Cinta Beda Kasta

Cinta Beda Kasta
Rumah Sakit


Rumah Sakit...


Safa yang tak sadarkan diri langsung dibawa Yudha ke Rumah Sakit terdekat begitu Rizky tiba dengan cepat memakai mobilnya. Tadi begitu Safa pingsan Yudha dengan cepat menghubungi Rizky untuk membawa mobil ke lokasi yang sudah Yudha beri tahu.


.


Dan kini di Rumah Sakit ini mereka berada, Yudha dan Alifah berada di depan Ruang IGD menunggu dengan cemas atas keadaan Safa yang sedang di periksa oleh dokter di dalam.


.


Sedangkan Rizky mengurus rumah yang di jadikan tempat untuk penculikan Safa. Dan Rizky pun segera menghubungi polisi untuk mengusut tuntas perkara ini.


.


Rizky baru pergi setelah polisi datang memeriksa TKP dan mencoba mencari barang bukti yang mungkin bisa membantu mengusut kasus perkara ini serta meminta keterangan Rizky yang ada di TKP saat ini.


.


Setelah selesai urusan dengan polisi, Rizky pulang membawa motor Yudha menuju rumah Safa untuk memberi tahu keadaan Safa dan berpesan untuk tidak khawatir karna Yudha yang akan mengatasi perihal Safa karena Yudha tahu dirumah Safa baru sangat repot karna acara hajatan Heru.


.


Sambil menunggu dokter memeriksa Safa, Yudha mengintrogasi Alifah tentang kejadian yang menimpa Safa.


" Sebenarnya kejadiannya gimana sih.. kenapa Safa bisa sampai seperti tadi. " Hardik Yudha dengan nada tertahan karna perasaannya yang campur aduk.


.


Alifah yang di interogasi oleh Yudha pun menahan isak tangisnya agar bisa bercerita runtutan kejadian yang ia tahu dari Putra tadi tanpa kurang satu kata pun yang terlewat. Alifah menceritakan semuanya dari awal hingga akhir pada Yudha dan langsung bisa melihat perubahan raut wajah Yudha yang menggelap dipenuhi oleh amarah yang siap meledak itu.


.


Tangan Yudha terkepal erat menahan amarah dan emosinya agar tak meledak di Rumah sakit itu. Yudha melampiaskannya dengan memukul dinding rumah sakit dengan sangat keras hingga tangan Yudha memar dan lecet mengeluarkan sedikit darah yang mengaliri tangannya.


" Kurang ajar, siapa yang sudah berani menyentuh Safa akan ku patahkan tangannya. Dan siapa dalang di balik ini semua akan ku buat hancur sehancur hancurnya.!!!" Geram Yudha.


.


Alifah yang melihat amarah Yudha menjadi ketakutan sendiri, dengan susah payah ia menelan salivanya. Ia tidak berani untuk menegurnya mau pun mengeluarkan suara sekecil apapun. Alifah sedikit menjauh karna takut akan menjadi sasaran kedua setelah tembok yang tak bersalah itu.


.


" Dokter bagaimana keadaan calon istri saya. " Tanya Yudha cepat dan penuh kekhawatiran akan kondisi sang pujaan hati.


" Iya dok. " sahut Alifah.


Dokter terlihat tenang saat menyampaikan perihal kondisi Safa saat ini.


" Kondisi pasien baik baik saja saat pemeriksaan, hanya tekanan darahnya yang sangat rendah juga anemia ringan. Dan pasien juga mengalami syok berat yang membuatnya sampai pingsan.. "jelas sang dokter.


" Terimakasih dokter, apa saya boleh masuk ke dalam.? " tanya Yudha penuh harap.


" Boleh tapi tolong jangan berisik takut mengganggu pasien, saat ini pasien masih dalam pengaruh obat penenang agar tubuhnya bisa beristirahat. "


" Baik dok, " Yudha pun bergegas masuk ke dalam tanpa menghiraukan seseorang yang sedari tadi ikut khawatir, meninggalkan Alifah yang masih diselimuti kesedihan atas musibah yang dialami sahabat baiknya namun juga ada rasa takut akan Yudha yang akan marah lagi.


.


Yudha masuk ke dalam menghampiri brankar tempat Safa dibaringkan. Yudha berdiri dan membungkuk untuk mencium lembut dan lama kening Safa. Yudha membelai wajah Safa yang terlihat sedikit pucat seperti tak teraliri darah.


.


Yudha terlihat sangat sedih melihat pujaan hatinya yang terbaring tak berdaya.


" Sayang.... dedek.... hiks maafin Mas yang telat menolong kamu, Mas udah gagal buat lindungin kamu. . hiks ,, Mas janji untuk memberi mereka yang udah buat kamu seperti ini pelajaran yang nggak akan bisa mereka lupakan. " Yudha terisak pedih, Ia merasa gagal melindungi Safa hingga musibah seperti ini menimpa Safa.


.


Yudha keluar dari IGD setelah puas terisak didalam. Yudha berniat menghubungi Rizky untuk segera menemukan pelaku yang sudah membuat Safanya seperti ini. Yudha meminta Alifah yang masih menunggu di luar untuk masuk menemani Safa, sedangkan ia menunggu Rizky didepan Rumah Sakit.


" Fah, tolong kamu temani Safa didalam. Dan jika Safa siuman segera hubungi saya, saya ada di depan. " Ucap Yudha datar.


" Ii..iya Mas Yudha. " Alifah segera masuk ke dalam untuk menemani Safa. Alifah sama sedihnya dengan Yudha melihat sahabat baiknya terbaring lemah seperti ini. Sungguh Alifah mengutuk orang yang sudah berbuat jahat pada sahabatnya sampai seperti ini.


.


.


.