Cinta Beda Kasta

Cinta Beda Kasta
Kedatangan dan Persembahan Yudha


Tiba di alamat yang Safa kirim Yudha langsung keluar dari dalam mobil begitu mobil berhenti. Yudha buru buru melangkahkan kakinya menuju ke dalam acara tanpa memperhatikan sekitarnya.


Rizky dan Dhian yang melihat Yudha seperti kesetanan segera menyusul namun langkahnya terhenti saat Dhian melihat sesuatu yang menggelitik.


" Mas berhenti. "


" Kenapa beib, itu si Yudha udah masuk aku takut dia menggila di dalam. "


" Ini beneran alamat acara Safa,? "


" Beneranlah beib, kamu lihat dekorasinya aja sama kan kaya yang di postingan Safa. Ahh udah ayo masuk , "


" Ehhh tunggu tunggu, lihat deh itu karangan bunga bukan atas nama Safa. Itu juga foto prewed bukan Safa Mas, mana banyak mobil TNI sama PROVOS gitu di depan. Kita jangan macam macam deh, "


" Eh iya juga beib, tapi itu foto lakinya kaya pernah lihat deh, tapi lupa. "


" Mas jangan jangan kita salah tempat ini. "


" Tapi itu si Yudha gila gimana,? "


Saat mereka berdua kebingungan ada seseorang dari arah belakang Dhian dan menepuk pundaknya. Dhian pun terkejut dan segera menoleh. Seketika senyumnya berkembang.


" Ahhh Mas Her,,. lega ternyata kita nggak salah. "


" Kalian kenapa bisa ada di sini. "


" Iya kita tau dari Safa Mas, antar kita ketemu sama Safa dong Mas, "


" Iya tapi Safa ada di rumah belakang lagi siap siap, "


" Safa nikah sama TNI ya Mas, "


" Hah??? ini nikahan saudara bukan Safa, emang Safa mau nikah sama siapa? wong pacar aja nggak ada kok. hahaha. "


" Hah yakin Mas ?? "


" Iya, kamu lihat itu foto kakak sepupu kami yang punya acara ini. "


" Ohh gitu... " Rizky dan Dhian bernafas lega dan mangguk mangguk namun detik berikutnya Rizky membelalakan matanya saat teringat sesuatu.


" Tunggu... YUDHA.. "


" Kenapa sama Mas bro Yud ? "


" Jadi kita semua mengira ini pernikahan Safa. Melihat semua postingan kamu sama Safa Yudha jadi ngamuk menggila dari kemarin. Nihh muka aku jadi kena bogem mentah dia kemarin gegara nggak ngasih tahu dia alesan Safa ambil cuti. "


" Haha , kok bisa.? "


" Bisalah, namanya juga cemburu. " timpal Dhian jengah.


" Iya dari kemarin Mas bro selalu nelfon aku sama Safa, tapi sama Safa suruh jangan angkat, nggak tahu kenapa alasannya. "


" Owalah pantas aja. "


" Ya sudah ayo kita duduk sebelah sana saja yang masih kosong. "ajak Heru.


" Tapi Yudha masih di dalem. "


" Udah tenang aja, ntar biar aku yang cari kedalam. Oh ya silahkan nikmati hidangan yang ada biar aku masuk ke dalam cari Yudha. "


Heru pun melangkah masuk untuk mencari Yudha. Sedangkan yang di cari kini sedang kelimpungan seperti orang gila.


Yudha pov


Sejak pagi diriku sudah seperti orang gila yang ingin marah, sedih, menangis dan tertawa jadi satu. Hanya satu yang ku inginkan saat ini juga, Safa, ya gadis yang sudah mencuri hati dan perasaanku. Gadis kecil yang sudah berhasil merubah diriku.


Aku melajukan mobil Rizky dengan kecepatan tinggi, aku sudah tidak peduli dengan omelan Rizky juga Dhian yang menyuruhku untuk menurunkan kecepatan mobil. Yang aku inginkan saat ini hanya agar cepat sampai di tempat Safa berada, aku tidak ingin terlambat dan menyesal nanti. Ku lihat alamat yang sudah Rizky cari di Map ternyata sudah tidak jauh lagi. Huh ternyata cukup cepat juga aku mengemudikannya.


