dan membantunya untuk duduk.


" Uluh uluhhhh bayi besarku berat banget sih ini."canda Safa.


" Biar aku jadi bayi besar sekarang sebelum nanti ada baby kecil yang akan hadir sehingga nanti perhatian kamu akan terbagi untuk kami."


" Suapin..." ucap manja Yudha.


Safa pun dengan telaten menyuapi Yudha hingga makanan di piring habis begitu juga minuman nya.


" Udah sekarang duduk dulu biar makanan nya turun dulu sebelum lanjutin tidurnya." Safa pun beranjak dari duduknya namun segera di cegah oleh Yudha dengan menarik tangan Safa.


" Mau kemana,?"


" Mau ke bawah dulu ke dapur buat naruh piring kotor ini."


" Nanti ajalah, temenin Mas dulu duduk sini."Yudha menarik tubuh Safa hingga terduduk di pangkuan nya.


" Ehhh, main tarik aja ihh., turunin aku Mas, katanya yang lelah lah, yang lemeslah, ini malah main pangku pangkuan."


" Cuma mangku kamu nggak ada lelahnya, badan kamu toh enteng ini."


" Ihhh ngece banget sih. Turunin Mas, biar aku pijitin."


Yudha pun melepas jeratan tangan nya yang membelit pinggang Safa. Safa duduk di sebelah Yudha dan meminta suami nya itu untuk duduk memunggungi nya. Yudha menurut dan segera Safa memijat mijat kepala hingga punggung Yudha.


Yudha merasa sangat rileks nyaman dan menikmati pijatan yang di berikan Safa istri tercinta nya. Saking enaknya Yudha sampai merasa ngantuk dan tak lama mata nya terpejam erat.


Safa yang merasa tubuh Yudha sedikit limbung karna tertidur pun langsung menyangga tubuh Yudha dan dengan pelan pelan ia baring kan tubuh Yudha di sofa, untung sofa yang ada di kamar utama sedikit besar dan nyaman untuk di tiduri tubuh Yudha yang tinggi.


…………………


" Boy tunggu."


Sherly mengejar sambil memanggil adiknya yang akan keluar dari rumah.


" Ada apa kak.?"


" Kakak ikut kamu ke kampus.."


" Mau ngapain ,???"tanya nya heran tumben kakak nya itu ikut dirinya ke kampus.


" Iya kakak mau ketemu temen kakak yang satu kampus sama kamu. Udah yuk banyak tanya deh."


" Biasanya juga pergi sendiri kalau mau ke kampus."gumamnya pelan.


Sherly dan Boy pun berangkat ke kampus mengunakan mobil milik Boy. Tak berapa lama mereka sampai di kampus.


Boy langsung pamit masuk ke dalam gedung fakultasnya meninggalkan kakaknya yang sedang sibuk menghubungi seseorang.


" Halo Safa kamu ada dimana.??"


" …… "


" Ohh oke, kalau udah selesai langsung hubungi aku oke."


" …… "


Sherly memutuskan untuk menunggu Safa di kantin kampus, dan di kantin Sherly menjadi sorotan seluruh mahasiswa yang ada. Wajah cantik, baik hati juga ramah menjadikan seluruh orang mengagumi sosok kakak dari Boy itu, berbanding terbalik dengan sang adik walaupun berwajah rupawan nan tampan namun sifatnya sangat beda jauh dengan Kakak nya.


Cecil yang melihat keberadaan Sherly langsung menghampirinya dengan semangat berharap ia bisa dekat dengan kakak dari cowok idaman nya.


" Hai kak Sherly...."


" Ohh haii, kamu teman Boy kan.?"


" Iya kak, kakak ngapain tumben kelihatan di kantin kampus.? sedang menunggu Boy kah.?" Cecil duduk di depan Sherly.


" Ohh ini aku lagi nunggu temen."


" Ohh gitu."


Cecil terus mengajak ngobrol Sherly panjang lebar membahas berbagai hal yang membuat Sherly lama lama jengah sendiri. Selang setengah jam terdengar suara ponsel dari Sherly terlihat nama pemanggil yang tak lain adalah Safa.


" Halo Fa, kamu udah keluar."


" Udah Mbak, aku ada di depan ini, mbak dimana ?"


" Ohh oke kamu tunggu di situ aja, biar aku yang ke situ."


" Okelah."


Sherly pun bergegas pergi meninggalkan Cecil yang masih saja ingin cari muka di depannya yang membuat Sherly ingin segera pergi.


" Ehh aku pergi dulu ya girl, udah di tunggu temen aku. Daaa.."


" Ohh oke, kapan kapan kita ngobrol bareng lagi ya Kak.,"


" Hehe oke." ucapnya setengah hati.


Sherly pergi namun Cecil diam diam mengikuti Sherly dari belakang penasaran siapa teman yang membuat sosok Sherly putri dari pemilik yayasan kampus ini mau menunggu.


Kedua mata Cecill memicing dan terbelalak melihat siapa yang di tunggu oleh Sherly, ia pun menatap sebal melihat keakraban antara Safa dan Sherly. Dalam hati ia bertanya tanya kenapa mereka terlihat sangat dekat...


.


.


MAAF LAMA DAN CUMA SEDIKIT UP NYA,. PIKIRAN LAGI BUNTU, JADI BELUM BISA MENGARANG CERITA, JUGA BINGUNG GIMANA CARA BIAR CERITA INI BIAR BAGUS ALURNYA... TAPI YAA KARNA PIKIRAN LAGI BUNTU JADI SERBA BINGUNG... 🙏🙏🙏