
Sayang, jangan seperti ini, berhentilah menangis dan mengurung dirimu seperti ini, tolong jangan kamu sakiti diri kamu seperti ini, Aku sungguh hancur melihatmu seperti ini, maafkan aku yang sudah gagal menjaga dan melindungi kamu, maafkan aku sayang..
***Akan ku hancurkan mereka yang sudah berani dan tega membuatmu seperti ini sayang, akan ku buat mereka menderita lebih dari yang kamu rasakan saat ini...
Yudha***________
Sesuai rencana....
" Tolong, mbak tolong saya, ibu saya pingsan, saya bingung harus bagaimana. " Ucap seseorang pada Safa yang saat itu tengah melewati gang sepi.
" Memangnya ibunya kenapa Mas,? Langsung bawa ke klinik terdekat saja. "karna memiliki sifat yang sangat baik Safa pun tak menaruh curiga sama sekali dan malah membantu orang yang tidak dikenalnya itu. Ya karna rasa empati Safa yang tinggi pada sesama apalagi itu menyangkut seorang ibu Safa pun ingin memberikan pertolongan sebisanya.
" Iya saya mau ke klinik tapi saya tidak kuat untuk menggendong ibu saya sendirian, saya di rumah hanya berdua dengan ibu saya saja, tolong saya mbak. " sangat sempurna akting orang itu untuk meyakinkan Safa.
" Baiklah, ibu mas dimana,? "
" Di belakang rumah mbak. "
Safa pun bergegas mengikuti lelaki itu menuju tempat yang orang itu sebut, namun saat di tengah jalan tiba tiba mulut dan hidung Safa di bekap dari belakang dan seketika Safa kehilangan kesadarannya.
.
Di lain tempat...
Seorang lelaki menghampiri temannya yang tengah berada di dalam kelasnya.
" Putra... "panggilnya.
" Ada apa ? "
" Aku mau kasih tahu kamu sesuatu menyangkut cewek kamu Nana. "
" Memangnya kenapa Nana, " tanyanya dengan malas.
" Nih kamu lihat sendiri rekamannya. "
Orang itu pun memperlihatkan rekaman yang ada di ponselnya. Putra menatap dan mendengarkan dengan serius rekaman itu.
" Kapan kamu rekam ini. " Ucap Putra panik.
" Aku tadi nggak sengaja ngelihat Nana ngobrol sama Edo dan Jeki di pojok kampus dan aku iseng rekam mereka, dan ini yang aku dapat. " ucap Dedi yang menyebutkan nama mahasiswa yang terkenal bejad di kampusnya.
" Terimakasih Ded, sekarang kamu lihat Nana kemana nggak. "
" Aku tadi lihat dia ke arah taman. "
Putra yang tahu posisi Nana pun segera pergi menghampirinya. Dan saat dia sampai di taman Putra mencari cari keberadaan pacarnya itu. Dari kejauhan terlihat Nana tengah menikmati minuman kaleng sembari menerima telfon. Putra pun berjalan mendekatinya namun posisi Nana yang membelakangi Putra pun tak mengetahui keberadaannya.
.
Putra menghentikan langkahnya dan bersembunyi di balik pohon karna mendengar ucapan Nana.
" Bagus.. kalian memang bisa diandalakan. Sekarang laksanakan yang gue perintahkan. Gue udah siapin tempat di daerah x, dan bawa cewek kampung itu kesana. Kalian tenang saja, disana tak akan ada yang mencurigai kalian karna tempat itu sepi. "
" ..... "
" Kalian tenang saja, bonus akan segera masuk ke rekening kalian. "
Panggilan pun berakhir. Seringai licik nan jahat pun tersirat sangat jelas di wajah Nana.
Haha mampus lo cewek kampung, siapa suruh mau nyaingin gue sama kakak tersayang gue. Gue pastiin setelah ini Mas Yudha bakal jijik sama lo dan ngebuang lo seperti Putra yang lebih memilih gue.
.
