Cinta Beda Kasta

Cinta Beda Kasta
Yudha sakit


Cahaya dari sang surya yang belum lama terbit pun masuk ke sela sela ventilasi yang ada dikamar tempat rizky menginap. Karna sialaunya pun membuat rizky mau tidak mau terbangun dan menghindari silaunya. Ia membuka jendela dan disuguhkan pemandangan pantai. Deburan ombak suara orang orang bermain dipantai terdengar jelas di telinga rizky. Ia belum menyadari jika yudha tidak ada ditempat tidurnya.


" bro bangun bro, lo liat deh pemandangan yang ada ." ucap rizky tanpa menoleh ke tempat tidur yudha.


Merasa tidak ada sautan rizky pun menoleh ke arah tempat tidur yang ternyata kosong. Rizky pun tidak ambil pusing, karna mungkin yudha sudah keluar jalan jalan di pantai pikirnya.


Rizky pun memutuskan untuk mandy terlebih dahulu. Tapi belum ia beranjak ke kamar mandi bunyi dering ponselnya pun menghentikan langkahnya. Ia segera meraih ponselnya dan melihat ada nama yudha tertera dilayar. Rizky segera menjawab telfon itu.


" halo bro lo dimana ? pagi pagi udah ngilang aja." tanya rizky.


" lo cepet balik gue kaya nya demam ini. tolong panggilin gue dokter."ucap yudha lemas.


" lhohh lu emang ada dimana? kok bisa nyampe demam ? "


" gue udah balik ke hotel dari semalem, udah gak usah banyak tanya buruan." omel yudha.


" iya iya ba..." tutt tuttt tutt belum rizky selesai bicara telfon sudah diakhiri yudha.


dasar bos sedeng, untung sohib gue kalau kagak ogah gue lagi asik liburan uhh udah suruh maen pulang aja. tapi kenapa dia bisa demam sih ? baru juga sekali ke pantai udah demam. cemen banget sih yudha. gerutu rizky sambil mengemasi bajunya dan menunggu taksi online yang dipesannya.


Kurang lebih 1 jam rizky sampai didepan hotel, dia juga sudah menghubungi dokter untuk memeriksa yudha.


Rizky melangkahkan kakinya menuju kamar yudha bersamaan dengan dokter yang sudah menunggunya dari tadi di lobby hotel.


Rizky mempersilahkan dokter masuk untuk memeriksa yudha.


" pak yudha tidak apa apa, hanya demam biasa. Cukup istirahat yang baik dan juga makan makanan yang sehat. dan ini obat demam sama nyerinya diminum setelah makan ya pak." ucap dokter itu setelah selesai memeriksa yudha.


" terimakasih dok." ucap yudha yang masih lemas.


" sama sama kalau begitu saya pamit." ucap dokter itu seraya melangkahkan kakinya meninggalkan tempat yudha yang diikuti rizky dari belakang.


" terimakasih dok maaf merepotkan pagi pagi." ucap rizky.


". sama sama pak rizky , mari ." jawab ramah dokter itu dan rizky pun menutup pintunya dan menghampiri yudha.


Ia melihat yudha tengah tidur lalu masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri yang tadi belum sempat karna yudha buru buru menyuruhnya pulang.


Setelah selesai mandi rizky meminta pegawai restonya untuk mengirimkan makanan untuk sarapan ia juga yudha. Rizky membangunkan yudha untuk sarapan lalu meminum obatnya.


Yudha menyenderkan kepalanya yang terasa berat disandaran tempat tidurnya. Rizky masuk membawa nampan berisi makanan juga air minum.


" lo kenapa bisa demam sih ?" tanya rizky.


" namanya juga manusia pasti bisa lah." jawab yudha santai sambil memakan sarapannya.


Rizky mencebikkan mulutnya mendengar jawaban dari mulut yudha.


" ya pastikan ada alasannya kenapa lo bisa sampe demam yudha." sewot rizky"


". gue semalem abis dari bukit yang ada didekat pantai .dan gue gak pake jaket jadi gue kedinginan. sepanjang malem." jelas yudha.


" udah tau gak bisa kena udara dingin malem malem masih aja kagak pake jaket." sungut rizky yang merasa yudha tidak bisa menjaga dirinya.


