Cinta Beda Kasta

Cinta Beda Kasta
Motor ini ???


Siang ini di sebuah kantor duduk seorang pria dengan gagahnya, wajahnya tengah serius mengamati layar laptopnya. Sedangkan tangannya sibuk membolak balik tumpukan kertas berkas berkas yang ada ditangannya.


Tokk tok tok


Pintu kantor diketuk orang dari luar, yang tak lain sang sekretaris ganteng Rizky.


"Masuk,,"seru yudha


"Siang pak saya mau melaporkan tentang pembangunan hotel dipusat kota."ujar rizky.


"Siang riz, bisa gak panggilnya biasa aja,.gak usah pake pak.! brasa udah tua gue hehe."jawab yudha.


"Kan ini dikantor bro,. ya gak sopanlah kalau gue panggil lo nama aja...,"


kalimat rizky dipotong oleh yudha sebelum selesai bicara.


"lo lupa kalau gue masih nyembunyiin identitas gue.?!"potong yudha.


"ohh iya hehe gua lupa,. trus lo mau sampe kapan nyembunyiin identitas lo yud.,"


"selama mungkin, .gue gak mau ada yang tau siapa gue !? walaupun itu karyawan gue.,!?"


"terus kalau mereka nanya siapa lo gimana ?"


"jawab aja gue asisten lo beres kan ."


"wahh asikk dong gue jadi bisa nyuruh nyuruh lo haha.,"gurau rizky dan telah mendapat timpukan pulpen dari yudha.


"enak aja lo ngomong, lo udah bosen kerja ?!"seru yudha yang langsung membuat rizky diam seketika.


"hehh gue becanda kali, kok lo anggap serius sih."kata rizky dengan cemberut.


Mereka berdua sudah terbiasa becanda seperti saudara sendiri.


"udah ah gimana laporan tentang hotel.,udah berapa persen ?"


"ini udah sekitar 90% pembangunan rampung ,cuma barang barang pelengkap aja yang belum dimasukkan . Setelah itu tinggal peresmian aja ."


"kira kira semua beres kapan ? gue gak mau kalau terlalu lama.!?"


"ya kurang lebih 1 minggu lagi udah rampung semua."


"oke baiklah kalau bgitu, terimakasih riz lo udah bekerja keras selama ini."kata tulus yudha untuk rizky sahabatnya sekaligus orang kepercayaannya.


"sama sama bro gue juga cuma ngejalanin amanah sahabat gue aja."ujar rizky dengan senyum tulus juga.


"ya udah lo bisa kembali ke ruangan lo."


"oke gue balik kerja lagi ya.,kalau butuh apa panggil gue ." dibalas anggukkan oleh yudha.


Rizky keluar dari ruangan yudha ia turun ke lantai bawah untuk mengecek kondisi cafe yang terlihat ramai .Ya cafe dan kantor memang dibangun dengan 2 bangunan .Bangunan depan dijadikan cafe dan resto, sedangkan bangunan yang belakang dibuat menjadi 2 lantai untuk kantor.


Pukul 14.30 siang menjelang sore, safa baru saja sampai di cafe tempatnya bekerja. Ia langsung membawa motornya masuk ke parkiran khusus karyawan yang ada dibelakang kantor cafe. Saat safa berjalan keluar dari parkiran langkahnya terhenti saat menemukan sesuatu.


"eitsss tunggu tunggu,,, uhm aku kok gak asing ma ni motor ya.? kayak pernah liat tapi dimana ?"gumam safa.


Safa terjingkat saat ada yang menepuk bahunya.


" Astagfirullah Bang Edd !!? ngagetin aja sih ." teriak safa reflek memukul lengan edi yang kekar itu.


Edy terkekeh geli melihat ekspresi dari safa yang menurutnya menggemaskan.


"hihi lu napa sih fa, segitunya banget ngeliat motor cakep dikit.,pengen lu ??"tanya edy.


"apaan sih bang,. enggaklah, gue mana mungkin pengen motor mahal kaya gini,. tapi kalau dikasih ya mau. haha"jawab safa dengan tawa renyahnya.


Edy pun terkesima melihat tawa renyah dari safa. Walau edy baru benerapa bulan mengenal safa, entah kenapa dia selalu nyaman saat bersama safa. Seperti ada magnet tersembunyi dari diri safa yang membuat edy selalu ingin dekat dengan safa.


"terus lu knapa liatin tu motor segitunya.?"


