Cinta Beda Kasta

Cinta Beda Kasta
Ep. 152


.


.


" Mbak Idaa..."


" Ya allah Safa, nduk kamu ngapain nangis di wc hah,? Kamu kenapa bisa ada disini,? Kamu sama siapa nduk, ya ampunnn..." tanya Maulida beruntun dan masih banyak pertanyaan yang ingin Ida ucapkan namun ia simpan dihati.


Mereka pun saling berpelukan dan tangis Safa kembali pecah, entah ini karna apa yang sedang dirasakannya atau karna hormon kehamilannya.


.


Maulida masih mencoba menenangkan adik kesayangan suaminya itu yang masih menangis tersedu-sedu. Banyak pertanyaan yang terlintas dalam benak Maulida.


.


Ia masih terlalu terkejut saat bertemu dengan Safa apalgi dalam keadaan menangis seperti ini, karna setahu dia Safa setelah menikah Safa ikut dengan suami tinggal di Bandung.


Ohh bodohnya diriku ini kan memang dibandung.,pikir maulida.


.


Setelah Safa tenang Maulida mengajak Safa keluar mencari tempat yang nyaman, tidak di dalam toilet begini buat enggap pikirnya.


" Nduk ayo kita keluar, cari tempat yang nyaman buat kita ngobrol ya." tutur lembut Maulida penuh kasih pada adik kesayangan suaminya itu.


.


Safa hanya mengangguk menurut, hingga saat pintu toilet terbuka Maulida dikejutkan dan juga heran dengan keberadaan seseorang yang tengah berdiri tepat didepan pintu lorong toilet, tapi tidak dengan Safa yang masih sibuk menghapus air matanya.


.


Begitupun dengan orang itu yang bingung juga merasa tidak enak saat melihat Safa ada dipelukan rekan bisnisnya itu.


" Pak Edy,?? Anda sejak kapan disitu dan ada apa anda di toilet wanita,?" tanya Maulida penuh selidik.


" Uhmm maaf Bu Maulida saya sedang mencari seseorang, dan yang saya cari sedang bersama anda sekarang." jawab Edy sedikit kikuk karna disangka macam macam.


" Safa kamu kemana aja,? Aku cari kamu keliling resto tahu nggak, jangan buat aku khawatir dong." lanjutnya seraya ingin mengambil alih tubuh Safa untuk dipapahnya.


.


Kening Maulida berkerut dalam mendengar penuturan pemuda rekan bisnisnya itu. Bertanya tanya dalam hati apa hubungan dia dengan Safa, karna setahu Maulida Safa belum lama ini di Bandung.


" Apa Safa yang kamu cari,?"


" Iya Bu benar, Safa teman dekat saya, Tapi kenapa Bu Maulida bisa bersama Safa,? Apakah anda mengenal Safa.?"


" Ohh kamu temen Safa,. Saya sangat sangat mengenal Safa karna dia adik kesayangan suami saya, jadi Safa ini adik ipar saya juga walau sepupu." ucap Maulida dengan senyum manisnya.



.


" Ohh begitu."


" Sebaiknya kita kembali ke depan deh, karna tidak enak ngobrol di tempat seperti ini."


" Ohh iya Bu maaf, mari."


Edy mempersilahkan Maulida dan Safa untuk berjalan lebih dulu didepannya baru ia mengikuti dari belakang.


.


Di kantor Yudha.


Setelah Yudha meluapkan amarah dan juga kata kata kasarnya pada Sherly, Yudha segera mengusir Sherly pergi dari kantornya.


" Dasar wanita gila, wanita nggak punya harga diri sama sekali. Cih menjijikan sekali, arkhh sial.," umpat Yudha mengusap usap kasar bibirnya seraya pergi, kamar mandilah tujuannya kini untuk sesegera mungkin mencuci mulutnya sebersih mungkin.


.


Berulang kali Yudha mencuci mulutnya disertai umpatan umpatan kasar. Ia merasa sangat jijik dengan mulutnya sendiri.


.


Setelah selesai mencuci bersih mulutnya yang walaupun mulutnya itu memang bersih, Yudha keluar kamar mandi dan ternyata sudah ada skretaris Jo di dalam ruangannya.


" Ada apa Jo,?" tanya Yudha sembari duduk di kursi kebesarannya.


" Begini Pak Yudha, uhmm..." ucap Jo ragu ragu.


" Ada apa Jo, kenapa kamu seperti ragu begitu."


Dengan segenap keberaniannya Jo pun akhirnya bicara.


" Begini Pak, apa yang terjadi dengan Mbak Safa, tad...."


