Cinta Beda Kasta

Cinta Beda Kasta
Istri seutuhnya


Hiding from the rain and snow


Trying to forget, but I won't let go


Looking at a crowded street


Listening to my own heart beat


So many people all around the world


Tell me where do I find someone like you girl


Take me to your heart, take me to your soul


Give me your hand before I'm old


Show me what love is, haven't got a clue


Show me that wonders can be true


They say nothing lasts forever


We're only here today


Love is now or never


Bring me far away


#lagu take me to your heart#


Nada alarm yang dipasang Safa untuk membangunkan dirinya di pagi hari pun telah berbunyi tepat pukul 04.30 pagi. Safa yang mendengar pun segera meraih ponsel yang ada di meja samping tempat tidur, tangannya terulur meraba dimana posisi letak ponselnya setelah teraih Safa segera mematikan alarmnya.


.


Safa membuka mata mengumpulkan seluruh nyawa yang belum sempurna kembali ke tubuhnya. Safa merasakan seluruh badannya remuk seakan tak bertulang, ia benar benar merasa sangat lemas. Safa tidak tahu ia tertidur jam barapa tadi malam, yang ia tahu dirinya tertidur saat sang suami masih menjalankan aksinya yang entah untuk ke berapa kalinya.


.


Safa hendak bangun namun seketika ia meringis merasakan sakit, dan perih yang tak terperi di area pribadinya saat ia mencoba menggeser posisi salah satu kakinya. Saat merasakan sakit Safa tidak sengaja mencengkram erat tangan Yudha yang melingkar di perutnya.


" Aakkhhh Ya Allah sakitttt..... ssshhhh ." Safa mendesis kesakitan.


Yudha yang merasakan ada tangan yang mencengkram kuat di tangannya pun terbangun, Yudha memicingkan matanya enggan untuk bangun karna masih merasa kantuk. Namun saat mendengar desisan Safa yang kesakitan pun Yudha segera membuka kedua matanya lebar lebar dan segera bangun dari tidurnya yang mana membuat selimut yang menutupi badan keduanya pun tersingkap sampai ke perut Safa, dan itu langsung membuat Safa melepas cengkraman tangannya di tangan Yudha dan segera menarik kembali selimutnya sampai menutupi wajahnya yang memerah malu.


" Kenapa Dek,? masih sakit ya,?" ucap lirih Yudha.


Safa mengangguk di dalam selimut, Yudha pun mencoba menyingkap selimut yang menutupi wajah Safa namun ditahan oleh Safa.


" Buka dong selimutnya Dek, Mas nggak bisa lihat muka kamu."


" Malu kenapa sayang.??? udah di buka ahh selimutnya, apa Mas paksa buka nih." ancam Yudha dengan tertawa kecil.


" Mas Yudha ihh gitu sukanya ngancem.." rajuk Safa dan ia pun membuka selimutnya hingga ke leher.


" Hehehe kalau nggak gitu kamu nggak nurut sih... masih sakit.??"


" Iya,.. banget malah. buat gerak aja sakit banget."


" Ya udah buat tidur lagi aja gih, masih pagi banget juga."


" Mas Yudha lupa kalau hari ini hari pertama aku mulai kuliah. mana boleh aku nggak berangkat Mas."


" kamu tenang aja nanti biar Mas ijinin kamu sama dosen kamu."


"eh eh enggak enggak nggak ada izin- izin, Aku mau tetap mau masuk kuliah pagi ini, aku nggak mau ketinggalan pelajaran Mas."


" tapi kamu kesakitan kan."


" aku nggak papa kok, bisa kutahan." Safa pun mencoba untuk bangkit dari tidurnya namun seketika dirinya kembali mengerang kesakitan lagi.


" Aaakkhhh sakit bangettttt.."


" Tuh kan aku juga kata apa tadi, udah nurit sama Mas."


" Ini juga kan karna Mas Yudha yang udah buat aku sakit kayak gini. Mau bangun mandi pun susah."ucap Safa cemberut.


Yudha kembali tersenyum senang mengingat kejadian tadi malam di mana dia sudah menjadikan Safa istri seutuhnya.


Tanpa babibu Yudha mengangkat tubuh Safa beserta selimut yang mentupi badannya.


" Aaaa Mas Yudha mau ngapain?!"


" Katanya mau mandi, Mas mau tanggung jawab karna udah buat istri Mas ini kesakitan. Jadi Mas akan bantu kamu mandi."


" eehhh enggak Mas, aku bisa mandi sendiri. Turunin aku Mas."


" Udah kali ini nurut sama Mas, kamu duduk sini dulu biar Mas siapin air hangat buat kamu mandi." ucap Yudha seraya mendudukkan Safa di meja wastafel.


.


Setelah menyiapkan air hangat Yudha benar benar membantu memandikan Safa istrinya dan juga membantu memakaikan baju. setelah Safa selesai mandi Yudha kembali menggendong Safa dan meletakkannya di atas tempat tidur. Yudha pun meminta Safa untuk menunggu dirinya bergantian mandi. sambil menunggu suaminya selesai mandi Safa mengutak-atik ponselnya nya membuka aplikasi memesan makanan untuk sarapan keduanya, karena badannya yang tidak memungkinkan untuk bergerak dan memasak seperti biasanya.


.


.