"bang ed inget nggak waktu aku pernah cerita pagi pagi hampir ketabrak motor.?"


"iya terus ?"


"nahhh motor yang dulu pernah hampir nabrak aku tuh ya ni motor bang .!"jawab safa sambil menggebrak jok motor sport merah itu.


"emang lu yakin kalau ni motor yang lo maksud ? kan motor kaya gini banyak fa ."


"iya juga ya bang, hehe aku jadi o'on gini ."


"emang kapan kamu pinter fa ? udah ahh ayo kedepan kerja ."ajak edy.


"lhoh bang ed masuk siang juga ??"


"iya napa emang ? kagak boleh ?"


"kok shift kerja kita bisa barengan terus sih bang ?"tanya safa penasaran.


"kagak napa napa, emang sengaja aja biar bisa bareng elu."jawab edy sambil berjalan meninggalkan safa yang terbengong.


"hah apa ?" safa yang gagal mencerna ucapan edy pun hanya mengedikkan bahu. Ia segera berlalu kedepan untuk segera bekerja.


"hihi cewek bar bar itu, pasti tu lagi penasaran ma motor gue,.sacara tu motor yang gue pake pas hampir nabrak dia."yudha terkekeh geli.


"lo kenapa bro ketawa gitu .emang ada yang lucu di layar laptop lo.?"tanya rizky yang baru saja masuk ruangan yudha.


"ada bro, cewek bar bar yang gue critain waktu dulu dia lagi mengamati motor gue, hihi."jawab yudha cekikikan.


Baru kali ini gue liat lo ketawa gembira gitu yud. semoga elo bisa kayak gini trus yudha, gue sedih kalau liat diri lo kayak dulu dulu. gumam rizky dalam hati.


" kaya gimana sih ceweknya gue jadi penasaran banget ." tanya rizky sambil berjalan mendekat ke meja kerja yudha.


Rizky terlihat manggut manggut tangannya pun mengusap usap rahang kokohnya.


"ohh itu cewek, dia karyawan cafe kita. baru beberapa bulan ini dia gabung kerja dicafe ini."ujar rizky seraya berjalan ke sofa ruangan itu dan duduk diatas sofa empuk itu.


"ohh jadi dia karyawan baru disini.?"tanya yudha.


"iya,. kenapa ? lo suka ?"


"asal aja tu mulut kalau ngomong ."


"lhah emang kenapa, dia baik kok anaknya, supel, rajin, cekatan kalau kerja. "jelas rizky.


"gue ? suka ma tu cewek ? huh "yudha mendengus remeh.."gue gak suka ya, gue cuma tertarik aja ma ni cewek unik, udah bar bar, unik, tapi lucu."yudha menjawab dengan senyuman kecil.


" sama aja tertarik sama suka bro,.dasar labil lo."seru rizky.


"terserah lo mau ngomong apa,. tapi ya bro, gue kayak gak asing ma ni cewek. gue ngerasa kalau gue tu pernah deket ma ni cewek. tapi entahlh bingung gue."


"mungkin lo bener bener suka ma tu cewek sampai ngerasa pernah deket gitu."ucap rizky.


"entahlah bro gue gak ngerti."




Menjelang malam tiba, sifa masih disibukkan dengan kerjaannya menjadi pramusaji.



"faa tu meja luar udah lu beresin belum ?"tanya teman kerja safa.



"belum mbak, ni baru mau aku beresin."jawab safa dan berlalu keluar untuk membersihkan meja yang telah ditinggal pelanggan.



*drettt drettt*


Getar ponsel safa, ada satu panggilan satu masuk dari teman safa.



"ya halo fah"



" ...."



"aku masuk siang ni lagi kerja ,telfonnya nanti aja ya kalau aku dah pulang."



"...."



"oke daaahh"



Safa menyimpan kembali ponselnya di saku celemek yang ia gunakan.


Disaat safa tengah membersihkan meja luar terdengar suara motor yang keluar dari arah belakang kantor.



*Brumm brumm*


Safa melirikan matanya sekilas melihat motor yang melintas dihadapannya itu.


"*motor, jaket, helm ?? ehh tunggu tu motor, jaket, helm trus body cowok songong itu, yah bener tu cowok songong yang nabrak aku!!"gumam safa pelan* .


Safa membulatkan matanya lebar lebar saat di ingat motor yang nyaris menabraknya itu. Ia bertanya tanya dalam hatinya, Ada urusan apa itu cowok ditempatnya kerja. Karna motor itu ada diparkiran sejak siang tadi.