
Bandung
Disalah satu rumah besar yang berada dikawasan elite terlihat sepasang pasutri paruh baya tengah menikmati secangkir teh dibawah langit senja disebuah taman yang berada dibelakang rumah.
" pa, mama kangen sama yudha."ucap sendu wanita paruh baya.
" kalau kangen ya telfon aja ma, apa video call kan juga bisa . sekarang jaman udah canggih gak usah bingung." jawab pria paruh baya yang masih sibuk membaca grafik perusahaannya.
" tapi mama pengen ketemu pa pengen peluk anak kita."
" maa, yudha itu baru menyelesaikan study nya, biarlah dia konsentrasi dulu. toh juga tinggal 2 tahun lagi kan. sabar,."
" tapi paa,,,."
" sudahlah maa, sabar aja. " ohh ya ma gimana menurut mama kalau yudha papa jodohkan sama anak teman papa."
" memang temen papa yang mana ?"
" itu si Burhan temen papa kuliah dulu. dia kan punya anak perempuan cantik dan sepadan dengan yudha. pasti serasi kalau disandingkan. "ucap papa yudha yang berandai kalau yudha mau dijodohkan.
" kita tanyakan sama yudha dulu pa, jangan langsung main jodohin aja. iya kalau yudha nya mau, kalau tidak kan kita enggak enak juga kan sama temen papa."
" iya juga sih ma, tapi papa yakin kalau yudha pasti mau, secara anak burhan itu cantik layaknya model juga terpelajar ma."
" papa kaya nggak ngerti yudha aja. yudha itu anaknya sulit buat deket sama cewek pa.,"
" makanya itu ma, papa takut kalau yudha nanti jadi perjaka tua. "
" idih amit amit deh papa, knapa jadi nyumpahin anak sendiri gitu sih."
" bukan begitu ma, papa cuma bilang aja."
" sudahlah kita bicarakan besok kalau yudha sudah pulang ."
Tak terasa mereka berbincang hingga tak sadar sudah terdengar adzan magrib, mereka pun masuk ke dalam rumah.
Di lain tempat,
Safa kini tengah bersiap siap pulang karena jam kerjanya sudah hampir habis. Rizky yang tengah berjalan keluar ruangannya mampir ke meja kerja safa.
" udah mau pulang fa ? tanya rizky.
" iya pak ini lagi bersiap, maaf ya pak saya buru buru." jawab safa seraya mengalungkan tas ransel ukuran sedang dan hendak keluar.
" safa tunggu, kok kamu bawa ransel segala mau kemana ?"
" hehe biasa pak malam minggu mau ke pantai, saya dan teman teman saya akan menginap disana buat liat sunrise besok pagi."
" ohh gitu, emang pantai mana ?"
" pantai paris pak. sudah ya pak maaf saya keburu udah di tunggu teman teman saya nanti di tinggal lagi.hehe,."
" hah paris ??? pantai mana itu.??" gumam rizky tanpa sadar safa sudah tidak ditempatnya lagi, ketika rizky akan bertanya lebih dia baru sadar safa sudah pergi.
" huh dasar gadis bar bar nya yudha maen tinggal aja." ucap rizky dengan menggelengkan kepalanya.
" oke, sepertinya gue juga akan mengajak yudha ke pantai. ohh ya pantai paris itu mana sih ? hah gue tanya karyawan aja pasti tau dimana tempatnya." rizky melenggang meninggalkan kantornya dan berjalan menuju kamar yudha yang juga ada di hotel yang sama.
tokk tokk tokk
" elo, ada apa ? masuk dulu."ucap yudha.
Rizky pun masuk ke dalam kamar dan menutup kembali pintunya. Yudha duduk di kursi kerjanya yang ada di dekat tempat tidurnya, rizky pun menyusul duduk di sofa depan posisi yudha saat ini.
" bro lo mau ikut gue gak ?"
" kemana ?" tanya yudha mengangkat sebelah alisnya.
" ke pantai paris, kita nginep sana." jawab rizky dengan antusias.
" hah lo mau ke paris ngapain jauh amat cuma mau ke pantai aja sampai ke luar negri."
" maksud gue paris itu parangtritis bro, bukan paris luar negri , hehe." jawab rizky cengengesan.
" males gue, lo aja sendiri."
" ayolah bro , sekali kali kita menikmati pantai jogja. plisssss.,,,," mohon rizky sambil mengatupkan kedua tangannya didepan dadanya.
" lain kali aja deh, gue males ."
" bro gue mohon sekali aja ,gue lagi perjuangan ini." rizky memanyunkan mulutnya.
" perjuangan apa an ?"
" gue lagi perjuangan mengejar cinta yudha ,."dengan ekspresi yang dibuat buat.
" sejak kapan lo suka sama cewek ?" tanya yudha mencibir menyunggingkan senyum tipis.
" ya baru baru inilah bro gue ngerasa ada rasa suka gitu. ada rasa yang berbeda yang belum gue pernah rasain selama ini." jawab rizky dengan seringainya.
" ayolahh bro gue mohon sekali ini aja bro,." ucap rizky memelas sembari mengedipkan mata beberapa kali. Hingga membuat yudha terpingkal pingkal.
" hahaha dihh jijik gue liat tu muka lo.. oke oke sebagai sahabat yang baik gue temenin lo merjuangin tuh cinta." ucap yudha dengan senyuman tulusnya.
" makasih bro, elo emang sahabat gue yang paling oke." seru rizky sumringah .
" ya udah sana lo siap siap, bawa 1 ransel aja yang muat buat bawa baju lo ama gue. gue mau ganti baju dulu. ohh ya jangan lupa bawa jaket." seru yudha.
" males gue pake jaket. gerah."jawab rizky.
" yakin lo gak mau pake jaket, jangan salahin gue kalau lo nanti kedinginan dijalan." seru yudha dengan seringai jail.
" jangan bilang kita ke pantai naik motor ??" tanya rizky cepat.
" iya emang kenapa ?" jawab yudha santai.
" kagak mau gue ! gue masih pengen nikah bro. dibonceng elo yang ada gue serangan jantung mendadak." ucap rizky yang takut jika dibonceng naik motor, apalagi jika yudha yang bawa motornya. Karna rizky tau betul kalau yudha bawa motornya enggak bisa pelan.
" ya udah elo yang bawa motornya gue bonceng lo."
" kenapa enggak pake mobil aja sih bro.?" tanya rizky memelas.
" gue gak mau kena macet dijalan,. ini kan malem minggu pasti macet bangetlah kalau pake mobil. udah lah kalau gak mau pake motor gak usah jadi kita." ucap yudha yang tidak mau diganggu gugat.
" hufffft oke baiklah demi cinta." ucap rizky pada akhirnya yang tidak mau berdebat dengan yudha karna pasti dia juga yang kalah.
Rizky dan yudha keluar hotel setelah magrib. Rizky pun melajukan motor yudha dengan santai membelah jalanan kota jogja. Dan benar saja saat akan mendekati tempat tujuan jalanan sangat macet .antrian loket masuk kawasan pantai pun mengular hampir 1 km.
Dan akhirnya yudha dan rizky pun sampai diparkiran penginapan dekat pantai. Rizky memesan 1 kamar double bed. Rizky dan yudha merehatkan diri sebelum jalan ke pantai.