" jaket gue dipake safa." jawab yudha singkat, yang menimbulkan tanda tanya pada rizky.


" brisik sana lo pergi, gue mau tidur lagi." usir yudha yang sudah selesai minum obatnya.


" lo itu ya nyuruh cepet pulang trus sekarang lo usir gue , bener bener terlalu lo." omel rizky yang kesal dan hanya di balas deheman yudha.


" hem."


Rizky keluar kamar yudha sambil menggerutu sahabat juga bosnya itu. Rizky bertanya tanya sepanjang perjalanan pulang ke apartemennya. Apa yang terjadi dengan safa dan yudha, kenapa yudha bisa sampai demam. Ahh dia akan bertanya pada safa langsung besok.


Ke esokkan paginya safa sudah sampai dikantor yudha. Safa bermaksud akan menemui yudha dan mengembalikan jaketnya, tapi ditengah jalan safa bertemu dengan rizky.


" selamat pagi pak rizky ?" sapa sopan safa dengan senyum manisnya.


". pagi juga safa . mau ngembaliin jaket yudha ya ?" tebak rizky.


" iya pak kok tau.?"


" ya taulah rizky gituh." ucap rizky membanggakan diri.


" ya udah pak saya ketemu pak yudha dulu mau ngembaliin jaket." ucap safa seraya mengangkat paper bag ditangannya.


" hari ini yudha tidak berangkat kerja fa, dia lagi gak enak badan dari kemaren, "jelas rizky.


" pak yudha sakit pak ? apa gara gara kemaren gak pake jaket apa ya terus masuk angin ?" ucap safa yang merasa bersalah yudha sakit karenanya.


" emang apa yang terjadi kemaren pas dipantai ?" tanya rizky penuh selidik.


Safa pun menceritakan apa yang terjadi kemarin pas dipantai. Rizky manggut manggut mengerti akan cerita yang safa terangkan, dan terbesitlah satu ide untuk mendekatkan safa dan yudha.


" kamu harus tanggung jawab berarti fa. kasian yudha tau dari kemarin lemes banget badannya, trus pucet seperti mummy lagi jalan gitu. dia gak mau makan katanya gak enak trus apa lagi ya , uhmm pokoknya kasian banget deh yudha. padahal disini cuma gue sodaranya." ujar rizky yang melebih lebihkan tentang kondisi yudha. Padahal yudha sudah tidak apa cuma butuh istirahat aja.


Safa yang mendengar cerita dari rizky pun menjadi tambah rasa bersalahnya. Tapi bagaimana dia menebus rasa bersalahnya itu.


" terus saya harus gimana ini mas rizky ? duhh ini semua gara gara saya." ucap safa yang menjadi non formal ketika khawatir dengan keadaan yudha.


Rizky yang melihat raut muka safa sebisa mungkin menahan tawanya yang akan meledak.


" ya udah gini aja hari ini kamu rawat yudha saja., sampai dia sembuh, kamu masakin dia biar dia mau makan. kasiankan dia gitu gara gara kamu."seru rizky.


" tapi kerjaan saya gimana nanti kalau saya tinggal ngerawat pak yudha."


" udah kamu gak usah pikirin itu saya bisa sendiri, kamu rawat saja si yudha sampai sembuh." titah rizky penuh tekanan pada kalimat akhir.


" ohh ya ni uang buat kamu belanja keperluan dapur . soalnya ditempat yudha tidak ada bahan makanan."lanjutnya.


" baik pak." safa pun bergegas ke pasar untuk membeli keperluan dapur. Safa suka belanja dipasar karena lebih murah juga komplit sayurannya.


Selepas safa pergi rizky segera meluapkan tawanya yang tertahan sejak tadi.


hahaha safa safaaa , polos banget sih jadi cewek. dikibulin aja mau. hihi


hehe gimana ya ntar reaksi yudha kalau safa tiba tiba dateng mau ngerawat dia dan tidak mau mendengarkan omongan yudha .secara yudha orangnya susah .hihi batin rizky.


mengingat tadi rizky yang mengirim pesan pada safa bahwa dia tidak boleh mendengarkan omongan yudha jika yudha tidak mau dirawat karena rasa tidak enak yudha pada safa.