Cinta Beda Kasta

Cinta Beda Kasta
Penangkapan


Tak butuh lama untuk membekuk Edo dan Jeki, Polisi yang bergerak cepat juga karna campur tangan dari seorang Arya Yudha Pratama juga berkat informasi dan kerjasama Putra yang mempunyai bukti kuat atas rencana kejahatan Nana.


.


Setelah Yudha bertemu dengan Rizky dan memberi informasi tentang terduga pelaku, Yudha begitu geram sekali saat mendengar informasi dari Rizky tentang otak dari musibah yang menimpa Safa ,dan segera Yudha meminta untuk bergerak cepat agar pelaku tak keburu kabur dan melarikan diri. Yudha pun mendapat informasi dari Alifah tentang Putra yang mempunyai bukti kuat sebuah video yang menunjukkan perbincangan antar pelaku dan dalang dari kejahatan ini.


.


" Gue bakal hancurin mereka semua yang udah buat Safa seperti ini, sebelum itu gue mau ketemu sama dua b******* itu. Gue mau bikin perhitungan sama mereka. " Gigi Yudha gemeretak menandakan amarah yang memuncak.


" Mereka udah dibawa sama polisi, dan lo juga nggak perlu mengotori tangan lo bro, karna mereka udah babak belur dihajar sama si si.. ahh siapa lupa namanya. Dan kalau ditambah elo yang ngehajar mereka bisa is dead langsung sekali kena pukulan lo. Dan lo juga pasti nggak bakal tanggung tanggung ngehajarnya. "


" Sial!!! "


" Udah sekarang lo tenang aja, serahin semua ke gue, lo cukup disini aja nungguin Safa, karna Safa lebih butuh elo daripada mereka. " ucap Rizky menenangkan emosi Yudha dengan menepuk pelan pundaknya.


" Lo bener, Safa lebih penting sekarang. "


Dan saat mereka berbincang Alifah berlarian menghampiri mereka dengan nafas terengah dan terlihat panik.


" Mas ..hah hah.. Safa ..hah hah.. histeris lagi. " jelas Alifah dengan nafas tersengal sengal.


" Apa!!! " Yudha segera berlari meninggalkan Rizky dan Alifah yang menatap takjub betapa cepatnya Yudha berlari masuk.


" Safa histeris kenapa Fah?? "


" Kata dokter Safa sedikit terguncang jiwanya Mas Rizky, " ucap sendu Alifah.


" Kejadian yang sebenarnya gimana sih tadi. "


Alifah pun menceritakan dari awal hingga akhir kejadian yang menimpa Safa. Rizky yang mendengar runtutan kejadiannya pun ikut dibuat geram. Kini dirinya mengerti betapa marahnya Yudha tadi atas kejadian ini.


.


Yudha langsung menyeruak masuk ke dalam ruang IGD tempat Safa berada. Dilihatnya dokter tengah menangani Safa yang terlihat menangis dan berteriak histeris. Dokter segera menyuntikkan obat penenang ke lengan Safa dan berselang beberapa detik terlihat Safa berangsur lemas dan akhirnya tertidur.


.


Yudha yang melihat kondisi Safa begitu sedih dan terpukul. Tak terasa Yudha menitikkan air matanya.


" Gimana keadaan calon istri saya dok.? "


Dokter pun menjelaskan tentang kondisi Safa saat ini, dan dokter pun menyarankan untuk rawat inap yang langsung disetujui Yudha.


Kini Safa telah di pindahkan ke ruang rawat inap vip di rumah sakit itu atas permintaan Yudha.



.


Polisi yang sudah mengantongi bukti kuat langsung segera meluncur ke rumah terdakwa pelaku yang tak lain rumah Nana.


.


Nana dan Naura telah sampai rumahnya dan buru buru ke kamar masing masing untuk mengemasi barang barang mereka. Namun tak berselang lama sejak kedatangan dua saudari itu polisi datang mengetuk pintu rumah dan kebetulan sekali Papa Nana juga baru tiba dirumah dari bepergiannya.


.


Papa Nana terlihat bingung dan keheranan melihat mobil polisi berada di depan rumahnya, Papa Nana pun menghampiri polisi itu.


