Cinta Beda Kasta

Cinta Beda Kasta
Ketenangan


Selamat membaca semua.....


.


" Jika Papa tidak bisa buat kamu untuk meninggalkan perempuan itu maka Papa akan membuat perempuan itu yang memilih pergi meninggalkan hidup kamu Yudha." Gumam Papa Yudha.


.


Yudha yang masih di penuhi emosi terus berjalan keluar pergi meninggalkan kantor. Sepanjang Yudha berjalan melewati karyawan nya yang terheran heran melihat atasan nya itu yang keluar dari ruangan nya dengan raut wajah yang penuh amarah.


.


Tak ada satu pun karyawan yang berani bertegur sapa dengan Yudha melihat bos nya itu seperti sedang emosi.


.


Jo sekretaris Yudha pun di buat bingung dengan bos nya itu, saat tadi pagi berangkat kerja bos nya masih biasa saja, namun semenjak kedatangan Tuan besar ke kantor nya tak berlangsung lama sang Bos keluar dari ruangan nya dengan penuh amarah.


.


" Ada apa dengan Pak Yudha,? Kenapa kelihatan sangat marah.?" Gumam Jo.


.


.


Yudha terus berjalan kaki karna kunci mobil nya tertinggal di atas meja nya, ia enggan berbalik karna sudah sangat emosi pada Papa nya. Yang ia pikirkan saat ini hanya terus melangkah jauh meninggalkan kantor.


.


Hingga sampai di taman dekat perusahaan Yudha memilih untuk duduk di salah satu bangku yang kosong yang ada di taman itu. Bangku di bawah pohon palm menjadi salah satu pilihan Yudha untuk duduk menyendiri meredam emosi juga kesedihan nya.


.


Seseorang terus mengawasi Yudha sejak keluar meninggalkan kantor dengan keadaan emosi sampai disinilah ia berada, di sebalik pohon bugenvil yang tak jauh dari posisi Yudha berada. Orang itupun memutuskan untuk menghubungi seseorang yang ia percaya bisa meredakan emosi dan amarah bosnya.


.


Saat di dering yang pertama panggilan Jo langsung mendapat jawaban dari seseorang di sebrang sana.


" Halo assalamu'alaikum, Ada apa Jo.?"


" Wa'alaikumsalam Mbak, Mbak Safa sedang sibuk tidak sekarang ?"


" Enggak kebetulan lagi main ke rumah teman ini, emang kenapa Jo ?"


" Ohh oke baiklah Jo, aku akan segera kesana, tolong jagain dulu ya Jo, assalamu'alaikum."


" Baik Mbak wa'alaikumsalam ."


Tadi Sesaat setelah melihat kondisi Yudha, Sekretaris Jo yang khawatir dengan keadaan emosi bos nya pun segera mengikutinya diam diam.


.


.


Dua puluh menit berlalu Safa pun sampai di taman yang di bicarakan oleh Sekretaris Jo. Safa benar benar melajukan motor milik Yudha dengan kecepatan tinggi, waktu tempuh yang seharusnya memakan waktu empat puluh lima menit dengan kecepatan sedang, oleh Safa ia persingkat.


.


Sekretaris Jo sudah menunggu di parkiran taman pun segera menghampiri Safa yang sudah tiba di parkiran dan memarkirkan motornya.


" Ehh Jo, dimana Mas Yudha.? Sebenarnya apa yang terjadi sama Mas Yudha.?"tanya Safa cemas.


" Pak Yudha ada bangku bawah pohon sebelah sana Mbak.(sambil menunjuk ke arah dimana Yudha berada) Saya sebenarnya tidak tahu apa yang terjadi, hanya saja tadi Tuan besar datang dan menemui Pak Yudha, tak berselang lama Pak Yudha keluar dari ruangan nya dengan raut wajah yang terlihat emosi penuh amarah." Jelas Jo.


Safa yang mengerti hubungan Suaminya dengan Papa nya pun sangat tahu akan perasaan Yudha saat ini.


" Ya sudah Jo, aku nemuin Mas Yudha dulu dan tolong handle pekerjaan Mas Yudha untuk saat ini ya."


" Baik Mbak, kalau gitu Saya mohon pamit." Saat Jo hendak pergi Safa memanggilnya kembali.


" Eh Jo tolong kamu cariin helm satu ya buat Mas Yudha soalnya aku cuma bawa satu." Pinta Safa.


" Siap Mbak."


" Trimakasih Jo." Sekeretaris Jo pun menganggukkan kepalanya dan berlalu pergi.


.


Safa berjalan ke arah yang di tunjukkan oleh Jo tadi, dan menemukan Yudha tengah menundukkan kepala nya dengan tangan kiri menyangga kening sedangkan tangan kanan nya terkepal erat hingga terlihat otot otot tangan nya.


.


Safa sangat tahu jika saat ini suami nya itu pasti tengah emosi tinggi saat Safa melihat sekilas dari raut wajah nya. Safa pun dengan pelan duduk di samping Yudha seraya meraih tangan Yudha yang terkepal dan menggenggam nya.


.


.