Cinta Beda Kasta

Cinta Beda Kasta
Papa rizky


Siang hingga menjelang sore itu yudha sangat senang sekali, hatinya bahagia bisa dekat dengan safa. Ia bisa brrmanja manja pada safa yang belum menyadari kepura puraan yudha


. Ingin makan ini makan itu, mau ini mau itu selalu safa layani dengan ikhlas, walau terkadang harus ada perdebatan kecil tapi itu hanya selingan agar tidak bosan di dalam kamar hotel yang sudah seperti apartemen itu.


Sedangkan dikantor yudha dilantai bawah rizky bekerja sambil trus ngedumel karna tingkah yudha. Ia yang harusnya sudah selesai dengan pekerjaannya harus menghandle semua kerjaan yudha yang terlantar dimeja kerjanya. Cuma hanya rindu dengan safa karna hampir seminggu tidak bertemu.


Kemarin aja disuruh cuti seminggu buat istirahat, ehh belum habis masa cutinya udah buru buru disuruh berangkat. Pake alesan gak enak badan lagi cuma buat narik simpati safa. Yudha yudha,,, dasar lo ya kalau udah suka pepet trus. apapun dilakuin biar bisa deket ma cewek itu. Padahal awal awal aja enggak maulah inilah itulah, lhah sekarang??ckckck tapi gue seneng bisa buat yudha ceria lagi. Safa memang bisa buat yudha bahagia dan tersenyum lagi. tidak sia sia gue buat safa dan yudha deket. Semoga mereka bisa selalu bersama dan tidak terpisahkan oleh apapun itu kecuali maut. Gue gak akan biarin apapun itu yang bisa memisahkan mereka berdua, walaupun nantinya gue harus ngelawan orang tua yudha. gue gak akan menyerah, gue janji yudha selama masih ada gue, gue akan selalu ada buat elo dan safa yud.Gumam rizky yang masih di posisi yang sama yaitu duduk di meja kerja yudha, tanpa ia sadari orang yang sedang ia bicarakan mengawasinya dari tadi.


drrt drrt


pesan singkat masuk di hp rizky.


yudha>


gue tau lo lagi ngomongin gue. awas aja lo ya gue potong gaji lo.


gila ini orang napa bisa tau kalau gue lagi ngomongin dia ??gumam rizky sambil celingukan mencari sosok yudha, hingga bunyi dering ponsel mengagetkan nya.


" halo "


" lo ngapain celingukan sana sini? nyari siapa lo ?"


" ehh lo kok tau sih gue celingukan ? lo mata matain. gua ya?"


" ngapain juga, kurang kerjaan ngawasin elo. kaya gue gak ada kerjaan lain aja. udah selesain tu kerjaan gue tunggu laporannya."


" ya..." tuttt panggilan terputus sebelum rizky selesai bicara.


dasar emang ni sahabat gemblung maen. putus aja .gerutu rizky yang tak habis pikir dengan yudha sahabatnya.


drrt drrt


1 panggilan lagi masuk dari seseorang yang membuat dahi rizky mengernyit heran serta senang karna itu juga.


" halo assalammu'allaikum pa, apa kabar papa disana.?"


"...."


" rizky lagi beresin kerjaan, emang ada apa pa ?"


"...."


" APA ?? je jemput papa dibandara ? emang papa sekarang di mana ?"


"...."


" enggak papa pa cuma kaget aja tiba tiba papa suruh jemput hehe, ya sudah nanti 1 jam lagi rizky jemput."


"..."


Rizky panik bukan main ia segera menghubungi yudha dan memberitahunya tentang papa rizky yang akan datang ke jogja.


Yudha yang mendapat kabar dari rizky pun langsung seketika ikut panik karna papa rizky orang kepercayaan orang tuanya pasti sedang curiga jika yudha ada di jogja dan akan mencari tau tentang keberadaannya.


Yudha duduk melamun di sofa memikirkan gimana menghindari papa rizky. Hingga suara safa membuyarkan lamunannya.


" mas yudha.!" panggil safa setengah berteriak karna sudah 3 kali panggilan yudha tidak meresponnya.


" ehh ya ada apa " tanya yudha yang sedikit kaget dan gugup karna jarak wajahnya saat menoleh ke arah safa sangat dekat. Ia mengedipkan matanya berkali kali sebelum memalingkan wajahnya yang memerah gugup.


" ya allah mas yudha lagi mikirin apa sih dari tadi di panggil enggak nyaut nyaut. sampai habis ini suaraku ." ucap safa mendramatisir.


" maaf maaf, tadi lagi kepikiran kerjaan aja. ada apa ?" jawab yudha bohong.


" aku mau pamit dulu, kerjaan semua juga udah beres, dan itu yang buat makan malem udah aku masakin sekalian nanti tinggal panasin aja." jelas safa.


" ohh ya udah aku anterin pulangnya." tawar yudha.


" ehh gak usah kan mas yudha lagi gak enak badan udah buat istirahat aja, aku juga enggak langsung pulang rumah soalnya mau lanjut ngisi di kafe."


" kamu ngapain di kafe ?"


" iya tadi aku dikabari sama calon mbak ipar aku suruh ngisi di kafenya. soalnya penyanyi yang biasanya gak bisa ngisi. jadi ya udah aku yang gantiin ."


" kamu nyanyi di kafe ? ngapain juga kamu mau jadi penyanyi di kafe fa ? apa gaji yang selama ini aku kasih kurang.?" ucap yudha agak sedikit ketus.


" enggak kurang kok mas, ya aku nyanyi disana ya karna memang udah hobi aku. toh itu kafe juga milik calon ipar ya gak pa pa juga kali itung itung bantu."


" ya tapi aku enggak suka.!"


" ehh ??? apa hubungannya ?? anehh deh ,"ucap safa yang heran dengan ucapan yudha sekilas tadi.


Yudha yang bingung dengan ucapannya tadi pun menjadi salah tingkah. Ia bingung harus bilang apa lagi sama safa.


" yaa, , ya gue cuma gak , , mau lo gak fokus sama kerjaan lo aja kalau kerjaan lo terbagi sama di kafe itu. ntar juga kalau ada cowok ganjen sama lo gimana. trus ada yang macem macem sama lo gimna ? ntar gue juga kali yang susah." ucap yudha panjang lebar hingga membuat safa melongo.


" tuh muka biasa aja kali gak usah mlongo gitu juga. ntar ada lalet masuk tuh ke mulut lo."ucap yudha kembali.


" hahaha," safa akhirnya terbahak bahak.


" ngapain lo malah ketawa gitu, ada yang lucu apa."gerutu yudha sebal.


" mas yudha yang lucu, mana ada yang macem macem sama aku disana. kalau pun ada disana juga banyak orang, ada mas aku juga temen temennya yang ngejagain aku."jelas safa yang masih terkekeh geli.


" ohh gitu "ucap singkat yudha merasa bodoh dihadapan safa.


bodoh banget sih gue, jadi malu sendiri kan gue di depan safa. ahhh sialll malu banget gue. safa juga gitu, gak peka banget sih kalau gue perhatiin dia. namanya juga cowok yang khawatir sama ceweknya sendiri apa yang salah. ehh tapi gue sama safa kan belum pacaran. ahh kapan gue bisa bilang suka sama lo fa. Batin yudha.