
Sekian menit Yudha dan Safa bertahan dengan posisi Yudha memeluk erat tubuh Safa dengan telapak tangan safa menempel dengan lekat di dada bidang yudha agar tubuh bagian depan safa tidak terlalu menempel dengan tubuh bagian depan yudha, untuk berbagi jaket agar tubuh mereka terlindungi dari percikan percikan air hujan walau itu hanya melindungi tubuh bagian atas saja, akan tetapi bagian kaki mereka tetap basah karna tidak terlindungi apa pun sehingga celana yang Yudha maupun Safa kenakan jadi basah walau tidak basah kuyup tetapi tetap saja yang namanya basah tetaplah basah dan menjadikan kaki mereka terasa kaku dan dingin.
Safa yang merasakan nyaman dan damai dengan dekapan erat yudha jadi terbuai hingga kantuk melanda dirinya. Ya kebiasaan buruk safa jika ia di peluk atau memeluk seseorang dan jika ia merasa nyaman akan pelukan itu dan intensitas pelukannya yang lama ia akan merasa kantuk dan terkadang langsung terlelap. Seperti saat safa selalu bepergian dengan heru kakaknya berboncengan dengan motor safa selalu memeluk erat kakaknya itu dan ia bisa langsung terlelap saking nyamannya dan alhasil ia selalu mendapat pukulan ditangannya yang melingkar erat di perut heru menjaga tubuhnya agar tak terjatuh saat di jalan.
Sama seperti sekarang ini, apalagi di dukung dengan keadaan yang hujan tak juga reda membuat kantuk safa menjadi jadi. Safa tidak menguap akan tetapi matanya seperti berat sekali untuk tidak terpejam.
Mata safa terpejam sempurna, yahh safa telah tertidur. Yudha yang merasa safa diam saja ia melirik menundukkan kepalanya untuk melihat safa yang tingginya hanya sebatas dadanya itu. Seulas senyum tercipta di wajah tampan yudha saat melihat gadis manis pujaan hatinya terlelap di dekapannya.
Wahhhh ternyata kamu terlalu nyaman ya dek sampai sampai ketiduran gini,,, hihi imut banget sih kalau gini., tapi kalau gak lagi tidur gini huhh nyebelin, keras kepala, galak,. tapi ngangenin juga., boleh gak sih aku cium kamu dek,, jujur aku kangen banget dengan masa kecil kita dulu, kamu yang selalu manja sama aku minta gendong. aku bener bener gak bisa nahan., gumam lirih yudha sambil wajahnya semakin menunduk dan....
cup...
Satu kecupan mendarat sempurna di kening safa yang sebenarnya sudah terbangun hanya saja ia masih enggan untuk membuka mata saking nyamannya.
Ehhh apa ini ??? kenapa mas yudha cium cium aku sih... duhh jantungku kumat lagi,, ini kenapa kakiku jadi lemes gini saat mas yudha cium aku ??? ohhh baru kali aku ngerasain kaya gini.. seluruh badanku seperti ada aliran listrik yang menjalar.. ahhh aku pasti udah gila ini.. batin safa.
Yudha yang tengah mendekap safa merasakan tubuh safa seperti hendak luruh kebawah dan dengan segera yudha menahan tubuh safa dengan mendekapnya lebih erat sebelum tubuh safa benar benar merosot.
" Faa ??? kamu tidur apa pingsan ?? " gumam yudha yang di dengar oleh safa.
" Ini gara gara kamu mas yudha. " gerutu safa yang membuat yudha mengernyit bingung.
" Ehhh kamu udah bangun.,, " ucap yudha gugup.
" Udah dari tadi pas ada yang nyolong. "
" Hah ?? nyolong maksudnya mencuri ?? "
" Ya "
" Nyuri apa ?? dan siapa yang mencuri ?? gak ada orang disini, .. "
" Mas yudha yang udah nyolong. emang mau siapa lagi orang cuma ada mas yudha di sini "
" Hahh ?? aku emang nyuri apa ??? "
" Ini, " tunjuk safa pada keningnya yang di cium diam diam oleh yudha.
Suasana hujan siang menjelang sore itu menjadi sangat romantis, dan itu membuat safa melupakan akan ketakutannya dengan petir seperti saat awal awal hujan tadi.
.
.
Lain halnya yang terjadi dengan Rizky dan Dhian saat ini. Mereka sibuk saling menyalahkan dengan apa yang sekarang mereka alami.
" Ini gara gara anda sampai saya harus terjebak hujan sperti ini. "
" Lhoh kok kamu nyalahin aku sih., ini juga karna kamu yang buat lama. "
" Mana ada,,, anda di sini yang salah., coba kalau anda gak ngikutin saya pasti saya udah sampai diatas sekarang. "
" Kamu juga salah ya,, coba kalau kamu nurut dan gak selalu ngajak debat meributkan hal kecil kita udah pasti gak bakalan terjebak hujan disini. "
" Ehhh enak saja,., saya patut nolak dan gak menurut gitu aja., emang siapa anda sampai saya harus nurut gitu aja. "
" Calon pacar. "
" Apa !!! "
" CALON PACAR.. "
" Siapa bilang. "
" Aku lah. "
" NGAREP. "
" Kita lihat saja. "
" Terserah!! "