
Putra memutar badannya dan dia melihat apa yang sebenarnya terjadi.
Alifah melanjutkan kata kata dhian.
" Untuk cowok yang diujung sana, lagu ini khusus SAFA persembahkan untuk kamu." alifah menekankan nama Safa dan setiap kata yang ia ucapkan .
Putra yang merasa tidak asing dengan suara itu pun memilih mendekat agar dia bisa tau apa maksud kata cewek itu tadi. Putra membulatkan penuh matanya saat tau yang menyanyi tadi safa kekasihnya. Begitu pun safa yang terkejut melihat putra kekasihnya disana. Awalnya safa tersenyum sesaat dan didetik berikutnya senyum itu hilang berubah menjadi wajah yang penuh amarah saat melihat putra tidak sendiri melainkan ada yang menggandeng lengannya.
" Safa. ." suara putra tertahan ditenggorokannya.
" Safa, benarkan tadi lagu itu kamu persembahkan untuk DIA " tegas dhian yang sudah mulai emosi.
" iya kamu benar sekali dhian. itu lagu yang aku nyanyikan tulus dari dalam hatiku, mewakili semua isi hatiku." ucap safa dengan mata berkaca kaca.
Semua pengunjung yang ada disana pun berbisik bisik, ada yang mengumpat pada putra, ada yang kasian pada safa dan masih banyak lagi yang berbisik bisik. Tak terkecuali Yudha yang menyaksikan adegan didepan matanya.
ohh jadi dia nyanyi buat cowoknya .tapi knapa lagunya minta putus gitu. heh dasar cewek unik .tapi dia yang minta putus tapi knapa dia juga yang keliatan mau nangis gitu. gumam yudha.
Safa yang sudah tak tahan lagi pun melangkah pergi namun langkahnya terhenti saat putra mencengkram tangan safa.
" safa tunggu aku bisa jelasin ,ini semua cuma salah paham."ucap putra penuh harap.
Safa menghentakkan tangan putra sekeras mungkin hingga tangan putra lepas dari tangannya.
" LEPASKAN TANGANMU " teriak safa.
Safa pergi begitu saja, dan wanita yang brrsama putra pun tersenyum penuh arti. Putra ingin mengejar safa tapi para sahabat safa pun mencegah langkah putra. Semua sahabat safa tau kalau safa saat ini pasti ingin sendiri menenangkan hatinya.
" minggir kalian semua, lo semua gak ada hak nglarang gue buat ngejar cewek gue." kata putra penuh emosi karna telah dipermalukan didepan banyak orang.
" kita semua berhak nglarang lo karna kita sahabat safa. lo itu bukan apa apa buat safa .dasar cowok gak tau diri banget." tegas dhian yang tak kalah emosi.
" apa maksud lo hah,!!" bentak putra.
" lo **** apa ***** sih haa,,!! " ucap alifah menimpali.
" kalau lo sampe nemuin safa lagi , awas aja lo bakal berurusan sama gue." tegas dhian
" dan juga kita sahabat safa." imbuh erni dan ambar serempak.
" mending lo pergi dari sini dan camkan kata kata gue."ucap dhian penuh ancaman.
ya dhian sahabat safa paling berani dan tegas. Dhian tinggal satu kampung dengan safa dan sudah seperti saudara bagi safa. Dhian juga menguasai ilmu bela diri tapak suci sejak masih sekolah dulu. Dhian seorang cewek yang tomboy, cuek, tapi baik hati. Walau tomboy dhian tetap seorang cewek manis namun tegas.
Yudha yang selesai makan dan muak melihat adegan sinetron itu pun melanggang pergi setelah membayar makanannya.
Yudha menaiki motornya meninggalkan tempat itu. Dia melajukan motornya pelan sambil menikmati indahnya malam di jogja. Laju motornya terhenti saat melihat sosok yang ia kenal siapa itu, seorang cewek yang tengah duduk sendirian digelapnya malam.
