Cinta Beda Kasta

Cinta Beda Kasta
Perkenalan Mama dan Safa


Safa merasa sangat gugup juga resah saat ditatap begitu dalam oleh Mama dari suaminya itu. Safa berharap Yudha segera kembali dari rapatnya karna Safa benar benar tidak bisa berkata kata saking gugupnya.


Setelah sekian detik lamanya akhirnya Mama Yudha membuka suara.


" Bisa kamu jelaskan kenapa bisa Yudha bilang kalau kamu itu adiknya.?"


" Uhm mm..maaf sebelum nya Bu, mungkin saya lancang jika menceritakan ini. Karna saya sudah berjanji pada Ma... ehh maaf Pak Yudha ka..." Belum sempat Safa selesai bicara Yudha sudah masuk dengan langkah tergesa gesa.


Tadi saat rapat Yudha mencoba untuk melihat aktifitas Safa di dalam ruangannya lewat pantauan cctv, namun saat dilihatnya pintu ruangannya terbuka dari luar Yudha membelalakan matanya melihat siapa yang datang dan masuk ke dalam ruangan nya. Yudha pun bergegas mengakhiri rapatnya dan akan melanjutkannya esok hari, lalu dengan secepat kilat ia berlari menuju ruangannya.


" Mama.!!!" nafas Yudha terengah engah akibat berlari maraton tadi.


" Sayang.?? sudah selesai rapatnya nak.?"


" Sudah Ma, . Mama kenapa kesini.?"


"Lhoh ,. apakah tidak boleh Mama menemui anaknya yang sedang bekerja hum.? Mama rindu kamu nak."


" Boleh aja sih," Yudha pun mendudukan dirinya di samping Safa yang mana membuat Safa membelalak kaget dengan sikap suaminya yang sangat santainya duduk di sebelahnya.


Mama Yudha yang melihatnya pun juga ikut terheran ada apa ini sebenarnya. Apa hubungan anaknya dengan gadis ini.


" Yudha... bisa kamu jelaskan nak apa yang Mama lihat ini sekarang?"


" Bisa Ma, ini Safa dia asisten pribadi aku sekaligus iiii.....aaaawwwww..." Yudha memekik sakit tangan Safa yang ada di dekatnya mencubit dengan keras pinggang Yudha yang tentu saja tidak terlihat oleh Mama Yudha.


" Yudha kamu kenapa nak.?" tanya Mama Yudha kawatir melihat anaknya seperti menahan sakit.


" Iiini Ma ada semut ganas gigit pinggang Yudha." Ucap Yudha seraya mengelus pinggangnya yang sakit akibat cubitan Safa.


" Namanya juga semut Ma ada di mana mana, mungkin semutnya cinta sama Yudha jadi gigitnya milih."


" Kamu ini ada ada aja sayang. Oh ya siapa gadis manis ini Yudha.?kenapa bisa Moza bilang kalau gadis ini adik kamu. Coba jelaskan sama Mama nak.?"


" Iya dia ini Safa, asisten pribadi Yudha. Dan dia anak dari keluarga yang dulu menolong Yudha kecil sewaktu Yudha dalam masa pelarian dari penculikan. Gadis yang udah memberi warna di masa gelap Yudha."


Mama Yudha terlihat sedih saat mengingat waktu itu. Waktu dimana ia merasa gagal tidak bisa menjaga anaknya dengan baik hingga penculikan itu terjadi, dan malah harus mengikuti suami perjalanan bisnis meskipu anaknya belum di ketemukan. Dan juga saat menjemput anaknya pulang pun ia juga tidak bisa karna masih berada di luar negri.


Namun ia juga bersyukur saat mengetahui info dari Darmawan tangan kanan suaminya jika Yudha selamat dari penculikan dan aman berada di sebuah keluarga yang sudah sangat berbaik hati merawat Yudha seorang anak kecil yang tidak di ketahui asal usulnya.


Yudha juga sering menyebut nyebut nama anak kecil sepulangnya dari penjemputan kala itu, bahkan disaat Yudha kecil tidur pun nama itu sering di sebut sebut bahkan Yudha selalu tersenyum dalam tidurnya kala menyebut nama itu. Dan kini kalau ia tidak salah menduga kalau anak kecil yang selalu Yudha sebut itu yang tak lain gadis yang ada di hadapannya kini.


" Nak Safa.... bolehkah tante memeluk kamu sayang.?"


Safa terkesiap mendengar pinta Mama Yudha yang tak lain mertuanya. Safa meragu dan tidak menyangka, Yudha menganggukkan kepala saat Safa menatapnya meminta persetujuan nya.


Akhirnya Safa mendekat duduk di sebelah sang mertua dan ia di peluk penuh kelembutan oleh Mama Yudha.


Yudha sangat bahagia ketika melihat Mama nya memeluk istrinya walau sang Mama tidak mengetahuinya.


.


.


.