Mobil yang ku bawa sudah memasuki jalan pedesaan yang cukup ramai, kulihat beberapa iringan mobil mobil juga ada mobil provos dan truk TNI namun aku tak menghiraukan itu semua. Saat tiba di tempat sesuai alamat aku sudah sangat tidak sabar. Terlihat tenda tenda dan juga dekorasi pernikahan yang terlihat mewah namun ada kesan tradisionalnya. Huh dadaku semakin sesak saat membayangkan Safa duduk di pelaminan dengan pria lain.


Ku parkirkan mobil ditempat yang sepertinya tempat parkir setelah ku matikan mobil aku bergegas turun cepat cepat masuk ke dalam acara tanpa memperhatikan sekelilingku. Aku sudah tidak peduli dengan yang lain. Saat aku tiba di dalam langkahku terhalang oleh banyaknya tamu undangan yang mayoritas seperti TNI dan para abdi negara, ahh apakah calon suami Safa seorang abdi negara?? Ahh tidak boleh, langkahku bisa saja langsung terjegal dengan kekuasaannya.


Pandanganku mengedar ke seluruh penjuru tempat. Aku mencoba melihat atas pelaminan dan....


Degh


Ini acara pernikahan siapa??? Kenapa aku tidak mengenal pengantin wanitanya. Dia bukan Safa. Siall aku salah tempat. Rizky!! Mana Rizky sama Dhian??? Ahhh aku baru tersadar kalau Rizky tidak ada di belakangku.


Aku berputar arah dan langkahku terhenti saat ku lihat seseorang yang sangat ku kenal tengah berjalan ke arahku. Ya orang itu Heru, dia memakai baju yang sama dengan foto Safa. Lalu dimana Safa ?? Ku edarkan lagi pandanganku dan terlihat Pak Endro yang ada di bagian dekat dengan pelaminan dan beliau juga memakai baju yang sama dengan Heru.


Melihat kebingunganku Heru mengajakku untuk duduk bersamanya di pojokan tempat itu. Aku sedikit risih saat banyak mata wanita menatapku seakan ingin menerkamku, namun aku tak mengindahkan mereka semua.


" Apa kabar Mas bro, maaf dari kemarin telfon enggak aku angkat karna dedek bilang jangan angkat kalau dari Mas bro,. "


" Kok gitu? Tapi aku juga ngerasa kalau akhir akhir ini dedek ngejauh gitu sama aku, pesan sama panggilanku tidak direspon semua. "


" Ya mungkin saja, mungkin dedek mau menjaga hatinya. "


" Maksudnya?? "


" Ya mungkin dedek nggak mau aja kalau nanti nggak bisa mengendalikan hatinya jika sampai suka sama Mas bro. "


" Aku masih nggak ngerti.. ehh tunggu... apa dedek mungkin juga punya rasa suka sama aku ?? "


" Ya mungkin saja. "


" Lalu dimana dedek.? "


" Lagi di belakang mungkin istirahat. "


" Bolehkah aku menemuinya. "


" Kalau Mas bro mau biar dedek sendiri yang datang ke Mas bro. "


" Maksudnya.? "


" Dedek kan lagi menghindari Mas bro, lha buat aja dedek datang dengan sendirinya. "


" Caranya.?? "


" Ayo ikut aku, bisa main gitar ? "


" Bisa, "


Heru mengajak Yudha naik ke atas panggung dan menyuruhnya untuk bernyanyi agar Safa bisa mendengar suara Yudha yang hadir disini.


.


Di dalam rumah itu pun banyak yang membicarakan sosok Yudha, pemuda tampan yang bersama dengan Heru.


Ehh tadi ada tamu cakep banget, walau banyak lelaki ganteng tapi dia yang terlihat mencolok antara yang lain.


Ehh iya aku tadi lihat dia ngobrol sama anaknya Pakdhe Endro,


Mungkin temannya, aku pengen kenalan sama cowok itu.