Yudha memutar arah motornya menghampiri cewek itu. Lampu sorot motornya pun sengaja ia arahkan ke gadis itu. Gadis yang tak lain safa . Safa yang merasa sialau dengan cahaya lampu itu pun menutup matanya dengan tangannya. Hingga safa mendengar suara seseorang yang mengajaknya bicara.
" lo mau sampai kapan duduk disitu ."tanya yudha
" maaf , bisakah lampunya anda matikan .mata saya sangat silau." pinta safa.
klek suara kunci motor diputar.
Sejenak safa dan yudha beradu pandang. Yudha tertegun melihat wajah safa yang berbeda dari biasanya.
Cantik
satu kata terucap dalam hati yudha.
Safa yang melihat sorot mata yudha pun menundukkan pandangannya.
" apa peduli anda ,tolong tinggalkan saya sendiri."
" cuma gara gara cowok gitu aja sedih .dimana jiwa bar bar kamu., udah hilang apa gimana ?"
" apa maksud anda mengatakan itu.!"
" lo udah lupa apa hilang ingatan ?? lo gak tau siapa gue."
Sejenak safa mengamati orang itu dan... ya motor itu . Motor yang udah hampir menabraknya. Safa membelalakan matanya saat mengingat kejadian itu.
" kamu ! " safa mengarahkan telunjuknya ke arah pria itu.
" yes i'am " jawab yudha yang masih tetap duduk manis diatas motornya.
" ahh uweslah aku lagi ra pengen debat karo sampean.(sudahlah aku sedang tidak ingin debat sama kamu)." ucap safa.
Yudha mengernyitkan dahinya, dia tidak tau safa bicara apa.
" heh lo kan bisa bhasa indonesia, knapa harus pake bhasa jawa sih.,bikin aku pusing aja. " seru yudha.
" trus nopo ?, masalah nggo sampean ? (trus napa? masalah buat kamu)."
" Heiii, cukup.. tolong pake bahasa yang gue paham.".jawab yudha dengan mengatupkan kedua tangannya didada.
Safa tertawa geli melihat orang didepannya ini, sungguh lucu pikirnya.
" napa lo ketawa ."
" hehe anda itu yang lucu ,"
" gak usah ketawa,!, gak ada yang lucu." yudha mencebikkan mulutnya yang malah membuat safa terbahak. Yudha yang melihat safa terbahak pun tidak tau kenapa malah ikut tertawa kecil, dia merasa sangat senang melihat safa bisa tertawa, padahal tadi dia baru saja menangis .Ada perasaan lega melihat safa tertawa setelah tangisnya,. Entahlah perasaan apa itu dia sendiri tidak mau ambil pusing.
" elo mau terus disini ?"
" ya enggaklah, saya mau pulang."
" lo mau jalan pulangnya ?"
Safa baru ingat tadi dia berangkat bersama alifah naik taksi online dan motornya ia tinggal dicafe.
" ya allah , alifah ? saya lupa tadi pergi sama sahabat saya .,duh gimana ini." jawab safa bingung.
" udah gue anter aja, jam segini rawan kalau cewek pulang sendirian." entah kenapa yudha ingin sekali mengantar safa .
" nggak usah terimakasih mas, saya nggak mau merepotkan anda .saya mau mencari teman saya aja."
" temen temen lo udah pada pulang kali ,.udah mending gue anter, mumpung gue lagi baik hati ini.,yah itung itung buat nebus rasa bersalah gue karna udah bikin lo hampir celaka."
" tapi mas ,. " safa berfikir sejenak sebelum menjawab.
" ya udah deh tapi antar saya ke tempat kerja saya aja,"
" lhoh kenapa kesana ?"
" ya karna motor saya ada disana., jadi saya mau ambil motor saya dulu." ucap safa sambil melangkah naik ke jok motor penumpang.
" ehh tapi tunggu saya gak bawa helm gimana ini."
" udah tenang aja, didepan ada yang jualan helm kita beli dulu."
" ehhh enak ae, saya nggak bawa uang lebih ini.," seru safa ," dipikir helm murah apa ,"gerutu pelan safa tapi masih bisa didengar yudha. Tanpa banyak omong yudha pun segera melajukan motornya.