" Selamat sore pak, ada apa ya bapak bapak polisi ini kerumah saya. "


" Bapak ini siapanya saudara Nana ya? "


" Saya orang tuanya pak, kenapa ya pak. "


" Kami kesini untuk membawa putri bapak, untuk mempertanggung jawabkan tindak kejahatan terencana yang anak bapak lakukan, dan ini surat penangkapannya."


.


Papa Nana terlihat sangat syok mendengar penuturan para polisi itu. Ia masih tidak percaya dengan semua yang terjadi pada anaknya.


" Tidak mungkin pak, anak saya tidak mungkin melakukan tindak kriminal. "sanggah Papa Nana yang masih tidak percaya.


" Untuk lebih jelasnya bisa di bicarakan di kantor kami pak, untuk saat ini kami harus menjemput anak bapak. "


.


Disaat Papa Nana berbincang dengan polisi, Nana dan juga Naura terlihat keluar rumah dengan membawa koper masing masing dan mereka belum menyadari jika polisi ada didepan rumah saat ini.


" Ayo kak kita harus cepat kak, sebelum polisi datang. "


" Iya kakak tahu . "


.


Salah satu polisi yang melihatnya pun langsung bergerak dan menangkap Nana saat melihat Nana mencoba kabur dengan membawa koper. Nana pun sangat terkejut saat menyadari polisi sudah dihadapannya dan siap membawanya ke penjara.


.


Nana mencoba memberontak tidak mau di bawa.


" Pak lepaskan saya pak, saya tidak bersalah. Pah tolong Nana Pah, kakak tolong Nana kak. "teriak Nana.


" Pak tolong lepaskan adik saya pak, adik saya tidak bersalah. Ini cuma salah paham, "ucap Naura memohon.


" Nanti bisa di jelaskan dikantor, sekarang mohon kerjasamanya mbak. "


" Pah tolong Nana Pah, Nana nggak salah Pah. . . Papa... Paaaa"


Terlihat Papa Nana hanya bisa menatap nanar anaknya yang dibawa paksa masuk ke mobil polisi.


" Pah tolong bantu adek, adek nggak salah Pah. "


" Papa nggak tahu masalah adikmu apa, bisa kamu jelaskan sama Papa? "


.


Naura pun terlihat bingung harus berkata apa pada Papanya, dia tak mungkin jujur karna itu bisa membuat Papanya marah besar. Naura masih diam gugup juga bingung dan takut saat Papanya manatapnya menyelidik.


.


.


Pak Handoko pun bergegas masuk ke dalam mobil dan langsung melajukan mobilnya menyusul mobil polisi yang membawa Nana.


.


Sesampainya di kantor polisi Pak Handoko melihat seseorang yang sangat ia kenal, orang itu tengah berbincang dengan salah satu polisi yang membawa putrinya dan disebelahnya seperti seorang pengacara yang cukup terkenal di Indonesia.


.


" Pak Rizky? Anda disini? Apa ada sesuatu.? "


Rizky yang dipanggil pun menoleh ke arah asal suara.


" Pak Handoko? Kebetulan sekali anda disini. Ada yang ingin saya sampaikan dengan Pak Handoko. "


Rizky pun memberikan sebuah map berisi berkas berkas.


" Apa ini Pak Rizky? "


" Itu berkas yang sudah ditanda tangani oleh Pak Yudha langsung dan silahkan bapak baca sendiri. "ucap Rizky dengan menahan geram karna ulah anaknya yang menyakiti Safa calon istri sahabat baiknya.


.


Pak Handoko terlihat syok dan tidak terima, ia pun melempar map itu ke meja.


" Surat pembatalan kerjasama?! Apa apaan ini Pak Rizky, mana bisa kerjasama kita dibatalkan, dan disini saya yang akan dirugikan. " Ucap Pak Handoko emosi.


" Heh, itu harga yang harus Pak Handoko tanggung sesuai dengan apa yang putri kesayangan anda perbuat. " Rizky menyeringai merendahkan.


" Apa maksudnya?! Apa yang sudah anak saya perbuat sampai Pak Yudha membatalkan kerjasama ini, apa hubungannya?! "Teriak Pak Handoko yang masih bingung.