Belum Jo selesai bicara Yudha sudah memotong ucapannya mendengar nama istri tercintanya di sebut Jo.


" Tadi saya melihat Mbak Safa berlari sambil menangis...."


Lagi lagi Yudha memotong kalimat Jo.


" Apa,?!!! Kapan kamu melihatnya Jo? Jangan mengada kamu, Safa belum kasih kabar kalau pulang."


" Belum lama ini, baru tiga puluh menit yang lalu."


" Apa.?! Serius kamu Jo.?!"


Jo pun hanya menganggukkan kepalanya. Yudha meremas rambutnya saat apa yang ia pikirkan dan takutkan benar benar terjadi. Ia langsung mengecek rekaman cctv yang ada di depan ruangannya dan ternyata benar adanya.


.


Di cctv terlihat Safa seperti syok hingga menangis lalu pergi begitu saja dari kantornya. Yudha begitu ketakutan akan kepergian Safa dengan keadaan menangis, sungguh hatinya sangat sakit juga takut jika Safa akan meninggalkannya karna kejadian tak terduga tadi.


.


Yudha segera mengambil ponselnya yang berada di meja kerja nya dan segera menekan kontak Safa istrinya, namun sepertinya layanan operatorlah yang menjawab telfon Yudha yang artinya nomor Safa tidak bisa dihubungi.


" Arkh siallll. . Oh iya Rizky."


Yudha dengan cepat beralih menghubungi Rizky dan untungnya Rizky cepat mengangkat panggilan Yudha.


" Halo Pak Boss."


" Kenapa Lo nggak ngabarin Gue kalau udah balik Bandung hah.!"


" Weiss, ngegasss, Lo kenapa sih telpon gue langsung teriak. kalem Bro, Gue juga awalnya mau kasih tahu Lo, tapi Safa kagak ngebolehin. Katanya biar surprise gitu. Ada apa sih.,?"


" Arkhhhh sial sial siaalllll.,"


" KKenapa sih bro.? ada apa, apa surprisenya berhasil,? humm.?" tanya Rizky menggoda.


" Ya berhasil, sangat berhasil sampai..."


" Sampai apa,??? "


" Masalahnya berhasil buat Dedek Gue.. arkhhh sudahlah."


tutt tutt tutt


Yudha mematikan telponnya sepihak hingga membuat Rizky begitu penasaran dengan apa yang sebenarnya terjadi.


.


Yeee gaje banget nih orang main tutup telpon, nggak tau apa Gua penasaran gini, udah marah marah kagak jelas, untung sahabat gue, kalau kagak hummm. gumam Rizky.


" Kalau nggak kenapa,? "saut Dhian yang sempat mendengar gumaman Rizky.


" Ehh ayang., hehe nggak istirahat kamu, atau kangen, atau mau istirahat di kamar aku,? bolehh sekaliiii sini Yank.,"


" Orang nanya tuh dijawab yang bener, ini malah ngomong nggak jelas." semprot Dhian.


Huff Rizky menghela nafas cukup panjang menghadapi kekasih hatinya yang cukup galak dan jutek namun selalu berhasil membuat hatinya berdentum dan menghangat bersamaan.


.


Rizky pun mengatakan apa yang tadi Yudha katakan dan itu membuat Dhian penasaran dan segera mencoba menghubungi Safa. Namun sama halnya dengan Yudha, Dhian hanya bisa mendengar jawaban dari operator.


.


" Duhhh Safa nggak bisa di hubungi lagi. Gimana ini..." ucap Dhian gusar.


" Sudah yank tenang dulu, mungkin Safa udah di rumahnya dan mungkin juga ponselnya lagi habis baterai kan bisa aja." ucap Rizky menenangkan walau hatinya pun risau.


.


.


Sedangkan di kantor Yudha sudah kalang kabut mencari keberadaan Safa yang sama sekali tidak bisa dihubungi.


Ya Tuhan sayang kamu dimana,? Jangan buat aku takut. Maafin aku sayang maafin aku, Pulanglah sayang, jangan tinggalkan aku.,.Gumam Yudha yang terlihat begitu frustasi.


Sekretaris Jo yang ia perintah mencari tahu posisi Safa pun belum mendapat kepastian keberadaan Safa, yang ia dengar dari Jo hanya tadi Safa di bawa pergi oleh seseorang yang tak dikenal setelah hampir tertabrak.


.


.


MAAF LAMA NGGAK UPDATE. KEMARIN UDAH NGETIK CERITA PANJANG² EHH APLIKASI TIBA² LEMOT DAN CERITA YANG SUSAH PAYAH DIKETIK ILANG,. JADI MALES BANGET BUAT NGLANJUTIN.🙏🙏🙏