
Di waktu yang sama di lain tempat.
.
" Selamat datang Tuan Besar." Ucap sekretaris Jo seraya berdiri dari duduk nya memberi hormat pada pemilik perusahaan yang tidak biasa nya datang ke kantor.
.
Yang di sapa hanya menganggukkan kepala tanpa senyum di wajah nya juga tanpa membalas sapaan Jo dan terus berjalan melenggang masuk ke dalam ruangan Yudha.
Ceklek
Pintu terbuka dan tertutup kembali. Yudha yang tengah fokus dengan pekerjaan nya pun menoleh ke arah pintu siapa yang sudah berani masuk ke dalam ruangan nya tanpa mengetuk pintu lebih dulu, sungguh tidak sopan.
.
Saat melihat siapa yang masuk Yudha hanya menatap datar sekilas dan kembali melanjutkan pekerjaan nya yang menurut nya lebih penting dari pada sosok di depan nya yang juga acuh dengan sikap Yudha.
.
Pria paruh baya itu pun langsung mendudukan tubuhnya di sofa dalam ruangan itu.
" Ada apa Papa datang." Ucap Yudha to the point.
.
Pria paruh baya itu pun hanya menyunggingkan senyum mendengar ucapan sang anak yang tanpa basa-basi padanya.
.
" kamu tahu betul Apa maksud Papa datang kemari menemui kamu Yudha."
.
" Yudha sibuk dan tidak ada waktu untuk memikirkan maksud kedatangan papa kemari." Ucap Yudha acuh.
.
" baiklah, papa juga masih banyak pekerjaan yang harus Papa selesaikan sebelum pertunangan kamu dilaksanakan." Ucap papa Yudha santai tanpa memperhatikan raut tak suka yang Yudha tunjukkan.
.
" Yudha tidak mau bertunangan dengan wanita yang tidak Yudha cinta Pa.! Yudha sudah memiliki perempuan yang Yudha sangat cintai. " Seru Yudha lantang.
.
.
" Apa maksud Papa,?? jangan bilang....!!"
" Ya sesuai yang kamu pikirkan."
.
Yudha terkesiap mendengar ucapan Papa nya, ia tidak percaya jika sang Papa tega melakukan itu pada orang yang sudah mengabdikan dirinya kepada keluarga nya bahkan menjadi tangan kanan sang papa.
.
" Papa tidak bisa begitu sama Om Darmawan, dia tidak salah. Aku yang sudah meminta Om Darmawan untuk membantu Yudha. Karna Om Darmawan adalah orang tuaku yang kedua setelah Mama sama Papa." Ucap lantang Yudha.
.
" Papa tidak peduli dan tidak mau tahu. Kamu tak ada pilihan selain mengikuti apa yang Papa kehendaki. Itu semua juga untuk kebaikan kamu Yudha."
.
" Kebaikan aku ??? Kebaikan aku atau kebaikan Papa.?!" Teriak Yudha.
" Dari dulu Pa, dari aku kecil tidak ada kebaikan untuk diri Yudha! Yang ada hanya ke egoisan Papa! Bahkan Papa tidak peduli sama sekali di saat aku benar benar membutuhkan sosok Papa, di saat aku mengalami kejadian penculikan ada dimana Papa?! Papa dengan tidak peduli nya lebih mementingkan bisnis dari pada terjun langsung buat mencari Yudha.
Papa hanya menyerahkan semuanya pada Om Darmawan, bahkan disaat aku di temukan aku berharap Papa yang datang menjemput,. Tapi apa,?? bukanlah Papa yang datang untuk menjemput Yudha melainkan Om Darmawan.! Dan di saat Yudha mengalami keterpurukan dan trauma Papa malah mengirim Yudha keluar negri sendirian dan hanya di temani oleh ajudan Papa,. Dan Om Darmawan juga yang selalu menengok Yudha dan selalu bertanya kabar Yudha di luar sana.
Dan yaa, sekarang Papa bilang untuk kebaikan Yudha lagi.??? Bullshit.!!! Sekarang terserah Papa mau lakuin apa. Yang harus Papa tahu kalau Yudha akan tetap mempertahankan apa yang menurut Yudha baik untuk diri Yudha sendiri, apapun yang terjadi.!!" Ucap tegas Yudha.
.
Setelah panjang lebar berucap Yudha pergi begitu saja meninggalkan Papa nya yang masih duduk di dalam kantor nya.
.
.
Maaf ya hanya bisa segitu dulu up nya, Saya masih sibuk wara wiri di RS jadi enggak bisa up banyakπππ