
Dan sesaat safa keluar dengan membawa nampan berisi minum teh manis hangat andalan safa. Yang di sambut dengan mata berbinar dari yudha. Anehhh dapet minum teh aja udah seneng banget.
" Minumannya pak yudha, "
Kening yudha berkerut saat safa kembali memanggilnya dengan sebutan formal pak. Padahal yudha tidak suka jika di panggil pak, namun apa boleh buat, karna sekarang ada kedua orang tua safa dan tidak mungkin jika safa memanggil dengan sebutan mas,. Bisa bisa murka bapak nanti pikir safa.
Gila aja kalau aku manggil dia mas yudha, apa yang nanti bapak sama ibuk pikirkan tentang aku. Huhhh bisa bisa keluar itu ajaran militer bapak. Bayangin aja udah ihhh ngerii.
Beda dengan kedua orang tua safa yang malah menahan tawa saat safa memanggil orang yang ada dihadapannya dengan sebutan pak. Sedangkan jika safa tahu siapa yang di panggil pak itu sebenarnya safa tidak akan sekaku itu di depan orang tuanya, dan pastinya safa akan senang karna orang yang selama ini dirindukannya ada di depan mata.
" Panggil seperti biasa aja, ini kan bukan jam kerja. " ucap yudha.
" Baiklah maaf, " ucap safa seraya matanya melirik ke arah bapaknya yang ternyata sedang menahan tawa.
Apa ini?? apanya yang lucu.,, kenapa bapak sama ibuk nahan tawa gitu,, wahhh ada yang nggak beres ini.,,
Melihat muka safa yang penuh selidik itu pun pak endro membuka suara agar safa tidak curiga terlalu jauh.
" ehkmm,, Ohh ya pak yudha ini asli mana ? Kenapa bisa ikut pulang sama anak saya. "
" Saya asli bandung pak,. Iya karna tadi safa menemani saya untuk melihat proyek yang ada di daerah pesisir pantai selatan dan karena hari juga sudah menjelang malam saya bermaksud untuk mengantar safa sekalian mampir karna saya juga teman heru anak bapak kakaknya safa. " jelas yudha yang tentu saja hanya akting.
" Apa nak yudha sakit ? kok keliatan pucat begitu,?"
" Iya mungkin saya sedikit flu pak soalnya tadi kami kehujanan disana. "
" Ya sudah sekarang kita makan dulu terus nak yudha istirahat saja di kamar heru. Kamu nginap saja di sini sampai sembuh. "
" Apa bapak tidak keberatan kalau saya menginap disini ? "
" Tentu saja tidak kan kamu sudah seperti anak kami sendiri, iya kan buk. ehh maksudnya semua teman anak anak udah kami anggap seperti anak sendiri,jadi tidak perlu sungkan. "ucap pak endro seraya melirik safa yang tengah berdiri mengambilkan piringg untuk mereka makan.
" Iya nak yudha, sudah ayo makan dulu terus minum obat. , Safa siapke kamar mas mu nduk. "
" Enggeh buk. " Safa pun pergi melaksanakan apa yang di perintahkan oleh ibunya untuk membersihkan juga menyiapkan tempat tidur untuk yudha dengan sejuta tanya dibenaknya.
.
Sementara safa pergi beberes kamar, yudha dan keluarga safa menikmati makan malam bersama dengan ibu safa yang kini melayani makan yudha seperti anak sendiri. Suasana begitu hangat dengan keluarga ini, suasana yang tidak pernah yudha rasakan saat dengan keluarganya sendiri. Disini di keluarga ini yudha merasa diperhatikan dan disayangi dengan tulus.
Setelah selesai membersihkan safa ikut bergabung dengan yang lainnya. Safa duduk di sebelah yudha karna kursi yang di pakai kedua orang tua safa sudah penuh karna badan kedua orang tua safa yang besar. Meja dan kursi makan di rumah safa masih memakai kursi kayu yang memanjang sepanjang meja makan, Ibu safa tidak mengganti meja kursinya karna itu merupakan kenangan peninggalan kakek buyut safa.
Mereka makan dengan diselingi canda tawa antara safa dan bapak yang memang suka bergurau. Suasana seperti itulah yang yudha rindukan selama ini. Tidak seperti dirumahnya sendiri yang ada hanya keheningan dan kesunyian.
Assalammu'allaikum
" Ada tamu sepertinya pak., " ucap yudha.
" Itu heru sama temen temennya. Habis pulang dari latihan band. " jelas bapak.
Yudha pun hanya mengangguk mengerti dan melanjutkan makannya. Heru masuk dan menghampiri ke meja makan.
" Sudah lama mas bro ? "
" Yah lumayan udah dari tadi,. habis dari mana kok rame bener, "
" Iya habis latihan,. dek buatin teh ya. "
" Iyo mas, "
Safa yang sudah selesai makan segera beranjak ke dapur untuk membuatkan minum heru dan teman temannya.
" Mas bro nginep to.? "
" Uhmm iya, "
" Mas bro sakit ya itu kok pucet. "
" Iyo, yudha habis kudanan dadi mriang, " timpal ibu.
" Ya sudah buat istirahat dulu, tidur mas bro di kamarku saja. "
" Iya. "
" Ya sudah, pak buk aku tak ngancani kanca kanca dulu. "
Heru melangkah pergi ke depan untuk duduk bersama teman temannya dan safa pun ikut mengekor dibelakangnya dengan membawa nampan minuman.
Safa kembali dengan membawa obat yudha yang ada di meja ruang tamu tadi dan segera memberikannya pada yudha untuk segera diminum. Selesai minum obat yudha diantar oleh ibu ke kamar heru untuk segera beristirahat agar kesehatannya segera pulih.
.
.