Cinta Beda Kasta

Cinta Beda Kasta
Rumah baru


Yudha mengajak Safa untuk masuk melihat sekeliling rumah barunya itu dan tak lupa Safa mempersilahkan Jonathan untuk ikut masuk.


" Gimana Dek, kamu suka nggak rumahnya." Tanya Yudha saat sudah berada didalam kamar utama.


" Suka sih Mas tapi apa ini nggak terlalu mewah dan kebesaran ya buat kita berdua. Rumah ini lebih besar dan mewah dari rumah Mas Yudha yang ada di jogja itu lho."


" Itu rumah kita Sayang, bukan cuma milik Mas aja. Mas hanya ingin berikan kamu yang terbaik saja. Jadi jangan banyak protes oke. Dan juga Mas minta penjelasan dari kamu."


" Penjelasan apa Mas,?"


" Atas ucapan kamu tadi yang bilang kalau kamu adik Aku. Kenapa kamu bilang seperti itu." Ucap Yudha dengan nada kecewa.


Safa pun menggandeng tangan Yudha dan menuntunnya untuk duduk di sofa yang ada didalam kamar itu. Safa pun menjelaskan dengan ucapan yang dibuat selembut mungkin agar Yudha tidak marah dan mengerti.


" Masss.... Mas tahu kan kalau pernikahan kita cuma sah menurut agama saja. Dan kita juga belum mendapat restu dari orang tua Mas Yudha, aku ingin jangan ada yang tahu dulu soal pernikahan kita ini sebelum dapat restu dari orang tua Mas Yudha. Aku butuh dukungan dari Mas Yudha untuk itu."


" Tapi Dek... Jo itu sekretaris Aku, jadi dia harus tahu Kamu itu siapa Aku yang sebenarnya. Mas nggak mau kalau nanti Jo sampai suka sama kamu. Kamu istri Aku, milikku, hanya milik Aku satu satunya." ucap Gusar Yudha.


" Massss..." Safa menangkup wajah Yudha dan dengan lembut mencium pipi Yudha yang langsung membuat Yudha terpaku juga sangat senang sekali.


" Aku hanya milik Mas Yudha, hati ini, nafas ini, juga seluruh yang ada di diri ini milik Mas Yudha, hanya milikmu." ucap lembut Safa seraya menatap dalam mata Yudha.


Yudha pun segera memeluk erat tubuh Safa dan menciumi pucuk kepala Safa. Yudha merasa sangat senang dan bahagia mendengar ucapan Safa yang menenangkan hatinya yang sempat gusar.


" Mas.."


" Ya Sayang."


" Jangan lupakan Jo masih ada di bawah menunggu kamu Mas."


" Ehm biarkan saja, Aku masih ingin memeluk kamu." ucap Yudha dan semakin mempererat pelukannya.


" Nggak boleh gitu dong Mas, kasian Jo nan..."


" Sssstttt, kamu kenapa perhatian sama Jo hah?! "


" Ya Allah ini orang bikin gemes banget sih.." Safa mencubit kedua pipi Yudha dengan sangat gemas lalu menekan pipi Yudha sampai mulut Yudha manyun.


" Aku cuma kasian Mas... nggak ada perhatian seperti yang kamu pikirin, udah ahh jangan negatif dulu, perhatianku cuma untuk Mas Yudha ku tersayang oke. Aku juga mau beberes baju dan yang lainnya."


" Cium dulu dong." Yudha memajukan wajahnya agar Safa menciumnya. Safa hanya menghela nafas jengah dengan kemauan Yudha yang jika tak dituruti akan panjang urusannya.


Safa menciumi seluruh wajah Yudha dan segera beranjak pergi sebelum muncul permintaan yang lainnya lagi. Sedangkan Yudha yang masih memejamkan kedua matanya menikmati kecupan lembut istrinya tersenyum senang.


" Lagi dong Dek...(membuka mata) lhoh Sayang kamu kemana.?"


" Udah buruan turun temuin sekretaris Jo dulu, Aku mau beneres jangan ganggu."teriak Safa dari dalam ruang walk in closet sambil fokus menata baju baju sampai tidak tahu jika Yudha sudah berdiri dibelakangnya dan siap memeluknya.


" Akhh Mas Yudha kebiasaan banget ngagetin aja deh ihh. "


" Sayang........" ucap manja Yudha.


" Mas Yudha kalau kaya gini terus Aku marah ya. Aku nggak mau lagi deket deket Mas Yudha."


" Iya deh iyaaa, Aku turun." ucap lemas Yudha seraya melepas pelukannya.


Safa pun terkikik geli melihat raut wajah Yudha yang memelas dari pantulan cermin yang ada didepannya. Dengan cepat berbalik dan Cup, satu kecupan mendarat tepat di bibir Yudha yang membuat Yudha langsung berubah ekspresi senang. Safa pun langsung mendorong tubuh Yudha untuk segera keluar dari kamar.


" Dek tunggu Dek, sekali lagi ya, tadi belum berasa." Yudha berusaha menghentikan langkahnya yang terus didorong kuat oleh Safa.


" Enggak,..udah cukup sekarang selesaiin tugas masing masing dulu. Aku mau beresin tugas aku dulu Mas,. udah keluar sekarang.!"


" aaaaaaa Sayang....." rengek Yudha yang berhasil didorong keluar oleh Safa dan pintu kamar yang langsung ditutup rapat serta dikunci oleh Safa dari dalam.


Tok tok tok


" Dek buka pintunya.. kenapa di kunci sih."teriak Yudha.


" Udah sana." teriak Safa.


ck.. awas kamu nanti Sayang, Aku nggak bakal melepaskan kamu.. lihat saja nanti.. Gumam Yudha sambil tersenyum penuh arti.


Yudha pun segera turun menemui Jonathan untuk membicarakan soal pekerjaan.


.


.


.