Semua suara itu tak luput dari pendengaran Safa namun ia tak memperdulikannya, ia hanya tersenyum saat semua orang membicarakan salah satu tamu itu.


Hingga suara yang sangat ia kenal terdengar dari sound system.


Selamat siang semua, kami di sini ingin mempersembahkan sebuah lagu untuk pengantin kami yang ada di atas pelaminan sana, juga untuk seseorang yang ada di hati.


Dan yang akan menyanyikan lagu adalah teman saya ini. Silahkan menikmati.


Awalnya terdengar petikan gitar yang mengalun indah lalu di ikuti suara merdu seseorang.


Disana jantungku berdegup kencang


There goes my heart beating


Karena kamu adalah alasannya


'Cause you are the reason


Aku kurang tidur


I'm losing my sleep


Tolong kembali sekarang


Please come back now


Begitulah pikiranku berpacu


There goes my mind racing


Dan kamu adalah alasannya


And you are the reason


That I'm still breathing


Aku putus asa sekarang


I'm hopeless now


Aku akan mendaki setiap gunung


I'd climb every mountain


Dan berenang di setiap samudra


And swim every ocean


Hanya untuk bersamamu


Just to be with you


Dan perbaiki apa yang aku rusak


And fix what I've broken


Oh, karena aku ingin kamu melihatnya


Oh, 'cause I need you to see


Bahwa kamu adalah alasannya


That you are the reason


Tanganku gemetar


There goes my hands shaking


Dan kamu adalah alasannya


And you are the reason


Hatiku terus berdarah


My heart keeps bleeding


aku membutuhkanmu sekarang


I need you now


Dan jika aku bisa memutar balik waktu


And if I could turn back the clock


Aku akan memastikan cahaya mengalahkan kegelapan


I'd make sure the light defeated the dark


Aku akan menghabiskan setiap jam, setiap hari


I'd spend every hour, of every day


Menjaga kamu tetap aman


Keeping you safe


Dan aku akan mendaki setiap gunung


And I'd climb every mountain


Dan berenang di setiap samudra


And swim every ocean


Hanya untuk bersamamu


Just to be with you


Dan perbaiki apa yang aku rusak


And fix what I've broken


Oh, karena aku ingin kamu melihatnya


Oh, 'cause I need you to see


Bahwa kamu adalah alasannya (aku tidak ingin berkelahi lagi)


That you are the reason (I don't wanna fight no more)


Aku tidak ingin menyembunyikan lagi


I don't wanna hide no more


Aku tidak ingin menangis lagi


I don't wanna cry no more


Kembalilah aku ingin kamu memelukku (Kamu adalah alasannya)


Come back I need you to hold me (You are the reason)


Lebih dekat sekarang


Be a little closer now


Sedikit lebih dekat sekarang


Just a little closer now


Mendekatlah sedikit


Come a little closer


Aku ingin kamu memelukku malam ini


I need you to hold me tonight


Aku akan mendaki setiap gunung


I'd climb every mountain


Dan berenang di setiap samudra


And swim every ocean


Hanya untuk bersamamu


Just to be with you


Dan perbaiki apa yang aku rusak


And fix what I've broken


Karena aku ingin kau melihatnya


'Cause I need you to see


Bahwa kamu adalah alasannya


That you are the reason



Safa yang sangat kenal dengan suara itu langsung bangkit dari istirahatnya dan berjalan cepat ke arah asal suara yaitu panggung live music.


Safa menatap Yudha dari balik kerumunan tamu undangan yang tengah memperhatikan pertunjukkan musik Yudha. Satu tetes air mata keluar dan dengan cepat Safa menghapusnya.


Setelah selesai bernyanyi Yudha berucap sepenuh hatinya.


*Lagu ini saya persembahkan untuk kedua pengantin disana juga untuk seseorang yang sudah memenuhi hati dan fikiran saya. Seseorang yang selama beberapa hari ini teramat sangat saya rindukan. Safa... lagu ini untuk kamu..


prokk prokk prokk


prokk prokk prokk


prokk prokk prokk*


.


.