Cinta Beda Kasta

Cinta Beda Kasta
Rindu


Semenjak kejadian di rumah safa hari itu, hubungan Dhian juga Rizky menjadi sedikit membaik, walau tak ada perdebatan seperti sebelumnya, namun sekarang mereka selalu kucing kucingan, dimana Dhian selalu menghindari Rizky namun tak membuat Rizky menyerah.


Berbeda dengan Safa yang saat ini sedikit murung, seolah tak punya energi untuk menjalani hari harinya ini. Setelah kepergian Yudha tepat sepulang dari rumah Safa, Yudha menerima telfon yang entah dari siapa itu langsung menyuruh Rizky untuk menyiapkan kepulangannya ke Bandung.


Sangat mendadak karna Yudha tidak sempat berpamitan pada Safa. Dan Safa pun tahu Yudha pergi dari Rizky yang memberitahunya jika Safa untuk sementara kembali ke resto menjadi asisten Rizky karna Yudha ada urusan di Bandung. Jadi untuk sementara Safa kembali bekerja membantu Rizky untuk menghandle resto sedangkan Rizky menghandle pekerjaan Yudha.


Awalnya Safa merasa biasa saja tanpa ada Yudha yang selalu memerintahnya ini dan itu dan juga perhatian Yudha padanya. Namun setelah 3 hari ini Safa merasa ada yang hilang dari dirinya.


Safa pov


Hari ini entah kenapa hatiku terasa sepi, hampa, seperti ada yang hilang dari diriku tapi aku sendiri tidak tahu apa. Ahhh sudah 3 hari ini aku terbebas dari bosku yang super duper ngeselin juga uhmm gimana ya mau jelasinnya, sperti rasa rindu yang entahlah aku sulit untuk menjabarkannya.


Mas Yudha pergi tanpa pemberitahuan apa pun padaku, dan aku pun tahu karna Mas Rizky yang memberi tahuku. Awalnya aku merasa senang bebas dan yahh gembira. Namun entah kenapa sekarang aku mulai merindukan sosok itu, sosok yang selalu memberiku perhatian layaknya seorang kekasih walau itu menurutku berlebihan.


Entah apa yang membuatnya pergi begitu saja tanpa pamit, ehh namun siapa aku??? Aku hanya bawahan, asisten pribadinya disini. Aku tidak bisa dan tidak boleh berharap lebih. Derajat kami berbeda, dia langit sedangkan aku bumi yang terpaut jarak yang sangat jauh sekali. Saat aku melamun bunyi dering ponsel mengejutkanku. Ahh ternyata calon kakak iparku.


" Assalammu'allaikum mbak Indah. "


" Wa'allaikumsallam dek, , dek kamu lagi sibuk nggak ? "


" Endak mbak, kebetulan juga hari ini aku pulang cepat. "


" Maaf dek, ini mbak mau ngerepotin kamu, yang ngisi di kafe mbak mendadak nggak bisa berangkat, kamu mau nggak bantu mbak. "


" Oke mbak aku mandi bentar ya, nanti aku langsung otw sana. "


" Makasih ya dekkk, kamu the best deh, sampai jumpa emmuaaccch,, *assalammu'allaikum. "


" Wa'allaikumsallam*. "


Yahhh walau aku sedikit malas karna baru saja aku pulang dari resto sekarang mbakku membutuhkan bantuanku., Okelahh aku berangkat, ya itung itung buat menghibur diriku sendiri.


Aku bergegas mandi dan bersiap untuk pergi ke kafe mbak Indah. Setelah aku siap aku pun pamitan dengan bapak juga ibu buat bantu calon mantunya itu. Saat aku akan keluar rumah mbak Dhi datang dan sudah rapi.


Uhmm mau kemana nihhh, kok aku curiga ya.


" Ehhh mau kemana neng.??? " Ku coba menggoda mbak Dhi yang terlihat malu malu. Ihhh bukan mbak Dhi banget ini tingkahnya.