Putra yang mendengar ucapan Nana menjadi sangat emosi pada pacarnya itu karna tahu siapa yang dimaksud oleh Nana. Ingin sekali ia menghampiri Nana dan meluapkan emosinya namun ia memilih segera pergi dari situ dan menghubungi Safa dan mencarinya di tempat yang di sebutkan oleh Nana tadi. Menyelamatkan Safa adalah yang utama baginya saat ini. Saat ia menghubungi ponsel Safa baru tersambung sebentar langsung dimatikan oleh pihak seberang dan langsung ponsel Safa tidak aktif. Sepertinya ada yang menonaktifkan ponsel Safa. Putra segera memacu motornya pergi dengan kecepatan tinggi.
.
Di Rumah Safa...
Saat didalam ia berpapasan oleh Ibu Safa yang sedari tadi menunggu.
" Safa mana nak Yudha? "
" Loh bukannya Safa seharusnya sudah di rumah ya Bu. Tadi kata Bu Siska Safa sudah pulang dari lima belas menit yang lalu. "
" Belum nak, Safa belum terlihat dari tadi."
" Apa?!! Ya udah ibu tenang dulu, mungkin Safa tadi mampir dulu kemana gitu, Yudha akan coba hubungi Safa ya. Ibu positif thinking saja. " Yudha mencoba menenangkan Ibu Safa yang sangat khawatir pada anaknya, yang padahal Ia sendiri sekarang sedang khawatir setengah mati karna ponsel Safa yang tak bisa di hubungi.
.
Kamu kemana sih dekk, jangan buat kami khawatir, kenapa ponselmu juga tidak bisa di hubungi. Batin Yudha.
.
Di sebuah tempat, tepatnya sebuah kawasan perumahan yang masih proses pembangunan, ada salah satu rumah yang sudah jadi dan sudah terisi furniture lengkap namun masih belum di tempati sang pemiliknya.
.
Ya,, itu adalah rumah Naura yang baru saja di belikan oleh Papanya sebagai hadiah ultahnya. Namun tempat itu pula yang di jadikan tempat untuk menggarap Safa.
.
Perumahannya masih sepi dan belum banyak rumah yang di bangun di sana. Hanya terlihat beberapa rumah itupun jarak antara satu dan lainnya sangat jauh. Jadi takkan ada orang yang curiga pikirnya.
.
Tubuh Safa yang ringan pun tidak menyulitkan dua lelaki yang membawa tubuh Safa masuk ke dalam dan di letakkan di salah satu kamar.
" Haha sekarang harus kita apain ni bro cewek ini. "
" Ya sesuai perintah si Nanalah, emang mau gimana lagi. "
" Ahhh apa nggak sayang bro kalau kita nggak manfaatin keadaan ini, lihat bro wajahnya, cantik. Sayang banget kalau kita nggak cicipin. "
" Hhh,, iya sih, biasanya sih bro cewek cantik berhijab gini pasti dalamnya nggak diragukan lagi, mana mukanya kelihat polos banget lagi, kaya malaikat. Kasihan sekali cewek ini harus berakhir seperti ini. "
" Itu urusan mereka, kita cuma ngejalanin tugas enak ini. Udahlah kita laksanain dulu perintah si Nana buat ngefoto ni cewek tidur sama kita tanpa busana. Biar gue yang lepasin ni bajunya lo siapin kameranya."
.
Salah satu dari mereka pun dengan sangat cepat melepas satu persatu pakaian yang dikenakan Safa. Karena sudah di kuasai nafsu Edo yang bertugas melepas baju pun segera menerjang bibir Safa dengan rakus.
" Heh Ed, tahan dulu napa, kita harus selesaiin kerjaan kita dulu baru terserah lo mau apa. "
" Gue nggak tahan bro. "
" Udah cepet gue foto dulu. "
Edo pun dengan cepat melepas baju dan celananya hingga kini hanya boxer yang ia kenakan lalu masuk kedalam selimut yang menutupi Safa.
.
Dan setelah selesai mereka hendak melakukan yang mereka inginkan namun belum juga mulai tiba tiba mereka di kejutkan dengan pintu yang di dobrak dari luar.
.
Brakkkkk
.
.
.