" Apa anak anak kesayangan anda tidak menceritakan apa yang sudah mereka perbuat terhadap CALON ISTRI Yudha!!!. Mereka sudah menculik, dan melecehkan SAFA!!, Sampai saat ini Safa masih trauma berat akibat ulah PUTRI ANDA!!! " Ucap Rizky berapi api saat melihat kondisi Safa yang sudah dia anggap seperti adik sendiri.


" Safa?? Calon istri?? Anak saya tidak mungkin sampai melakukan tindak kriminal. Kalian jangan asal tuduh ya." ucap Pak Handoko yang masih tidak mengerti.


" Lebih baik Pak Handoko tanyakan langsung pada anak Bapak tentang apa yang sudah diperbuatnya. Dan kami tidak asal tuduh, karna semua bukti kuat sudah ada ditangan kepolisian. .. Pak pengacara semua saya serahkan pada anda, mohon bantuannya, Pak Yudha sangat berharap dan percaya pada anda. "


" Tenang saja Pak Rizky, serahkan semua pada saya, saya tidak akan mengecewakan anda dan Pak Yudha. Dan saya pastikan Nona Safa akan mendapat keadilan. " ucap Pengacara Yudha.


" Baiklah saya permisi karna harus segera pergi ke rumah sakit.... Dan Pak Komandan tolong pelaku dihukum dengan pasal berlapis atas tindak kriminalnya terhadap korban "pamit Rizky.


" Baik Pak Rizky, kami akan memberi keadilan untuk korban. Dan pelaku akan dijerat oleh hukum yang berlaku. "


.


Setelah berjabat tangan Rizky segera meninggalkan kantor polisi dan pergi menuju rumah sakit karna tadi mendapat kabar jika Safa harus rawat inap dan Rizky harus menggantikan pekerjaan kantor Yudha.


.


Setelah kepergian Rizky, Pak Handoko dipertemukan oleh Nana dan melihat semua bukti tindak kejahatan yang dilakukannya pada Safa. Melihat bukti dan mendengar keterangan langsung dari mulut Nana saat di interogasi polisi Pak Handoko begitu syok ditambah perusahaannya rugi besar Pak Handoko mendadak serangan jantung dan segera di larikan ke rumah sakit.


.


Tak berselang lama Putra datang untuk memberikan keterangannya sebagai saksi. Saat melihat kekasihnya datang Nana menangis untuk menarik perhatian Putra, karna Nana belum tahu jika Putra datang bukan untuk menemuinya melainkan menjadi saksi atas kejahatan Nana.


.


" Hiks hiks sayang... tolong aku, ini semua nggak bener, kamu percaya kan sama aku. "


Namun Putra hanya menatapnya datar tanpa ekspresi.


" Saudara Putra? "


" Iya saya Pak. "


" Apakah anda mengenal dekat pelaku.? "


" Ya saya sangat mengenal pelaku. "


" Apa hubungan anda dengan pelaku.? "


" Kemarin pelaku masih kekasih saya, sekarang tidak lagi. Karna saya tidak mau mempunyai kekasih seorang penjahat. "


.


Bagai disambar petir Nana sangat terkejut dengan ucapan yang terlontar dari mulut Putra. Ia tidak menyangka Putra akan berbicara seperti itu didepan umum.


" Ap.. apa maksudmu sayang, aku masih pacar kamu, kita belum ada kata putus. Kamu masih pacar aku. " teriak Nana.


" Aku udah mutusin kamu sejak aku tahu kejahatan kamu dan kelicikan kamu yang sudah membuat aku dan Safa putus. "


" Apa.... tapi aku nggak mau putus Putra, aku mencintai kamu, aku... "


" CUKUP, aku jijik mendengar semua ucapan palsumu itu., Dan Pak Polisi ini bukti rekaman video yang bapak minta. "


" Apa,?? jadi kamu terlibat dengan penangkapan aku. iya?? "


" YA!!! karna kamu memang pantas mendapatkannya. "


" Kurang ajar!!! brengsek kamu Putra, tega kamu sama aku.!! Pacar macam apa kamu!!! " teriak Nana.


" Sudah.. ini kantor polisi, harap tenang. , Baiklah Mas Putra anda boleh pergi. terimakasih atas kerjasamanya. "


.


Putra pun pergi meninggalkan Nana yang berontak sambil berteriak teriak memaki Putra dan semua yang terlibat atas penangkapannya.


.


.


Semoga suka ya😁😁🙏🙏🙏