Cinta Beda Kasta

Cinta Beda Kasta
Ikut ke kantor


Pagi hari yang cerah terlihat Safa sudah selesai memasak dan juga sudah terlihat segar setelah membersihkan diri dengan mandi air dingin, membersihkan keringat yang mengucur setelah selesai memasak.


.


Safa melangkahkan kaki mendekat ke tempat tidur dimana sang suami masih asik bergelut dengan selimut. Safa mengusap lembut pipi Yudha berniat untuk membangunkan suami melihat jam sudah menunjukkan pukul enam lebih lima belas menit.


" Mas... Mas bangun Mas udah siang lho ini."


" Ughh," Yudha hanya melenguh mendengar suara Safa yang lembut tanpa ada niat membuka mata.


" Ayo bangun Mas,.. in... aakh." Safa terpekik saat tangannya ditarik oleh Yudha hingga Safa yang tidak siap pun terjatuh diatas dada Yudha.


" Mas Yudha ihh kebiasaan banget deh, ayo buruan bangun keburu siang."ucap Safa seraya menoel noel pipi Yudha.


" Emang jam berapa sih Dek.?"


" udah hampir jam tujuh." bohong Safa.


" Bentar lagi Dek, masih pengen seperti ini. Nanti kalau aku kerja terus kamu kuliah kan nggak bisa kayak gini."


" Ihh ngomongnya ngelantur deh. Udah ayo ahh bangun. . Massss aku udah laper banget ini,. nanti kuah sotonya keburu dingin nggak enak."


" Kamu masak soto Dek.???" tanya cepat Yudha mendengar makanan favoritnya disebut.


" Iyalah, makanya cepetan ayo bangunnnnn....." Yudha pun beranjak bangun dan segera mandi membersihkan diri, sedangkan Safa menyiapkan baju untuk Yudha ke kantor.


.


kini Safa dan Yudha Tengah menikmati makan masakan buatan Safa yang begitu menggugah selera di lidah Yudha. Yudha makan begitu lahap nya hingga tak terasa sudah menghabiskan 3 porsi mangkok soto.


" Ahhh kenyang sekali., "


Cup..


Yudha mencium kepala Safa yang duduk disebelah nya.


" Makasih ya Sayang sotonya, kamu memang pintar menyenangkan suami., uhh tambah cinta deh."


" Haha apa an sih Mas lebay deh."


" Bilang apa kamu?!!"


cup cup cup cup cup.


Yudha dengan gemas membrondong mulut Safa dengan kecupan, dimana membuat mulut Safa langsung mencebik.


" Ayo ngomong lagi.. coba ngomong apa tadi ulangi." Safa hanya menggeleng kepala.


" Napa nggak mau ngulangi?"


" Aku ngomong sekali Mas Yudha balesnya berkali kali."ucapnya cemberut.


" Haha ya kamu juga yang udah bikin Aku gemas banget., aku ngomong jujur malah kamu bilang lebay."


" Ya kan emang bener."


Cup


" Iya iya maaf aku salah Mas Yudha, udah dong. Cari kesempatan ya buat cium cium."


" Biarin , toh sama istri sendiri. Lagian Dek, apa yang keluar dari mulutku itu adalah kejujuran sayang."


" Iya Mas ku sayang... Dedek percaya kok."


Cup


Kini berganti Safa yang mencium pipi Yudha.


" Sayang.. kita ke kamar aja yukk."


" Hah?? ngapain ke kamar orang udah siang, tas kerja sama jas Mas Yudha udah aku bawa turun juga."


" Mas jadi males berangkat," ucap Yudha seraya mengerlingkan matanya nakal.


Safa yang baru ngeh pun langsung mendaratkan cubitan di lengan suaminya itu.


" Aaaaa aww sakit..sakit Sayang... kok nyubit sih." rajuk Yudha menggosok lengan nya yang terasa nyeri akibat cubitan sang istri.


" Habis Mas Yudha juga gitu sih nakal."


" Ya kan nakal sama istri sendiri."


" Udah ahh sana brangkat kerja keburu siang, ojo dumeh boss Mas. terus sak kepenake dewe leh mu mangkat."


" Hah ??? kam..."


cup


Belum Yudha selesai berucap Safa sudah membungkam mulut Yudha, bisa panjang urusan jika tidak buru buru dibungkam.


" Dek kamu??? barusan cium aku duluan.??" Yudha merasa heran juga senang karna Safa berinisiatif mencium bibir Yudha, lebih tepatnya membungkam.


" Iya., udah berangkat sana."


" Kamu ngusir suami kamu?? ehh tunggu tunggu.. kok kamu pake baju santai.? enggak kuliah.?"


" Iya dua hari ini aku free Mas, dosennya nggak bisa ngisi kelas karna ada acara jadi cuma dikasih tugas buat dikerjakan di rumah deh."


" Bagus.. sekarang kamu ganti baju ikut Mas ke kantor."


" Hah ? mau ngapain aku ikut Mas."


" Sayang kamu lupa kalau kamu asisten pribadi suami kamu ini hem.?? kamu udah lama nggak berangkat kerja lhoh."


" Hehe. iya, ya udah aku ganti baju dulu."


.


.


.