
Acara makan malam bersama karyawan untuk merayakan peresmian hotel milik yudha pun digelar sangat meriah diballroom hotel milik yudha.
Yudha pun mengundang penyanyi lokal untuk ikut meramaikan acara malam ini. Semua ikut turut bersenang senang, karna cafe dan resto ditutup sementara jadi seluruh karyawan berkumpul di situ. Rizky selaku wakil bos pun memberikan sambutan . Karna yudha sudah mewakilkan semua pada rizky agar tidak ada yang tau kalau dia pimpinan utama mereka.
Tiba saat rizky akan memberi pengumuman semuanya pun diam tenang mendengarkan apa yang akan dikatakan atasannya itu.
" Oh ya saya mau memberitahukan kepada semua karyawan apa bila ada hal menyangkut pekerjaan yang ingin di sampaikan kepada saya tetapi tidak bisa bertemu saya bisa kalian semua sampaikan pada saudari SAFA .Karna mulai hari ini SAFA akan menjadi asisten saya. Jadi safa sudah bukan pramusaji lagi. cukup sekian pengumuman dari saya, dan terimakasih atas kersa sama kalian semua." rizky menyudahi sambutan juga pengumumannya. Dan dilanjutkan penampilan dari penyanyi yang diundang yudha, sang penyanyipun meminta salah satu diantara karyawan untuk berduet dengannya.
Semua riuh , dan tiba tiba rizky menyuruh safa untuk maju kedepan menyumbangkan sebuah lagu. Rizky teringat saat yudha pernah cerita kalau suara safa itu bagus. Safa pun dengan malu malu maju kedepan menyanyikan sebuah lagu yang diiringi petikan gitar akustik. Safa membawakan lagu milik jessi j yang berjudul price tag.
Semua yang ada di situ ikut bernyanyi dan terpukau dengan suara safa yang bagus nan merdu. Semua teman kerja safa baru tau kalau safa mempunyai suara merdu. Berbeda dengan yudha yang sudah pernah mendengar safa bernyanyi. Tatapan mata yudha tidak pernah beralih dari safa. Ia terus memperhatikan safa dari awal. Entah apa uang ada di pikirannya. Rizky pun sedari awal juga melihat yudha tidak pernah beralih dari safa membuat rizky semakin yakin kalau yudha lama lama akan menyukai safa, bahkan jatuh cinta pada safa.
Saat safa selesai bernyanyi dan turun dari panggung pun langsung disambut riuh tepuk tangan.
Ballroom penuh riuh tepuk tangan , safa pun banjir ucapan selamat ada pula yang iri dengan safa.
Acara malam itu pun sudah pada puncaknya ,semua karyawan sudah membubarkan diri, ada pula yang kebagian membersihkan tempat itu. Safa yang tidak enak dengan teman temannya pun ikut membantu bersih bersih.
Setelah semua selesai dengan bersih bersihnya para karyawan pun meninggalkan tempat itu untuk pulang kerumah masing masing. Safa pun berpamitan pada rizky .
" permisi pak semua pekerjaan sudah selesai, dan saya juga mau pamit pulang jika bapak sudah tidak ada pekerjaaan lainnya.," ucap safa sopan.
" kamu pulang naik apa fa ?" tanya rizky balik tanya.
" saya naik motor pak ," jawab safa.
" lhoh ini sudah malam lho fa ,lebih baik kamu diantar sopir hotel saja. motor kamu biar disini besok bisa kamu ambil lagi."
" aduhh terimakasih pak sebelumnya tapi tidak usah saya bisa sendiri."tolak safa sopan.
" kamu sekarang asisten saya jadi nurut apa kata saya. oke."titah rizky yang tidak mau dibantah lagi.
" baiklah pak."
Akhirnya safa pun pulang diantar oleh sopir hotel. Safa meminta sopir untuk menurunkannya dijalan depan rumahnya.
" sudah pak sampai sini saja, matur nuwun nggeh pak ngapunten malah ngrepoti bapak'e."ucap safa sopan pada pria paruh baya itu.
Sang sopir pun melajukan kembali mobilnya menuju hotel. Sedangkan safa melangkahkan kakinya menyusuri halaman rumahnya yang cukup luas itu. Setelah sampai didepan pintu safa pun segera mengetuknya.
Tokk tokk
Assalammu'allaikum buk ? ucap safa seraya mengetuk pintu rumahnya.
" wa'allaikumsallam , lhoh motormu mana fa ?" tanya ibu safa celingukan mencari motor safa.
Safa segera mencium tangan kanan ibunya.
" teng hotel buk .wau diterke sopir hotel." jawab safa seraya jalan masuk kedalam dan menutup pintunya tak lupa menguncinya.
" kok bisa ?"
". enggeh buk safa bukan lagi pelayan cafe. safa sakniki dados asisten bos."jelas safa pada ibunya.
" alhamdulillah tapi kok bisa .lha wong kamu cuma lulusan SMA lho fa."
" safa nggeh mboten paham buk. ,yang penting gajine lumayan buk." jawab safa tersenyum lebar.
Ibu safa hanya menggelengkan kepala. Ibu safa kembali masuk ke kamar begitu juga safa.
Pagi menjelang safa tengah bersiap untuk berangkat kerja. Sesudah sarapan safa berpamitan pada kedua orang tuanya dan mencium tangan keduanya.
Hari ini safa meminta kakaknya untuk mengantar sampai hotel .
" mas heru, aku nebeng sampai tempat kerjaku ya. motor aku tinggal disana soalnya." pinta safa.
" yo ayo cepet." jawab mas heru .
Pagi ini jalanan cukup ramai lancar hingga safa sampai tempat waktu dihotel. Safa turun dari motor dan memberikan helmnya pada heru lalu safa juga mencium tangan kakaknya dan berpamitan masuk. Heru pun kembali melajukan motornya menuju tempat kerjanya.
Dari balkon kamar paling atas ada sepasang mata yang menatap tajam ke arah dimana kakak beradik itu berbincang sebentar. Dahinya mengernyit memikirkan ada hubungan apa antara safa dan lelaki itu. Kenapa mereka sangat dekat, yah begitu dekat.
Itukan heru anak pak endro ? kenapa bisa bareng sama safa ? apa heru pacarnya safa ? sepertinya mereka benar ada hubungan . ahh kenapa juga aku mikirin hal yang gak penting itu. bukan urusan gue juga .tapi ,,,, kenapa ada yang mengganjal dihati gue.,?? batin yudha sambil memegang dadanya.