" Hehe kamu mau pergi ya fa ? "


" Iya aku mau ke kafe mbak Indah., kenapa?? tumben amat rapi bener, mau kemana.? "


" Kita pergi bareng aja fa, soalnya.... "


" Mau ketemuan sama Mas Rizky ya. "


" I,, iya, sebenarnya aku pengen ngajak kamu buat nemenin aku buat ketemu dia, dari pada dia nya dateng ke rumah kan bisa berabe aku. "


" Ya udah langsung ketemu di kafe mbak Indah aja, suruh aja Mas Rizky kesana. "


" Oke, ya udah yukk mau pake motor siapa? "


" Pake motormu aja mbak, ben gaul getoh cewek maco pake motor laki. hihi. "


Aku dan mbak Dhi pun segera meluncur ke kafe mbak Indah memakai motor CBR milik mbak Dhi. wihhhh memang mbak Dhi cewek tomboi sangar lagi, Dia teman, sahabat juga sperti kakak buat aku. Selalu ada di saat aku butuh dan terpuruk.


.


.


Setelah beberapa menit kami sampai di kafe milik mbak Indah, Huhh aku masih mengumpulkan segenap nyawa yang beterbangan di jalan tadi karna aku salah membiarkan mbak Dhi yang menyetir motornya. Semua kendaraan entah motor, mobil, bus bahkan truk pun ia lewati dengan kecepatan penuh. Bener bener cewek sangar.


Aku masuk ke dalam kafe duluan karna mbak Dhi masih menunggu pasangan hatinya. Aku menemui mbak Indah yang sudah menungguku dari tadi.


" Mbak, " ucapku sambil mencium tangan kanannya karna dia calon kakakku dan juga rasa hormatku pada yang lebih tua.


" Makasih ya dek udah mau bantu, maaf ngerepotin kamu terus. "


" Nggak pa pa kali mbak, kan mbak juga mbak aku. jadi aku nggak ngerasa di repotin, aku malah seneng bisa bantu mbak Indah. , ya sudah aku langsung cek sound ya mbak. "


Yang langsung di angguki oleh mbak Indah.


Ku sapa semua pengunjung sebelum aku mulai bernyanyi. Aku mulai tes mic dan lanjut menyetel nada di gitar yang akan ku mainkan.


Uhmm


cek cek 1 2 3


Oke semua , selamat sore menjelang malam untuk para pengunjung setia kafe kami., yaa di sini saya akan menemani santap sore maupun santap malam anda semua dengan lagu lagu yang akan saya bawakan. Semoga semua menikmati persembahan saya.


Untuk lagu yang pertama yang akan saya nyanyikan adalah sebuah lagu tentang kerinduan. Sama seperti saat ini saya merindukan seseorang yang ahhh entah harus bagaimana saya menyebutnya, hehe. ucapku yang di sambut dengan gelak tawa para pengunjung. Aku pun mulai menyanyikan sebuah lagu yang mewakili perasaan hati saat ini.


Pagi telah pergi


Mentari tak bersinar lagi


Entah sampai kapan


'Ku hanya diam


Menggenggam menahan


Segala kerinduan


Memanggil namamu


Di setiap malam


Ingin engkau datang


Dan hadir di mimpiku


Rindu


Dan waktu 'kan menjawab


Pertemuanku dan dirimu


Hingga sampai kini


Aku masih ada di sini


'Ku hanya diam


Menggenggam menahan


Segala kerinduan


Memanggil namamu


Di setiap malam


Ingin engkau datang


Dan hadir di mimpiku


Rindu


Dan bayangmu


Akan selalu bersandar di hatiku


Janjiku pasti 'kan pulang bersamamu


'Ku hanya diam


Menggenggam menahan


Segala kerinduan


Memanggil namamu


Di setiap malam


Ingin engkau datang


Dan hadir di mimpiku


'Ku hanya diam


Menggenggam menahan


Segala kerinduan


Memanggil namamu


Di setiap malam


Ingin engkau datang


Dan hadir di mimpiku


Selalu di mimpiku


Rindu


Semua bertepuk tangan saat aku selesai bernyanyi. Dan mataku terpaku pada sosok yang kini tengah duduk berdua dengan sahabatku sambil mengarahkan kamera ponselnya ke arahku. Ya itu Mas Rizky, ngapain juga tuh orang ngarahin kamera ke aku, kurang kerjaan aja. Aku hanya tersenyum ke arahnya juga mbak Dhi yang terlihat kaku saat bersama Mas Rizky. Lucu.


.


.